Truth Daily Enlightenment

PERAN PENGERTIAN KATA “PERCAYA”


Listen Later

Kata yang sangat banyak kita dengar dan ucapkan dalam kehidupan orang beragama adalah “percaya” atau “beriman.” Kata ini paling banyak kita dengar dan ucapkan—bukan hanya dalam lingkungan orang Kristen—melainkan juga di lingkungan orang-orang non-Kristen. Masing-masing agama pasti memiliki pandangan, persepsi, asumsi, definisi, dan format mengenai kata “percaya” atau “beriman”ini. Harus diingat bahwa setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing. Tentusaja tidak ada kitab suci yang sama. Dari hal ini,tidak mungkin ada kesamaan teologis antar agama yang ada di dunia ini. Perlu dimengerti pula bahwa penafsiran masing-masing individu terhadap Alkitab dalam lingkungan orang Kristen pun berbeda-beda. Pandangan teologi adalah sesuatu yang bisa sangat lentur dan relatif jika ditinjau dari subjek yang membangun teologi berdasarkan penafsiran Alkitab. Maka, dalam hal ini kita bisa mengerti bahwa pasti terdapat perbedaan pandangan dalam kehidupan orang Kristen.
Dalam lingkungan orang-orang Kristen, setiap orang Kristen, teolog, pendeta, dan denominasi bisa memiliki pengertian yang berbeda tentang banyakhal. Namun demikian, hendaknya perbedaan-perbedaan tersebu tidak sengaja dibenturkan, apalagi diperuncing dengan perdebatan-perdebatan yang berakibat pada percideraan, permusuhan, dan perpecahan. Prinsip yang harus dipegang oleh orang percaya dalam hidup bersama sebagai anak-anak Allah adalah “teologi memisahkan, tetapi kasih memeluk atau mempersatukan.” Kalau ada seseorang atau kelompok yang sengaja mengobarkan perdebatan-perdebatan yang menyerang individu atau komunitas yang lain, bisa dipastikan bahwa individu atau komunitas penyerang pastitelah membangun teologi yang salah, sebab bagaimana pun perilaku seseorang mewakili teologinya.
Perilaku seseorang adalah ekspresi atau pengejawantahan dari pengertiannya mengenaiisi Alkitab. Oleh sebabitu, seorang yang cakap berbicara belum tentu cakap dalam kehidupan, artinya belum tentu berperilaku baik. Maka, orang percaya tidak boleh terkecoh oleh kefasihan seseorang berbicara. Apalagi terhadap mereka yang mencari keuntungan melalui “medsos.” Sangat besar kemungkinan yang mereka kemukakan adalah “sampah” yang dapat meracuni pikiran, dan bernuansa menyakiti sesama, yaitu jika isinya adalah menyerang individu. Pola kehidupan seperti ini merupakan pola hidup anak-anak dunia yang tidak belajar mengenakan “gaya hidup Yesus.” Kepada musuh saja mengasihi, apalagi kepada saudara seiman.
 
Perbedaan pendapat adalah sesuatu hal yang sangat mungkin, realita yang tidak dapat dihindari. Dalam kehidupan bersama tidak mungkin tida terdapat perbedaan. Kita harus belajar menerima perbedaan dan memberi ruangan bagi orang lain untuk memiliki pandangan yang berbeda dengan kita. Kalau ada seseorang yang menganggap pandangan orang lain salah, ia dapat mengemukakan pendapatnya tanpa perlu “kasar” dalam menilai dan menghakiminya dengan kata-kata yang tidak patut, apalagi dengan menyebut nama orang tersebut. Ini adalah tindakan yang melanggar norma kehidupan anak-anak Allah. Tuhan Yesus tidak mengajarkan hal ini. Kita tidak pernah menerima otoritas Ilahi untuk menyatakan seseorang sesat tanpa konfirmasi yang cukup dan fair. Hendaknya kita tidak merasa sedang membela kebenaran, sementara itu sebenarnya adalah“monster” di dalam diri kita yang sedang bermanuver. Akhirnya, kita harus ingat bahwa kita semua akan menghadap takhta pengadilan, di mana semua keberadaan kita akan ditelanjangi di depan semua orang.
 
Sejatinya, pengertian terhadap kata “percaya” ini sangat menentukan kualitas kehidupan moral seseorang, dan kualitas moral seseorang sangat berperan terhadap seluruh aspek hidupnya. Bagi agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam), kata “percaya”memiliki peran sentral dalam kehidupan keberagamaannya. Dari kata “percaya”atau“iman” orang-orang yang beragama samawi membangun kehidupan dalam segala aspeknya. Dalam hal ini,tidak dapat dibantah bahwa pengamalan yang benar t...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings