
Sign up to save your podcasts
Or


KAJIAN UMUM RAMADHAN
"Keutamaan Berbakti pada Kedua Orang Tua"
Bersama Ust. Drs. H. Dudi Muttaqien, M.Pd.I., dan dimoderatori oleh Agung Prasetya
KAJIAN UMUM RAMADHAN
"Sudahkah Kita Bahagia Menjadi Orang Islam?"
Bersama Ust. H. Amin Muchtar, dan dimoderatori oleh M. Daris Al Husna
KAJIAN UMUM RAMADHAN
"Fungsi Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi COVID-19"
Bersama Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si., dan dimoderatori oleh Ayunda Nisa Chaira
KISSMIS x P3RI
Siapa bilang karantina bikin gak bisa ikut kajian Salman lagi? Sekarang, Kajian Ifthar Shaum Senin Kamis bisa disaksikan di Live Youtube Salman TV bersama dengan P3RI 1441 H!
"Muslim Produktif di Rumah"
bersama Ust. M Elvandi Lc. M.A. dan dimoderatori oleh Kang Akhmad Fadel Fadilla,
Kajian Tarawih Ramadhan Hari Kesatu
Himbauan untuk tetap di rumah, penerapan PSBB di kota-kota mulai digalakkan, poster-poster dan slogan-slogan karantina mulai tersebar. Wabah ini seakan-akan melumpuhkan setiap rencana kegiatan kita.
Tapi, apa benar-benar tidak ada yang bisa kita lakukan di saat-saat seperti ini? Bagaimana caranya menggali kreativitas kita untuk menemukan potensi kebermanfaatan?
Himbauan untuk tetap di rumah, penerapan PSBB di kota-kota mulai digalakkan, poster-poster dan slogan-slogan karantina mulai tersebar. Wabah ini seakan-akan melumpuhkan setiap rencana kegiatan kita.
Tapi, apa benar-benar tidak ada yang bisa kita lakukan di saat-saat seperti ini? Bagaimana caranya menggali kreativitas kita untuk menemukan potensi kebermanfaatan?
Biasa menjadi manusia produktif, kegiatan akademik yang padat, rapat pagi malam nugas, biasa ke sana ke mari tanpa henti, pulang hanya untuk tidur, lalu tiba-tiba dipaksa berdiam diri di rumah.
Kita mengeluh, di rumah cuma bisa rebahan. Kegabutan menjadi sebuah fenomena umum dalam kondisi kita saat ini. Padahal...buku-bukumu sudah berdebu. Mereka menunggu dibaca. Tulisan-tulisan menarik dan kaya ilmu juga menunggu di dunia maya. Bagaimana ya, membuat literasi menjadi kegiatan produktif selama di rumah?
bersama Sholah Ayub, penulis buku "Rasa untuk Jiwa",
Allah menurunkan musibah kepada manusia agar keangkuhan yang melekat pada jiwa manusia itu runtuh. Sebab, musibah dapat menggugah empati sesama manusia, dan manusia menerima setiap musibah merupakan penebusan dosa dan kesalahan, pun Allah ingin mendengar do’a dan permintaan manusia.
Maka disetiap musibah pastilah mucul hikmah.
From the publisher's feed