Truth Daily Enlightenment

Persembahan Tanpa Ancaman Dan Alat Memancing


Listen Later

Satu hal yang tidak patut atau tidak benar dilakukan oleh pendeta terkait dengan perpuluhan dan persembahan lain adalah kalau ayat yang memuat kemarahan Tuhan dalam Maleakhi 3:8-11 menjadi dasar atau landasan persembahan perpuluhan. Sekaligus ayat ini menjadi ayat ancaman, yaitu bila jemaat tidak memberi perpuluhan, maka mereka akan dihukum dengan “belalang pelahap”, sehingga Tuhan tidak memberkati nafkah, rezeki atau mata pencaharian mereka. Tantangan untuk memberikan perpuluhan disertai dengan ancaman, yang didasarkan pada pernyataan Maleakhi 3:8-1, dipakai pula oleh banyak pendeta sebagai dalil untuk dapat mencapai kehidupan dalam kelimpahan materi. Mereka mengajarkan bahwa dengan memberi perpuluhan, maka jemaat akan dihindarkan dari berbagai kutuk dan hukuman seperti pencurian, perampokan, penyakit, hama, belalang pelahap dan lain sebagainya. Tidak jarang, seiring dengan pemberitaan Firman semacam itu, disertai ancaman jemaat akan mendapatkan atau mengalami berbagai kutuk atau hukuman jika tidak memberi perpuluhan.
Bagi yang tidak memberi perpuluhan, mereka diberi predikat pencuri, penipu, tidak layak diberkati dan lain sebagainya, tanpa mempertimbangkan kausalitas atau penyebab mengapa mereka tidak memberi perpuluhan.  Apakah Tuhan Yesus mengajarkan kita bersikap atau bertindak demikian? Tuhan menghendaki kita memberi persembahan atau mengembalikan milik Tuhan dengan rela dan sukacita. Kalau perpuluhan menjadi “Taurat baru” dengan ancaman-ancaman hukuman bila tidak dilaksanakan, maka ini menciptakan pola memberi persembahan yang terpaksa. Tentu hal ini membangun sikap yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Jika jemaat tidak siap memberikan persembahan perpuluhan dan persembahan lainnya berhubung belum dewasa rohani, gereja tidak boleh memaksa dengan intimidasi-intimidasi. Gereja harus membimbingnya terlebih dahulu atau mendewasakannya, sehingga jemaat tersebut siap memberi. Dalam hal ini gereja harus mengambil hatinya terlebih dahulu, bukan uangnya. Jika seseorang sudah bisa memberikan hatinya bagi Tuhan, berarti ia bisa memberikan segenap hidupnya, maka tidak perlu ada paksaan terhadap jemaat tersebut untuk memberikan persembahan.
Kalau perpuluhan dituntut dengan menjanjikan balasan, maka persembahan perpuluhan dan persembahan yang lain sudah menjadi umpan pancing jemaat guna memancing berkat Tuhan. Melempar cacing untuk memperoleh mujair, melempar mujair untuk memperoleh tongkol besar, melempar tongkol untuk memperoleh ikan paus dan seterusnya. Pola ini menyalahi prinsip bagaimana seseorang harus berdedikasi kepada Tuhan. Sebab hal tersebut akan menciptakan orang Kristen yang oportunis dan manipulatif. Ironisnya, justru hal ini yang sedang dihembuskan kepada jemaat Tuhan di banyak gereja dan Persekutuan Doa.
Hal di atas ini sama dengan ajaran penggandaan berkat yang diajarkan di banyak gereja. Ada pembicara yang mengajarkan kalau jemaat memberi persembahan akan memperoleh berlipat kali ganda, ada yang 30, 60 dan 100 kali lipat. Ini sebuah pandangan yang sangat keliru. Sebenarnya kelipatan di dalam Injil Matius tersebut bukan berbicara mengenai jumlah uang, tetapi Firman Tuhan yang ditabur dan berbuah dalam kehidupan orang percaya (Mat. 13:23). Janji pelipatgandaan berkat jasmani bukan saja melanggar prinsip Firman Tuhan, tetapi juga membangun motivasi memberi persembahan yang salah. Ini sebuah pendidikan yang salah. Kalau orang percaya memberi persembahan, hal itu adalah tindakan mengembalikan atau sebuah penatalayanan (stewardship), bukan “sumbangan”. Jadi sangatlah keliru kalau perpuluhan atau persembahan lain dijadikan sebagai usaha untuk pelipatgandaan atau pemancing berkat Tuhan. Janji-janji pelipatgandaan yang selama ini ditawarkan sebenarnya hanya “taktik” dalam gereja di mana jemaat didorong untuk memberi persembahan, demi supaya gereja memiliki dana dalam jumlah yang besar untuk kegiatannya atau bisa untuk keuntungan “pribadi” tertentu. Maksudnya bisa baik,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings