Truth Daily Enlightenment

Perhentian Yang Sesungguhnya


Listen Later

Dari dulu kita sering mendengar orang mengkhotbahkan Matius 11:28 sebagai janji Tuhan memberi kelegaan. Rupanya ayat ini menjadi ayat favorit bagi banyak orang. Kita juga sudah sering mendengar ayat yang kita baca ini. Persoalannya adalah apakah kita tahu apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan ayat ini? Ini adalah ayat yang mengandung pelajaran rohani yang dapat menjadi berkat yang luar biasa bagi kita. Dalam Matius 11:28 Tuhan mulai dengan panggilan “datanglah”. Kalau seseorang mendapat panggilan polisi, biasanya mendadak, menjadi takut. Demikian pula kalau ada panggilan kejaksaan atau pengadilan, apalagi panggilan dari KPK, banyak orang menjadi stress berat.  Ada banyak panggilan yang menakutkan dalam kehidupan ini. Tetapi panggilan Tuhan adalah panggilan atau undangan yang pasti menyejukkan dan membahagiakan.
Datanglah kepada-Ku. Perhatikan kata “Ku” di sini adalah huruf besar. Ini menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Bukan pribadi yang lain. Kalau kita dalam hidup ini menghadapi berbagai tekanan-tekanan, hendaknya kita tidak datang kepada sumber lain untuk meminta petolongan. Ada orang-orang Kristen ketika menghadapi masalah pergi ke dukun, ke “orang pintar” untuk meminta petunjuk atau pertolongan. Hal tersebut akan mendatangkan kutuk. Bukannya mendapat pertolongan, tetapi mendapat kutuk. Bukan mendapat berkat, tetapi laknat. Bukan mendapat untung, tetapi buntung.
Kata kelegaan dalam teks aslinya adalah anapauso (ἀναπαύσω), yang artinya perhentian atau istirahat (Ing. rest). Perhentian di sini bukan berarti berhenti dari keadaan yang tidak menyenangkan, seperti dari tidak mempunyai rumah kemudian mempunyai rumah, dari sakit menjadi sembuh, dari hidup dibelenggu dengan berbagai masalah kemudian tidak lagi memiliki masalah yang berat, dan lain sebagainya, sehingga kemudian bisa merasa lega karena memperoleh apa yang dipandang sebagai kebutuhan.
 
Kelegaan ini adalah kelegaan versi Tuhan, yaitu perhentian dari segala keinginan dan hasrat duniawi. Sehingga keinginannya adalah Tuhan saja. Selama seseorang masih dibelenggu dengan segala keinginan, maka ia akan tetap dalam keadaan letih lesu dan berbeban berat. Itulah sebabnya dalam ayat berikutnya (Mat. 11:29), orang percaya harus belajar dari Tuhan, yaitu memikul kuk yang diberikan kepada kita. Kuk itu adalah sarana Tuhan untuk mendidik kita agar dapat melepaskan diri dari segala keinginan, sehingga prinsip hidup kita adalah “makananku adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”.
Jika Yesus yang diajarkan adalah Yesus yang menjanjikan kelegaan dengan menyingkirkan masalah-masalah kehidupan, seakan-akan kelegaan bisa dialami kalau terbebas dari berbagai masalah kehidupan, maka itu adalah Yesus fantasi. Yesus yang sejati adalah Yesus yang mengajarkan damai sejahtera yang melampaui segala akal yang tidak sama seperti yang diberikan dunia ini. Yesus yang sejati mengajarkan kita untuk mampu menikmati ketenangan di tengah-tengah penderitaan, bahkan aniaya. Dengan demikian maka kuasa kegelapan tidak dapat menguasai kita.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings