Podcast Nyala

Podcast Nyala

By Perempuan PenyalaSociety & Culture
Download on the App Store

Podcast Nyala episodes

  • #PodcastNyalaEps14: Menjadi Penyala Gerakan Pendidikan bagi Masyarakat Pinggiran Jogjakarta
    Hallio sobat nyala! #PodcastNyalaEps14 ini menghadirkan Neneng Maryam (@nhmaryam) seorag perempuan yang menyalakan spirit pendidikan dari pinggiran kota Jogja. 7 tahun sudah perempuan sunda ini merawat nilai dan menghidupkan kerja-kerja gerakan bersama Sekolah Gajah Wong! Bagi Neneng, Ekosistem Sekolah Gajah Wong memberikannya harapan baru dan tantangan berbeda di tengah dinamika dunia pendidikan yang selama ini ia kenal.
    Neneng menyadari bahwa "jalan juang" yang ia pilih merupakan "jalan sunyi" yang tidak akan menjadi pilihan bagi orang kebanyakan. Tapi di Sekolah Gajah Wong, Neneng menemukan, mengalami dan memaknai dirinya sebagai seorang perempuan yang memiliki pilihan untuk mengupayakan keberdayaan yang mandiri dan manusiawi.
    Simak obrolan asik kita bersama @nhmaryam di #PodcastNyalaEps14
    1 hr 2 min
  • #PodCastNyalaEps13: Membangun Jembatan Juang bersama Beranda Migran
    Hallo Sobat Nyala!
    Podcast Nyala kali ini akan menghadirkan Hanindha Kristy (@sabsabatta). Seorang perempuan aktivis dan pegiat isu pekerja migran. Bersama Beranda Migran, Hani telah bergelut melakukan kerja-kerja advokasi, riset dan pendampingan yang fokus terhadap pekerja migran, termasuk perempuan pekerja migran. Perjumpaan Hani bersama seorang perempuan pekerja migran di Hongkong beberapa tahun silam membuatnya merasa "terpanggil" untuk memantapkan diri memilih jalan juangnya bersama Beranda Migran. Sebagai seorang perempuan, tentu Hani memiliki sudut pandang, gagasan dan pengalaman yang khas dalam membersamai para pekerja dan purna migran. Simak selengkapnya di #PodcastNyalaEps13 bersama @sabsabatta, perempuan aktivis dan pegiat Beranda Migran!
    1 hr 1 min
  • #PodCastNyalaEps12: Nyala dan Daya Perempuan Muda (yang) Berdesa
    Ida Mandalawangi dikenal sebagai seorang perempuan pegiat desa yang concern menyuarakan, mendokumentasikan dan menghidupkan giat-giat berdesa dalam aspek sosial budaya, lingkungan, pariwisata dan ekonomi lokal melalui gerakan komunitasnya. Lahir sebagai perempuan berdarah Gunungkidul yang kental dengan ragam tradisi dan budaya lokalnya tidak hanya membuat Ida gigih menyuarakan dan mengkampanyekan ragam praktik bijak berdesa melalui komunitasnya namun juga mengasah pemikiran kritisnya akan realitas. Dinamika pembangunan yang didominasi paradigma positivistik nan kapitalistik membuatnya resah akan potensi dampak dan ancaman yang mulai terlihat baik secara sosial budaya, ekonomi maupun lingkungan. Selain berupaya merawat nilai dan menyalakan inisiatif gerakan lokal, Ida tetap menghidupkan kesadaran kritis guna mendorong otokritik yang relflektif. Ida percaya bahwa kehidupan 'Berdesa'yang ia pilih merupakan langkah juang untuk masa depan yang bermartabat dan berdaulat. Ida memahami pasti tantangan yang ia hadapi: mengawal tumbuhnya kesadaran dan inisiatif kolektif secara internal, sembari tetap membangun jembatan-jembatan pembelajaran yang dialektis dan saling terhubung bergandengan. Ida yakin bahwa 'Berdesa' merupakan jalan menuju 'Merdeka'. Lantas apa dan bagaimana gagasan dan pengalaman Ida sebagai perempuan muda yang menyalakan asa dan daya dalam berdesa? Simak selengkapnya dalam #PodcastNyalaEps12!
    52 min
  • #PodcastNyalaEps11: Perempuan Petani Kopi Bersuara
    Hallo sobat Nyala. Podcast Nyala kali ini menghadirkan @faridadwiwi, sosok perempuan petani dibalik @lady.farmcoffee. Wiwi begitu akrab ia disapa membagikan pandangan, gagasan dan pengalamannya menjadi seorang perempuan yang bergelut di dunia perkopian, dari hulu hingga hilir. Sebagai perempuan petani kopi, Wiwi menyadari bahwa tidak sedikit cibiran dan pandangan yang meremehkan kapasitas dan kiprah perempuan di dunia kopi. Kopi sebagai komoditas dan industri memiliki citra yang kadung maskulin dengan dominasi peran laki-laki. Namun, wiwi dan perempuan petani kopi lainnya membuktikan bahwa pengelolaan kopi di tangan perempuan bukan hanya menyoal ekstraksi kopi sebagai komoditas dagang atau industri , melainkan kopi sebagai "kehidupan" dan jembatan gotong-royong yang menghubungkan harmoni antara para pegiat kopi dari hulu hingga hilir. Pertanian kopi secara alami juga diupayakan oleh Wiwi dan perempuan petani kopi di Banjarnegara sebagai upaya membangun relasi yang lestari dengan alam.
    Selain tantangan kultural, perempuan petani kopi juga dihadapkan pada tantangan struktural terutama dari sisi pasar yang seringkali tidak berpihak pada petani. Secara ekologis, krisis iklim juga berdampak pada pola produksi dan kualitas kopi yang dihasilkan oleh Wiwi dan perempuan petani kopi lainnya. Perempuan petani kopi berdinamika dalam tantangan sosial-budaya, ekonomi hingga ekologi. Ia bersama beberapa teman perempuan petani kopi lainnya bergerak secara kolektif memperkuat diri melalui lady farm, mempelajari budidaya kopi lokal yang berkelanjutan, membuka jejaring kemitraan belajar hingga mengembangkan peluang pasar yang lebih berkeadilan. Seperti apa Wiwi dan perempuan petani menghadapi tantangan dan terus memperkuat diri dalam pengembangan pertanian kopi yang berkelanjutan dan berkeadilan?
    Simak dalam Podcast Nyala terbaru!
    1 hr 6 min
  • #PodcastNyalaEps10: "Refleksi Gerak Kerelawanan di Era Digital"
    Hallo Sobat Nyalaa!
    Podcast nyala kali ini bakal ngobrolin gagasan,pandangan, pengalaman gerak kerelawanan yang reflektif dan kritis bersama @ahmadsyarrif! Syarif biasa ia akrab disapa merupakan pegiat komunitas sekaligus perintis @akanusantara.
    Di tengah massifnya perkembangan digitalisasi dan plarformisasi ini, apa iya ada pergeseran orientasi arah gerak kerelawanan? Apa massifnya perkembangan teknologi menjadi arena dapat merawat dan menopang nilai gerak aksi kemanusiaan yang memberi arti dan tidak abai pada subtansi?
    Apa boleh sebanyak itu nanya di caption? Yuk langsung dengerin aja nih obrolan asik nan agak penuh gimmick!
    1 hr 8 min
  • "Representasi Perempuan Papua sebagai Subjek Politik: Gagasan, Pengalaman dan Refleksi Kritis"
    Podcast Nyala Episode 8 menghadirkan Rhidian Y Wasaraka, seorang perempuan antropolog asal Papua Barat yang akan membagikan gagasan, pengalaman dan refleksi kritisnya menyoal representasi perempuan Papua sebagai subjek politik. Rhydian juga sedang mempersiapkan diri untuk merintis dan meniti jalan juangnya sebagai perempuan papua yang akan memperjuangkan hak-hak masyarakat Papua Barat, termasuk perempuan dan anak-anak lewat jalan politik. Bagi Dian, pendidikan dan kesehatan adalah 2 hak krusial mendasar yang harus diupayakan dan diperjuangkan untuk mewujudkan keadilan dan memperbaiki kualitas kehidpan masyarakat Papua. Selama ibi, Dian mengkritisi bahwa cara "membangun" Papua kerap kali masih menggunakan kacamata luar yang bias dan kontekstual. Tanpa seutuhnya mengenali dan menghargai Papua sebagai sebuah entitas masyarakat kolektif yang hidup dengan sistem dan kultur yang khas dan beragam. Dian menekankan bahwa privilege yang ia miliki saat ini dalam bentuk pengetahuan dan jaringan merupakan sebuah senjata yang harus ia gunakan untuk bertarung dengan sehormat-hormatnya. Menolong masyarakat, berkhidmat untuk kemanusiaan. Simak obrolan lengkapnya ya!
    58 min
  • #PodCastNyalaEps8: Koperasi dan Ekspedisi, Saling Topang Lahirkan Karya Kolektif yang Menggerakan
    Hai Sobat Nyala! #PodcastNyalaEps8 kembali mengudara untuk nemenin puasa kamu nih. Kali ini ada @ruy.ruynubarani, salah satu sosok perempuan penting yang punya kontribusi strategis dalam ekspedisi indonesia baru @idbaruid! Ruy, begitu ia akrab disapa awalnya merupakan seorang perempuan yang bergelut di dunia design dan industri kreatif. Lantas apa yang membuatnya "hijrah" dan "banting-stir" ke dunia gerakan lewat koperasi dan ekspedisi? Dan sejauh apa sih kreatifitas dalam berkarya mampu jadi jembatan yang menggugah dan menggerakan kesadaran kritis atas realitas yang ada? Yuk simak obrolannya, ada kejutan tidak terduga juga dibalik kisahnya! ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
    59 min
  • #PodCastNyalaEps7: "Tantangan Aktivisme Digital dari Kacamata Puan"
    #PodCastNyalaEps7 telah kembali mengudara! Menghadirkan @dzatmiatisari seorang perempuan yang giat menyuarakan gagasan perubahan terkait isu-isu HAM, Reforma Agraria hingga menggerakan solidaritas kolektif dan menumbuhkan kepedulian pada masyarakat adat dan kelompok rentan melalui aktivisme digital. Idzat akan menceritakan pandangan dan refleksi pribadinya akan tantangan dan dinamika yang ia hadapi dalam membangun narasi alternatif dalam melakukan advokasi dan aktivisme berbasis teknologi digital.
    1 hr 7 min
  • #PodCastNyalaEps6: Patriarki dan Toxic Masculinity dari Kacamata Laki-laki
    "Kenapa laki-laki nggak boleh nangis? Kenapa laki-laki nggak boleh pake warna pink?kenapa laki-laki harus selalu kuat? Apa rasanya hidup sebagai laki-laki di tengah hegemoni sistem patriarki?" Podcast Nyala kali ini akan berbincang santai dengan Izhar Alkalifard. Izhar akan membagikan pandangan, pengalaman dan refleksi personalnya tentang patriarki dan toxic masculinity! Yuk simak dan dengar sambil ngopiii.
    59 min
  • #PodCastNyalaEps5: Merekam Pengalaman Perempuan dari Lensa Kemanusiaan
    Merekam Pengalaman Perempuan dari Lensa Kemanusiaan: Melarung Luka dari Pengungsian. Fitriani Utami Dewi atau akrab disapa Ude merupakan seorang perempuan videographer dan film maker yang bergiat bersama Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (@Kabarsejuk). SEJUK sendiri merupakan NGO yang berfokus pada isu-isu HAM dan Keberagaman, turut serta berperan untuk mengadvokasi hak-hak masyarakat dan kelompok minoritas melalui karya-karya jurnalistik, termasuk film. Sebagai seorang perempuan videographer dan Film maker, Ude telah mengalami beragam perjumpaan dengan beberapa sosok dan kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan dan diekslusi karena dianggap berbeda. Seorang diri perempuan asal Bandung ini terbang dari satu pulau ke.pulau lainnya untuk merekam, mendokumentasikan, memvisualisasikan dan mengemas suara serta pengalaman mereka yang selama ini terpinggirkan. Perempuan muda jemaat Ahmadiyah Transito Mataram menjadi salah satu sosok dan kelompok yang Ude temui dalam proses pembuatan karya film dokumenternya bersama @Kabarsejuk. Jemaat Ahmadiyah Transito sendiri sudah belasan tahun mengungsi karena kampung halamannya dibakar, tragedi itu mengusir dan mencerabut mereka dari tanahnya sendiri. Alih-alih mengobjeksifikasi dan mengglorifikasi luka yang dialami para perempuan dan Jemaat Ahmadiyah di Transito, Ude justru berharap filmnya mampu menggerakan dan menyadarkan kita tentang empati dan kepedulian untuk menerima dan mengelola perbedaan. Bahwasanya, perbedaan bukan alasan untuk saling menyakiti, menghakimi, atau melukai. Selain Jemaat Ahmadiyah di Lombok, Ude turut memanggul "lensa"nya terbang ke Maumere menemui Bunda Mayora, seorang Transpuan yang berdedikasi memperjuangkan hak dan keadilan bagi masyarakat disana. Melalui #LensaKemanusiaan yang dibawanya, Ude ingin menyampaikan pesan, kisah, dan perngalaman mereka yang selama ini terpinggirkan. Yuk dengarkan cerita Ude selengkapnya hanya #PodcastNyalaEpisode5!
    1 hr 7 min

About Podcast Nyala

From the publisher's feed

Podcast Nyala dari @Perempuanpenyala! Bakal cerita dan ngobrol banyak soal pengalaman, pergerakan, ide, dan gagasan dari,oleh dan untuk perempuan tentang keadilan gender, sosial dan ekologis!