Pintu Kata

Pintu Kata

Download on the App Store

Pintu Kata episodes

  • Kata Mereka : Memilih Menjadi Optimis

    Jika harapan sepenuhnya kita taruh di atas meja masa depan, maka ia akan menjadi sangat berharga. Meski tidak seorang pun dapat memprediksi secara tepat dan persis sama dengan harapan yang telah direngkuh hati. Manusia percaya bahwa apa yang tengah dilakukan hari ini, akan berdampak esok hari. Layaknya menanam pohon apel, ia akan berbuah jika kita terus merawatnya dengan baik. Dalam episode kali ini, Angel pun sedang bercocok tanam. Memang curah hujan tidak stabil, namun ia bersabar dan memilih menjadi optimis menjalani hari-harinya. Esok semoga kita dapat menikmati buah apel itu.



    --

    Untuk lebih akrab, silahkan temui Angel di :

    https://www.instagram.com/babejing4/

    --

    13 min
  • Kata Mereka : Menjadi Manusia Ajaib
    Hidup adalah proses berjalan menuju garis finish. Masing-masing manusia dibekali kendaraan untuk menempuhnya. Ada yang melaju begitu cepat, ada pula yang berjalan sambil lalu menikmati aneka ragam peristiwa pada sisi kanan-kiri lintasan. Mampir sejenak, beristirahat, dan mengamati apa yang tengah terjadi. Pada titik tertentu, manusia mudah terkecoh menentukan jalan yang benar. Butuh kejernihan hati dan pikiran dalam berkendara. Sebab kita tidak akan pernah tahu aral yang akan menghadang sekian meter di depan mata. Begitu pula, perjalanan Shiela dalam episode ini penuh dengan hambatan. Namun, Shiela begitu yakin bilang "Manusia itu ajaib, dihadapkan persoalan hidup selalu sesuai kapasitasnya dan jangan berputus asa, sebab tangan Tuhan selalu ada untuk memeluk kalian."
    --
    Untuk lebih akrab, silahkan temui Shiela di :
    https://www.instagram.com/shielasanchia/
    ---
    17 min
  • 42. Surat Untuk Dik Sulastri
    Secarik surat untuk Dik Sulastri yang kini pergi di nun sana. Semoga ia mendengar isi surat ini yang dibacakan langsung oleh penulisnya.
    - Untuk lebih akrab, silahkan temui Affan di :
     https://www.instagram.com/affannrd/
    5 min
  • Kata Mereka : Bertekuk Lutut Kepada Takdir

    Dalam perjumpaan saya dengan Zaybi selama di pondok pesantren, kami akrab begitu saja. Hingga sampai saat ini, kami selalu bertukar pikiran, ide, dan cerita walau pun jarak memisahkan kami. Dalam segmen baru ini, kita akan mendengarkan Zaybi bercerita tentang perjalanan hidupnya sebagai seorang anak pertama dan kakak di keluarganya. Selamat mendengarkan, Kata Mereka.



    -

    Untuk lebih akrab, silahkan temui Zaybi di :

    https://www.instagram.com/zeby.24/ 

    dan nikmati juga karya tulisannya di :

    https://www.instagram.com/asuarah/


    ---

    15 min
  • 41. Sebilah Suara Angin

    Aku hanya melihat mulutnya yang sedang bertutur tanpa bunyi. Sebilah suara angin dan derasnya hujan di balik bibir jendela pun ikut terdiam. Hanya bunyi teriang-ngiang yang hening menelisik sepi.

    11 min

About Pintu Kata

From the publisher's feed

@pintukata.co adalah sebuah pintu untuk memasuki pelbagai dimensi kata. Berupa antologi kata dalam ruang bagi siapa pun yang tayang tiap Selasa dan Sabtu, ekslusif hanya di Spotify.…