
Sign up to save your podcasts
Or


Aku suka menerka-nerka. Maka, aku tafsirkan kau sebagai cuaca yang memelukku dengan gemuruh dan hujan badai.
Aku sedang tidak memikirkanmu. Tapi, kadang-kadang kau melintas membawa senyum sebelum aku berangkat tidur.
Pada tiap-tiap sunyi, kita menciptakan ketakutan dan memakannya sampai tidak tersisa, manisku.
Iya aku lemah dan menyerah. Tapi, kau akan selalu aku kenang sebagai angin yang menyejukkan.
From the publisher's feed