
Sign up to save your podcasts
Or


Tentang bagaimana berimajinasi tentang masa depan yang membuat kita tetap termotivasi untuk terus berjalan kesana dan mewujudkannya. Semangat ekstremitan, kuatkan ekstremitas atas bawah untuk terus melangkah :)
Aku yang baru putus cerita tentang "putus" dalam sebuah hubungan. Apapun yang aku katakan, semuanya keresahanku. Maaf bila ada yang tidak sesuai, terima kasih.
Sebagai manusia, kita memang tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang kita punya. Selalu ingin lebih dan lebih. Lalu sampai kapan itu akan berlangsung? Mungkin sampai kita bisa menentukan batas cukup bagi diri kita sendiri. Agak rumit memang, tapi mungkin juga akan berubah sewaktu-waktu, tergantung nilai apa yang kita anggap penting.
Kok bisa ya orang-orang koas sambil ambil S2? Keren siih, tapi apakah memang itu yang kita inginkan? Apakah itu memang menjadi tujuan kita? Atau itu hanya menjadi ikut-ikutan saja biar keren? Nah, itu cukup jadi keresahan buatku, karena ternyata ada banyak pilihan jenjang karir. Selain itu, jenjang karir yang ada dibarengi dengan tantangan yang sepadan pula. Waduh makin bingung dong? Jelass.. makanya aku curhat disini. Salam ekstremitan!
Jadi mana yang lebih baik? Hidup dengan ambisi/tanpa ambisi? Mengikuti pilihan orang tua/pilihan sendiri? Tetap berusaha atau menyerah? Masih banyak pemikiraan-pemikiran tentang hidup tanpa ambisi yang mengarah pada anggapan bahwa tanpa ambisi sama dengan zona nyaman. Kalau zona itu nyaman, kenapa harus ditinggalkan? Kenapa dan kenapa?
Aku menceritakan beberapa hal konyol yang terjadi saat koas. Semoga bisa jadi kenangan dan jadi pelajaran untuk jadi lebih baik. Memang dek koas itu keset, tapi gapapa lah, keset juga berguna kan ya ges ya. Trus, kalo ga pernah ngerasain jadi bodoh/bawahan, ya gimana cara empati kalo kita udah kerjasama dengan tim nantinya. Mangat cuy, bawa enjoy aja wkwkwk.
Selalu ada halangan untuk membuat kebiasaan baik. Hari 1, 2, 3, mungkin masih aman ya, lalu hari berikutnya? Boloong... Trus lama-lama males karena udah bolong dan hilanglah benih kebiasaan baru itu. Untuk hidup yang berantakan, aku merasa harus mulai menata hidup pelan-pelan. Bisa mulai dari kesehaatan, karier, pertemanan atau percintaan. Yaa kalo bingung mau mulai semua sekaligus, ya mulai satu-satu juga gaapa kan? Kalau gabisa fokus ke satu hal, ya bisa juga mulai semua sekaligus tapi pelan-pelan kan? Aku yakin sedikit perubahan setiap hari akan menghasilkan hasil yang bermakna dalam kurun waktu tertentu.
putus atau terus? udah kayak lagunya judika aja yagesya :D kali ini ngomongin keresahan tentanng pasangan yang mungkin sifat-sifat/fakta-fakta buruk dari doi baru kita ketahui setelah sekian lama menjalani hubungan. lalu, dalam podcast ini kita akan bahas bagaimana batas-batas komprominya.
Biasa banget kalo temen ngomongin temen dibelakang, abis itu rusaklah hubungan pertemanan kalo udah ada yang terbongkar. Jadi, agar tidak ada omongan dibelakang, lebih baik jalin komunikasi yang baik dan berkala biar kepercayaan masih tetap ada dan hubungan pertemanan jadi bertahan lama. Aku baru sadar kalo aku punya kebiasaan buat nanyain kabar temen-temen sewaktu-waktu biarpun kita udah jarang ketemu. Biar apa? ya biar masing-masing tetap inget kalo masih punya temen yang peduli. Gitu, udh itu aja.
cukup sudah mengglorifikasi pilihan setiap orang untuk cenderung introvert ataupun ekstrovert karena memilih adalah hak setiap orang
From the publisher's feed