Truth Daily Enlightenment

PERKEMBANGAN MORAL


Listen Later

Seandainya Adam tidak berbuat dosa, maka melalui perjalanan waktu yang tidak terbatas, ia akan  dapat mengenal dirinya dengan benar. Manusia bisa mencapai keserupaan yang dengan Allah dan memahami apa yang baik dan buruk dari perspektif Allah. Tetapi rancangan ini tertunda karena kejatuhannya, manusia memahami apa yang baik dan jahat dari asumsi atau perspektif yang lain; tidak sesuai dengan Allah. Hal ini membangun gambar diri yang salah atas semua keturunan Adam. Sekarang semua manusia telah memiliki gambar diri yang tidak sesuai dengan gambar diri yang dikehendaki dan dirancang oleh Allah. Rancangan Allah menciptakan makhluk sesuai dengan gambar dan rupa-Nya menjadi tertunda. Keselamatan dalam Yesus Kristus dimaksudkan menggenapkan rancangan-Nya, yaitu menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yang sama dengan menolong manusia menemukan gambar dirinya dengan benar.
Ditegaskan kembali, dalam membahas gambar dan rupa Allah (tselem dan demuth) yang diungkapkan dalam Kejadian 1:26, bahwa hal tersebut menunjuk masih sebuah rancangan, belum terealisir. Tselem adalah pikiran, perasaan dan kehendak manusia, sedangkan demuth adalah keserupaan yang menunjuk kepada kualitas atas tselem-nya.  Keserupaan dengan Allah yang dimiliki manusia bukan sesuatu yang statis, tetapi bisa progresif. Allah menciptakan tselem (pikiran, perasaan dan kehendak), tetapi kualitasnya (demuth-nya) harus dibangun oleh manusia bersama dengan Allah. Walaupun pandangan ini tidak mudah untuk menjadi pijakan, tetapi faktanya jelas yaitu bahwa manusia pertama yang diciptakan “memiliki peluang untuk berkembang atau progresif”.
Pemahaman di atas ini sulit diterima, karena konsep orang selama ini adalah bahwa keberadaan manusia pertama yang diciptakan sudah finish, selesai dan statis. Makhluk yang tidak bisa berkembang lagi secara intelektual maupun aspek lainnya, termasuk moralnya. Bila demikian, berarti tidak ada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bila intelektual bisa berkembang, maka bukan tidak mungkin hal ini sebangun atau paralel dengan perkembangan moral manusia. Kalau intelektual atau kecerdasan manusia harus dikembangkan secara proporsional, demikian pula moralnya. Perkembangan moral merupakan usaha untuk membangun gambar diri yang sesuai dengan moral Allah.
Landasan lain terhadap pandangan ini adalah bahwa manusia tidak mungkin diciptakan dengan kondisi statis dan tidak mampu mengungguli Iblis. Kalau manusia sampai jatuh dalam dosa atau kalah terhadap Iblis, itu juga karena pilihannya, bukan hanya karena kemampuannya. Pilihan tidak mengembangkan kemampuan moralnya, membuat manusia gagal mengungguli musuh. Kalau manusia memilih taat, maka proses penyempurnaan terus berlangsung sampai tingkat di mana Iblis tidak bisa mengungguli atau menjatuhkannya. Manusia harus mengembangkan diri, menemukan gambar diri yang benar, yaitu segambar dan serupa dengan Allah, sampai tidak bisa jatuh dalam dosa. Dalam hal ini jelas sekali, seharusnya manusia dapat mengalahkan Iblis.
Pergumulan untuk menemukan gambar diri belum tuntas diselesaikan oleh Adam pertama. Sekiranya Adam bertumbuh dalam pengembangan gambar diri, yaitu kesempurnaan seperti Bapa di surga, pastilah ia tidak jatuh dalam dosa. Kalau manusia bisa sempurna seperti Bapa berarti Iblis tidak mampu mengunggulinya. Dengan demikian istilah “krisis gambar diri” harus dikoreksi, sebab selama ini banyak orang salah memahaminya.  Kalau dikatakan krisis, hendaknya kata ini tidak dipahami bahwa manusia pernah memiliki gambar diri yang sesuai rancangan semula Allah. Fakta dalam sejarah kehidupan, Adam belum sempat menemukan gambar diri yang sesuai dengan rancangan Allah semula. Kalau kita menggunakan kata “krisis”, ini harus dipahami bahwa manusia memang belum mencapai gambar diri yang dikehendaki oleh Allah, sementara waktu atau kesempatan untuk menerima pemulihan gambar diri (deadline) semakin dekat. Inilah krisisnya.
Dikatakan krisis gambar diri adalah karena untuk mencapai kehidu...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings