Sejak 10 Juni 2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberhentikan sementara perdagangan saham TELE dan juga obligasinya, yang menyebabkan para pemegang saham merasa dirugikan karena tidak dapat menjual sahamnya.
.
BEI menilai ada potensi masalah yang menyebabkan keraguan kelangsungan usaha dari TELE atau PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk.
.
Banyak pemegang saham TELE yang merasa bahwa perusahaan ini masih baik secara kinerja karena masih mampu mencetak laba bersih pada laporan keuangan terakhir yang dirilis yaitu Kuartal 3 2019. Apakah benar demikian? Simak ulasan lengkapnya pada podcast ini.