
Sign up to save your podcasts
Or


Anindhita Indira atau yang lebih akrab disebut Indy adalah seorang Image Consultant. Profesi yang mengharuskan ia untuk membangun personal image secara menyeluruh. Menurutnya, dunia yang semakin dinamis dan kompetitif ini membuat personal branding menjadi semakin penting. Mengapa demikian? Personal branding akan membantu kita lebih mudah untuk diakui dan diperhatikan oleh orang lain.
Salah satu cara untuk mendapatkan perhatian dari orang lain adalah melalui appearance kita. Penampilan sebenarnya sangat tricky. Perlu adanya penampilan yang harmonious, comfortable, fit dan sesuai dengan occasion. Tak hanya itu, penampilan ternyata harus disesuaikan dengan personality dan personal color kita.
Lantas, apa sih personal color itu dan bagaimana cara mencari personal color kita? Apa saja gaya berpakaian yang bisa dikelompokkan berdasarkan personality style? Gimana sih cara untuk kaya mix and match tanpa meninggalkan personality kita? Serta bagaimana cara menunjukkan kita adalah orang yang jujur dan berintegritas melalui pakaian kita?
Temukan jawabannya di Pintership’s Podcast Episode 29 bersama @anindhira dan host @mizzrosie sekarang juga!
Adrian Chandra Silvano atau yang biasa dikenal dengan nama @introvertgaul menceritakan bahwa semakin lama kita bergerak ke dunia digital dan Gen-Z kental dengan teknologi. Bahkan bisa dibilang tidak bisa lepas dari teknologi, terutama mobile smartphone. Sehingga, Gen-Z menjadi pasar yang paling potensial karena mudah dijangkau di dunia digital.
Menurut konten kreator berusia 25 tahun ini, Gen-Z 2x lebih sering belanja via hape daripada para milenial. Ngga salah kalau pemilik bisnis memiliki peluang lebih besar untuk berkembang bila “menggandeng” Gen-Z.
Lantas, apa aja sih yang harus disiapin sama para pengusaha sebelum kerja sama dengan influencer Gen-Z? Gimana sih aslinya karakter Gen-Z itu? Apa aja yang jadi pertimbangan mereka? Apa iya harga? Dan apa yang harus dilakukan pemilik usaha bilar produknya ditoleh oleh Gen-Z?
Super komplet!
Kamu akan temukan semua jawabannya dalam Pintership’s Podcast Episode 28 : Understanding Gen-Z for Business bersama @introvertgaul dan host @rwidyatri sekarang juga!
TikTok dan Instagram sekarang sudah masuk dalam salah satu aplikasi wajib pemilik UMKM.
Manfaatnya banyak, bisa untuk pemasaran dan penjualan!
Pengoperasiannya mudah, gratis, dan bisa menarik banyak calon konsumen. Apalagi kalau target marketnya anak-anak Gen-Z!
Melihat peluang tersebut, @victoriawong68 menggunakan akun pribadinya untuk berbagi tips dan trik seputar kedua platform ini, salah satunya adalah “mencuri” hati target market.
Menariknya, gara-gara konten tersebut Vicky berhasil memeroleh 10.000 pengikut dalam waktu cuma 30 hari doang!
Ingin tahu lebih detail?
Simak obrolan @victoriawong86 dan @gabyutomo di episode 26:
“Brand Awareness: Pakai TikTok atau Instagram?” di Spotify Pintership
Jangan sampai ketinggalan! Link on Bio!😎
#pintership #podcastindo #podcastbisnis #podcastmarketing #podcastbranding #belajarbisnis #podcasterindonesia #milenialindonesia #podcastindonesia #jckenterprise #contentwriter #contentcreator #socialmedia #contentcreation
Rheza Sudali, CEO sekaligus Founder dari @dranixesports, merintis karir di bidang E-Sports sejak Januari 2019. Perjuangannya mengenalkan E-Sports pada banyak orang ternyata bukan hal mudah. Ia perlu menghabiskan waktu satu tahun untuk “babat alas”, mengenalkan produknya via soft-selling.
Konsistensi membuahkan hasil. Masuk tahun ke dua, Dranix menerima banyak ajakan kolaborasi dari berbagai brand. Sebab gebrakan soft-selling yang dilakukan Rheza dirasa banyak brand berhasil mendobrak sulitnya pendekatan hard-selling.
Menariknya, E-Sports juga menjadi sarana atau pintu bagi brand untuk masuk ke market yang baru. Sesuatu yang tidak semua orang 'ngeh' tentang tren ini.
Lalu bagaimana sih pendekatan soft selling E-Sports yang dimaksud? Seberapa besar peningkatan bisnis ini ke depannya? Apa iya cuma sekadar tren? Persiapannya sampai sejauh mana? Manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari e-sports untuk pelaku bisnis?
Tangkap peluang dan temukan jawabannya pada bincang-bincang seru @rhezasudali bersama @kevinbrengos dan @chello.ang di Spotify Pintership Episode 25! Let's go!
Stanley Hao tidak pernah menyangka keisengannya bermain TikTok membuahkan hasil. Bukan karena tutorial dance seperti konten kreator lainnya, melainkan karena "cerita" yang relate atau nyambung dengan kehidupan anak muda zaman sekarang.
Mahasiswa asal Surabaya ini pernah baper lantaran penampilannya sempat dicibir. Namun lama kelamaan, ia cuek. Baginya itu adalah risiko seorang influencer. Yang pasti ia cuma pengen menghibur dan mengedukasi hal positif.
Lalu gimana sih proses ia membuat konten? Pernahkah cowok (yang ngakunya) pendiam ini buntu ide? Lalu manfaat apa saja sih yang diperoleh setelah di-notice banyak orang?
Simak obrolan santai @stanleyhao tentang ribet tapi serunya jadi influencer kepada host @janicekariyadi sesama Gen-Z di Spotify Pintership episode 24! Kuys!
Lala Marchella (@lalamarchella) adalah seorang mompreneur asal Surabaya. Pada kesempatan kali ini, pemilik Steak Lab dan Yowish ini memberikan tips dan trik kepada pemula yang ingin terjun di dunia franchise. Dari sisi franchisor yaitu seputar "Kapan sih waktu yang tepat untuk membuka franchise". Sampai untuk franchisee yakni "Apa aja yang harus disiapkan selain modal".
Lengkap banget.
Dengerin pengalaman lengkap Lala seputar dunia franchise di Spotify @pintership episode 22!
From the publisher's feed