Truth Daily Enlightenment

Perhentian Yang Benar


Listen Later

“Yesus yang lain” mengajarkan dan menjanjikan adanya perhentian ketika seseorang berada dalam masalah; seperti sembuh dari sakit, utang terbayar, memiliki rumah, mendapatkan teman hidup dan keturunan, mencapai cita-cita, dan lain sebagainya. Namun, Yesus mengajarkan agar orang percaya berhenti memiliki keinginan,supaya kita hidup hanya mengingini Tuhan dan Kerajaan-Nya. Perhentian yang sesungguhnya adalah ketika semua keinginan dilabuhkan pada Tuhan saja. Dengan demikian, orang percaya dapat mengikuti jejak-Nya, yaitu kehilangan “nyawa” dengan meninggalkan kemuliaan untuk berinkarnasi menjadi manusia, yang dalam segala hal disamakan dengan manusia.
Berbicara mengenai perhentian, biasanya ayat yang digunakan adalah Matius 11:28-29, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Tuhan mulai dengan panggilan,“Marilah kepada-Ku.” Tuhan memanggil manusia yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang. Orang yang letih lesu dan berbeban berat adalah orang yang hidupnya tidak bahagia,hidupnya penuh tekanan. Tekanan tersebut bisa bermacam-macam bentuknya: tekanan ekonomi, tekanan rumah tangga, tekanan pekerjaan, tekanan sakit penyakit, dan berbagai tekanan yang lain. Banyak orang Kristen berpikir kalau sudah lepas dari masalah-masalah ini, berarti ia mengalami kelegaan atau perhentian.Tuhan Yesus berkata,“Marilah kepada-Ku.” Perhatikan, kata “Ku” di sini adalah huruf besar. Ini menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Yesus menjanjikan kelegaan.
Kata “kelegaan” dalam teks aslinya adalah anapauso (ἀναπαύσω), yang artinya perhentian atau istirahat (Ing. rest). “Perhentian” di sini bukan berarti berhenti dari keadaan yang tidak menyenangkan, yang dikatakan sebagai letih lesu dan berbeban berat. Kemudian asumsinya, kelegaan atau perhentian tersebut adalah lepas dari keadaan letih lesu dan berbeban berat, yaitu keluar dari keadaan tidak mempunyai rumah menjadi mempunyai rumah, dari sakit menjadi sembuh, dari hidup dibelenggu dengan berbagai masalah menjadi tidak lagi memiliki masalah yang berat, dan lain sebagainya. Memperoleh jalan keluar dari masalah-masalah hidup tersebutdipandang sebagai kelegaan.
Orang percayaharus memahami bahwa kelegaan ini adalah kelegaan menurutTuhan, yaitu perhentian dari segala keinginan dan hasrat duniawi. Keinginan-keinginan duniawi dikemukakan oleh Yohanes dalam 1 Yohanes 2:16, yang tertulis,“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”Selanjutnya Yohanes mengatakan,“Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (ay. 17).Dari hal ini nyata, betapa berbahayanya keinginan-keinginan manusia itu. Oleh sebab itu,berhenti dari segala letih dan lesu jiwa kita yang terbangun dari berbagai hasrat dan keinginan dari dunia inimenjadi kehendak Tuhan bagi kita. Kemudian, keinginan kita hanyalah Tuhan dan Kerajaan-Nya saja. Selama seseorang masih dibelenggu dengan segala keinginan, ia akan tetap dalam keadaan letih lesu dan berbeban berat.
Itulah sebabnya dalam ayat berikutnya (Mat. 11:29), orang percaya harus belajar dari Tuhan, yaitu memikul kuk yang diberikan kepada kita. “Kuk” itu adalah sarana Tuhan untuk mendidik kita agar dapat melepaskan diri dari segala keinginan, sehingga prinsip hidup kita adalah “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh. 4:34).Sebenarnya dalam teks aslinya, kata “kelegaan” dan “jiwamu akan mendapat ketenangan” (dalam Bahasa Indonesia) menggunakan kata yang sama, yaitu anapauso. Jadi sebenarnya,Matius 11:28-29 tersebut seharusnya berbunyi, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings