Yang sebelumnya merasa semesta begitu ramah dengan isinya perlahan berubah, yang utuh rapuh, yang indah semu. Padahal sebetulnya semesta punya cara sendiri untuk mengindahkan isinya kembali
berkelana bersama semesta untuk melihat isinya, dengan secarik surat dan sebuah pena yang tersampaikan melalui suara, berharap dapat singgah untuk tumbuh dewasa bersama