
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam podcast ini membahas tentang hal hal yang viral di dalam 2020 dari Odading Mang Oleh, Omnibus Law, sampai dengan Pemilu AS.
Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana vaksinasi covid-19 yang akan dilaksanakan pada akhir December. Indonesia bekerjasama dengan tiga perusahaan vaksin, yaitu Casino, Sinopharm, dan Sinovac dimana ketiga vaksin dari perusahaan ini telah mendapat EUA. Vaksin Covid-19 ini disuntikan secara secara bertahap dimulai dari paramedis hingga masyarakat umum, banyak vaksin yang dipesan Indonesia juga bertahap, rencananya Vaksin Covid-19 dihargai Rp.200.000,00. Kabar vaksinasi massal ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Indonesia, namun ada beberapa masyarakat yang termakan teori-terori konspirasi yang tidak terjamin keasliannya.
Seperti yang kita tahu, libur panjang dan aktivitas di rumah aja membuat banyak orang bosan karena pandemi. Akan tetapi, rasanya ditengah kebosanan yang berlaru itu ada saja hiburan yang dapat kita lihat walau di rumah saja. Salah satunya adlah platform media sosial yang menyajikan konten video dimana sang pemilik akun dapat membuat videonya sendiri. Yup, apalagi kalau bukan Tik-Tok? Aplikasi video yang mulai terkenal tahun lalu kini menjadi lebih banyak pengguna dari kalangan anak-anak bahkan sampai orang tua. Namun, karena hal itu lah konten negatif di Tik-Tok tak dapat dihindari lagi. Selain karena persepsi orang berbeda-beda, ada banyak pengguna yang ingin mendapat popularitas secara singkat. Contoh saja dengan membuat video merusak fasilitas umum sampai video kontroversial Mbak Denise.
Perbincangan publik soal kata 'anjay' jadi ramai setelah seorang youtuber, Lutfi Agizal, menyampaikan keresahannya. Lutfi merasa miris ketika mendengar anak-anak berbicara tentang kata tersebut. Ia membahas ini setelah kata anjay dipergunakan oleh Rizky Billar dan Lesty.
Kami membicarakan mengenai aplikasi yang sedang hits, yaitu TikTok. Para narasumber berbagi cerita tentang alasan mengunduh TikTok, konten favorit di TikTok, efek samping dari TikTok, serta pesan-pesan untuk para pengguna TikTok.
Pandemi ini, Toxic Masculinity mulai banyak diperbincangkan lagi di sosial media, khususnya tik tok. Toxic Masculinity yaitu sebuah pemikiran yang bisa dibilang sempit, karena pemikiran berawal dari orang-orang yang masih cenderung ke arah tradisional yang memandang cowok itu harus sesuai kodratnya yaitu harus memiliki sifat gagah, macho, tegas dan lainnya. Awal mula toxic masculinity yaitu bisa dari pemikiran orang-orang yang masih cenderung kearah tradisional yang mengharuskan laki-laki harus sesuai kodratnya. Ada satu kutipan dari Puteri Indonesia 2018, ‘Persatuan tidak akan tercapai dengan kesamaan. Perbedaanlah yang menyatukan kita’.
Bulan ini jagat sosial media Indonesia diramaikan dengan beredarnya video syur artis-artis yang menjadi perbincangan dalam waktu yang nyaris bersamaan. Apakah fenomena ini merupakan hal yang disengaja untuk usaha perusakan karakter seseorang, ataukah ini merupakan murni merupakan keteledoran pribadi? Banyak ahli yang sudah turun tangan demi meneliti asal mula dan motif dari penyebaran video-video ini, tetapi publik sudah lebih dulu ramai dengan berbagai arus opini dan teori, berusaha mencari kebenaran dengan mengidentifikasi melalui latar pengambilan video tersebut hingga mencocokkan dengan busana yang dikenakan.
Banyak pelanggaran protokol kesehatan yang masih terjadi, misalnya kasus pernikahan anak dari HRS yang menuai kontroversi. Kasus lain yang juga masih menyangkut HRS adalah perseteruannya dengan salah satu public figure tanah air. Ditambah dengan andilnya salah seorang loyalis dari HRS yang menambah keruh suasana.
Pro dan kontra belajar online di era Pandemi COVID-19 menurut mahasiswa baru Ilmu Komunikasi UNS.
‘POTOKOPI’ Podcast Kompas Malam Koneksi kali ini membahas tentang mudahnya masyarakat memberi ‘panggung’ untuk menjadi viral. Hal-hal bodoh saja bisa menjadi viral hingga diundang di televisi dan menghasilkan banyak uang. Namun, keviralan itu tidak akan mampu bertahan lama jika mereka tidak memiliki bakat dalam suatu bidang. Hal ini disebabkan setiap waktunya banyak orang yang berkreasi secara unik sehingga mampu menjadi tren baru di masyarakat.
From the publisher's feed