Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

By Taufik Hidayat at-TanariEducation
Download on the App Store

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari episodes

  • ABU NAWAS TENTANG HARI RAYA DAN KULIT KETUPAT
    Kisah Abu Nawas Tentang Hari Raya dan Kulit Ketupat
    Untuk memastikan perekonomian rakyat berjalan mulus dan lancar menjelang iedul fitri.
    Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan menteri perdagangannya, Al-Mukarrom Syaik Abdillah Ihsanuddin Al-Samarqandi, memantau pasar.
    Khalifah minta agar sang menteri mengecek bahwa semua kebutuhan pokok masyarakat tersedia, baik yang terbesar maupun yang terkecil.
    Satu saja bahan pokok tak ada di pasar, itu akan jadi “gorengan” politik sampai ke pelosok desa bahwa Harun tak becus memimpin Baghdad.
    “Pastikan gula tersedia di pasar, harga garam murah, gandum tak kurang, pokoknya Anda cek semua kebutuhan pokok masyarakat,” titah baginda kepada Ihsanuddin.
    “Satu lagi, sekarang menjelang lebaran, jangan cuma pasokan daging yang dikontrol, tapi kulit ketupat juga. Barang murah biasanya diremehkan. Nanti orang bilang, kulit ketupat yang murah saja tak ada, apalagi daging!”
    “Baik baginda, ashiaaap,” kata sang menteri.
    Keluar dari istana, sang menteri langsung memanggil staf ahli negara, Abu Nuwas, untuk membantunya mengecek pasar.
    Ia memerintahkan pujangga cerdas yang dikenal loyal pada Sultan Harun ini untuk mengecek pasar dengan asumsi tak mungkin Abu Nuwas memberi laporan palsu.
    Ihsanuddin meminta Abu Nuwas mengecek pasar dan mendata semua yang ada di sana.
    16 min
  • Profil dan Biodata Abu Nawas Lengkap dengan Syair Al-I'tirof yang Enak Didengerin
    Profil dan Biodata Abu Nawas Lengkap dengan Syair Al-I'tirof
    Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah Arab dari ayah dan darah Persia dari ibu mengalir di tubuhnya. Ayahnya, Hani al Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II.
    Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim.
    Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.
    Menurut informasi yang dihimpun dari laman resmi tebuireng.online, masa muda Abu Nawas penuh kontroversi yang membuat Abu Nawas tampil sebagai tokoh yang unik dalam khazanah sastra Arab Islam.
    Meski begitu, sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai spiritual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan.
    11 min
  • Tadarus Buku 81 : Pengertian Air Mani bagi Perempuan
    Tadarus Buku 81 : Pengertian Air Mani bagi Perempuan
    Banyak kalangan memprediksikan bahwa pada abad ini ada trend kebangkitan kesadaran dalam beragama. Ghirah (semangat) untuk menemukan nuansa baru dari pencarian esensi hidup selama didunia melalui pintu agama sangatlah menggembirakan. Dalam agama Islam di semua lapisan masyarakat, kecenderungan itu secara kuantitas dapat kita rasakan. Banyak kalangan yang dulunya asing dengan ajaran luhur itu, perlahan tapi pasti akibatnya masuk dalam kedamaian yang ditawarkan agama mayoritas ini.
    Belum lagi kalangan yang sudah (akrab) dengan Islam yang diyakininya, berusaha (naik kelas) menuju penampilan dan pemahaman yang lebih baik dari sebelumnya.
    Karena itulah kita harus menangkap kegairahan itu dengan menjadi pelayan umat secara baik. Jangan sampai, keinginan baik masyarakat itu tidak mendapat respons yang memadai dari berbagai kalangan, utamanya pihak yang bertanggung jawab akan hal itu.
    Kesadaran para anggota masyarakat untuk menemukan jati dirinya melalui ajaran agama adalah hal positif yang harus ditindaklanjuti secara arif nan bijaksana. Karena seandainya para pemuka agama, organisasi keagamaan semisalnya Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah serta pemerintah yang membidani departemen ini (Kementrian Agama) lalai dengan memberikan pelayanan yang keliru, bisa jadi para mualaf itu akan mencari sendiri pemahaman keagamaannya. Jika ini terjadi, bisa jadi proses pencarian mereka ternyata ada kekeliruan. Dengan proses yang kurang tepat, bisa jadi yang terkonstruksi di kepala dan keyakinan mereka adalah pemahaman terhadap agama yang salah. Bila ini terjadi, maka preseden buruk bagi masa depan agama yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan ini.
    Karenanya, tugas mulia bagi tokoh, lembaga dan pemerintah cukup berat dalam mengarahkan pemahaman keagamaan para umatnya. Karena ditengah ketidakpercayaan manusia kepada modernisme untuk menjawab berbagai tantangan dunia yang kian kompleks, maka sebagian ada yang menemukan penyelesaian problematika kemasyarakatan itu dengan menggunakan pendekatan keagamaan. Inilah tantangan terberat bagi kita, insan beragama. Bila tugas mulia ini gagal kita selesaikan dengan elegan, bukan tidak mungkin ketidakpercayaan manusia kepada gagalnya modernisme juga akan dialamatkan kepada agama Islam.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Dialog Problematika Umat Mahakarya Syaikhuna KH. MA. Sahal Mahfudh || Jalan. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    9 min
  • Tadarus Buku 80 : Mandi Keramas Bolehkah?
    Tadarus Buku 80 : Mandi Keramas Bolehkah?
    Banyak kalangan memprediksikan bahwa pada abad ini ada trend kebangkitan kesadaran dalam beragama. Ghirah (semangat) untuk menemukan nuansa baru dari pencarian esensi hidup selama didunia melalui pintu agama sangatlah menggembirakan. Dalam agama Islam di semua lapisan masyarakat, kecenderungan itu secara kuantitas dapat kita rasakan. Banyak kalangan yang dulunya asing dengan ajaran luhur itu, perlahan tapi pasti akibatnya masuk dalam kedamaian yang ditawarkan agama mayoritas ini.
    Belum lagi kalangan yang sudah (akrab) dengan Islam yang diyakininya, berusaha (naik kelas) menuju penampilan dan pemahaman yang lebih baik dari sebelumnya.
    Karena itulah kita harus menangkap kegairahan itu dengan menjadi pelayan umat secara baik. Jangan sampai, keinginan baik masyarakat itu tidak mendapat respons yang memadai dari berbagai kalangan, utamanya pihak yang bertanggung jawab akan hal itu.
    Kesadaran para anggota masyarakat untuk menemukan jati dirinya melalui ajaran agama adalah hal positif yang harus ditindaklanjuti secara arif nan bijaksana. Karena seandainya para pemuka agama, organisasi keagamaan semisalnya Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah serta pemerintah yang membidani departemen ini (Kementrian Agama) lalai dengan memberikan pelayanan yang keliru, bisa jadi para mualaf itu akan mencari sendiri pemahaman keagamaannya. Jika ini terjadi, bisa jadi proses pencarian mereka ternyata ada kekeliruan. Dengan proses yang kurang tepat, bisa jadi yang terkonstruksi di kepala dan keyakinan mereka adalah pemahaman terhadap agama yang salah. Bila ini terjadi, maka preseden buruk bagi masa depan agama yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan ini.
    Karenanya, tugas mulia bagi tokoh, lembaga dan pemerintah cukup berat dalam mengarahkan pemahaman keagamaan para umatnya. Karena ditengah ketidakpercayaan manusia kepada modernisme untuk menjawab berbagai tantangan dunia yang kian kompleks, maka sebagian ada yang menemukan penyelesaian problematika kemasyarakatan itu dengan menggunakan pendekatan keagamaan. Inilah tantangan terberat bagi kita, insan beragama. Bila tugas mulia ini gagal kita selesaikan dengan elegan, bukan tidak mungkin ketidakpercayaan manusia kepada gagalnya modernisme juga akan dialamatkan kepada agama Islam.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Dialog Problematika Umat Mahakarya Syaikhuna KH. MA. Sahal Mahfudh || Jalan. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    5 min
  • Tadarus Buku 79 : Menyentuh Istri Batalkan Wudhu?
    Tadarus Buku 79 : Menyentuh Istri Batalkan Wudhu?
    Banyak kalangan memprediksikan bahwa pada abad ini ada trend kebangkitan kesadaran dalam beragama. Ghirah (semangat) untuk menemukan nuansa baru dari pencarian esensi hidup selama didunia melalui pintu agama sangatlah menggembirakan. Dalam agama Islam di semua lapisan masyarakat, kecenderungan itu secara kuantitas dapat kita rasakan. Banyak kalangan yang dulunya asing dengan ajaran luhur itu, perlahan tapi pasti akibatnya masuk dalam kedamaian yang ditawarkan agama mayoritas ini.
    Belum lagi kalangan yang sudah (akrab) dengan Islam yang diyakininya, berusaha (naik kelas) menuju penampilan dan pemahaman yang lebih baik dari sebelumnya.
    Karena itulah kita harus menangkap kegairahan itu dengan menjadi pelayan umat secara baik. Jangan sampai, keinginan baik masyarakat itu tidak mendapat respons yang memadai dari berbagai kalangan, utamanya pihak yang bertanggung jawab akan hal itu.
    Kesadaran para anggota masyarakat untuk menemukan jati dirinya melalui ajaran agama adalah hal positif yang harus ditindaklanjuti secara arif nan bijaksana. Karena seandainya para pemuka agama, organisasi keagamaan semisalnya Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah serta pemerintah yang membidani departemen ini (Kementrian Agama) lalai dengan memberikan pelayanan yang keliru, bisa jadi para mualaf itu akan mencari sendiri pemahaman keagamaannya. Jika ini terjadi, bisa jadi proses pencarian mereka ternyata ada kekeliruan. Dengan proses yang kurang tepat, bisa jadi yang terkonstruksi di kepala dan keyakinan mereka adalah pemahaman terhadap agama yang salah. Bila ini terjadi, maka preseden buruk bagi masa depan agama yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan ini.
    Karenanya, tugas mulia bagi tokoh, lembaga dan pemerintah cukup berat dalam mengarahkan pemahaman keagamaan para umatnya. Karena ditengah ketidakpercayaan manusia kepada modernisme untuk menjawab berbagai tantangan dunia yang kian kompleks, maka sebagian ada yang menemukan penyelesaian problematika kemasyarakatan itu dengan menggunakan pendekatan keagamaan. Inilah tantangan terberat bagi kita, insan beragama. Bila tugas mulia ini gagal kita selesaikan dengan elegan, bukan tidak mungkin ketidakpercayaan manusia kepada gagalnya modernisme juga akan dialamatkan kepada agama Islam.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Dialog Problematika Umat Mahakarya Syaikhuna KH. MA. Sahal Mahfudh || Jalan. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    10 min
  • Tadarus Buku 78 : Berbicara Membatalkan Wudhu?
    Tadarus Buku 78 : Berbicara Membatalkan Wudhu?
    Banyak kalangan memprediksikan bahwa pada abad ini ada trend kebangkitan kesadaran dalam beragama. Ghirah (semangat) untuk menemukan nuansa baru dari pencarian esensi hidup selama didunia melalui pintu agama sangatlah menggembirakan. Dalam agama Islam di semua lapisan masyarakat, kecenderungan itu secara kuantitas dapat kita rasakan. Banyak kalangan yang dulunya asing dengan ajaran luhur itu, perlahan tapi pasti akibatnya masuk dalam kedamaian yang ditawarkan agama mayoritas ini.
    Belum lagi kalangan yang sudah (akrab) dengan Islam yang diyakininya, berusaha (naik kelas) menuju penampilan dan pemahaman yang lebih baik dari sebelumnya.
    Karena itulah kita harus menangkap kegairahan itu dengan menjadi pelayan umat secara baik. Jangan sampai, keinginan baik masyarakat itu tidak mendapat respons yang memadai dari berbagai kalangan, utamanya pihak yang bertanggung jawab akan hal itu.
    Kesadaran para anggota masyarakat untuk menemukan jati dirinya melalui ajaran agama adalah hal positif yang harus ditindaklanjuti secara arif nan bijaksana. Karena seandainya para pemuka agama, organisasi keagamaan semisalnya Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah serta pemerintah yang membidani departemen ini (Kementrian Agama) lalai dengan memberikan pelayanan yang keliru, bisa jadi para mualaf itu akan mencari sendiri pemahaman keagamaannya. Jika ini terjadi, bisa jadi proses pencarian mereka ternyata ada kekeliruan. Dengan proses yang kurang tepat, bisa jadi yang terkonstruksi di kepala dan keyakinan mereka adalah pemahaman terhadap agama yang salah. Bila ini terjadi, maka preseden buruk bagi masa depan agama yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan ini.
    Karenanya, tugas mulia bagi tokoh, lembaga dan pemerintah cukup berat dalam mengarahkan pemahaman keagamaan para umatnya. Karena ditengah ketidakpercayaan manusia kepada modernisme untuk menjawab berbagai tantangan dunia yang kian kompleks, maka sebagian ada yang menemukan penyelesaian problematika kemasyarakatan itu dengan menggunakan pendekatan keagamaan. Inilah tantangan terberat bagi kita, insan beragama. Bila tugas mulia ini gagal kita selesaikan dengan elegan, bukan tidak mungkin ketidakpercayaan manusia kepada gagalnya modernisme juga akan dialamatkan kepada agama Islam.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Dialog Problematika Umat Mahakarya Syaikhuna KH. MA. Sahal Mahfudh || Jalan. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    4 min
  • Tadarus Buku 77 : Tayamum dan Shalat di Pesawat
    Tadarus Buku 77 : Tayamum dan Shalat di Pesawat
    Banyak kalangan memprediksikan bahwa pada abad ini ada trend kebangkitan kesadaran dalam beragama. Ghirah (semangat) untuk menemukan nuansa baru dari pencarian esensi hidup selama didunia melalui pintu agama sangatlah menggembirakan. Dalam agama Islam di semua lapisan masyarakat, kecenderungan itu secara kuantitas dapat kita rasakan. Banyak kalangan yang dulunya asing dengan ajaran luhur itu, perlahan tapi pasti akibatnya masuk dalam kedamaian yang ditawarkan agama mayoritas ini.
    Belum lagi kalangan yang sudah (akrab) dengan Islam yang diyakininya, berusaha (naik kelas) menuju penampilan dan pemahaman yang lebih baik dari sebelumnya.
    Karena itulah kita harus menangkap kegairahan itu dengan menjadi pelayan umat secara baik. Jangan sampai, keinginan baik masyarakat itu tidak mendapat respons yang memadai dari berbagai kalangan, utamanya pihak yang bertanggung jawab akan hal itu.
    Kesadaran para anggota masyarakat untuk menemukan jati dirinya melalui ajaran agama adalah hal positif yang harus ditindaklanjuti secara arif nan bijaksana. Karena seandainya para pemuka agama, organisasi keagamaan semisalnya Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah serta pemerintah yang membidani departemen ini (Kementrian Agama) lalai dengan memberikan pelayanan yang keliru, bisa jadi para mualaf itu akan mencari sendiri pemahaman keagamaannya. Jika ini terjadi, bisa jadi proses pencarian mereka ternyata ada kekeliruan. Dengan proses yang kurang tepat, bisa jadi yang terkonstruksi di kepala dan keyakinan mereka adalah pemahaman terhadap agama yang salah. Bila ini terjadi, maka preseden buruk bagi masa depan agama yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan ini.
    Karenanya, tugas mulia bagi tokoh, lembaga dan pemerintah cukup berat dalam mengarahkan pemahaman keagamaan para umatnya. Karena ditengah ketidakpercayaan manusia kepada modernisme untuk menjawab berbagai tantangan dunia yang kian kompleks, maka sebagian ada yang menemukan penyelesaian problematika kemasyarakatan itu dengan menggunakan pendekatan keagamaan. Inilah tantangan terberat bagi kita, insan beragama. Bila tugas mulia ini gagal kita selesaikan dengan elegan, bukan tidak mungkin ketidakpercayaan manusia kepada gagalnya modernisme juga akan dialamatkan kepada agama Islam.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Dialog Problematika Umat Mahakarya Syaikhuna KH. MA. Sahal Mahfudh || Jalan. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    8 min
  • Tadarus Buku 76 : Nabi Mendapat Bimbingan Gusti Allah SWT
    Tadarus Buku 76 : Nabi Mendapat Bimbingan Gusti Allah SWT || MUKADDIMAH
    Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta. Semoga salawat dan salam selalu tercurah bagi Nabi Muhammad saw. beserta para keluarga dan sahabat beliau, serta para pengikut di jalan kebaikan hingga hari kebangkitan.
    Sebenarnya sejarah Nabi Muhammad adalah suatu madrasah yang pertama dimasuki oleh penulis kitab ini (Abul Hassan Ali An-Nadwi semasa beliau masih kecil). Keadaan sedemikian itu jarang terjadi di kalangan anak kecil. Namun karena miliu (keadaan) keluarga penulis itulah yang mendorong anak-anak kecil untuk menjadikan sejarah hidup Nabi sebagai pengetahuan pokok yang harus diketahui oleh mereka sejak kecil.
    Sirah (biografi Nabi) telah menjadi unsur yang menjadi dasar pendidikan di kalangan keluarga dan anak-anak yang tinggal di rumah. Satu perpustakaan yang sederhana terdiri dari berbagai kitab yang berpindah dari tangan ke tangan yang lain. Selain itu penulis juga banyak mendapatkan pengarahan dari kakaknya yang tertua yang bernama As Sayid Abdul Ali Al-Hasani.
    Sejak kecil penulis telah banyak membaca sejarah hidup Nabi Muhammad dan berbagai kitab yang tertulis dalam bahasa Urdhu - bahasa Muslimin India -. Dalam bahasa Urdhu banyak ditulis sejarah kehidupan Nabi Muhammad. Terutama sekali pada akhir-akhir ini sejarah Nabi yang ditulis dalam bahasa Urdhu merupakan bahasa yang paling kuat dan menarik sesudah bahasa Arab.
    Kemudian setelah penulis banyak memahami bahasa Arab penulis mulai mengkaji beberapa kitab yang membahas tentang sejarah Nabi Muhammad. Terutama sekali kitab As-Shiratun Nabawiah oleh Ibnu Hisyam dan kitab Zaadul Ma'aad oleh Ibnul Oayim Al Jauzi. Kedua kitab tersebut bukan hanya dikaji dan dipahami saja, bahkan penulis menyelami benar-benar akan hikmat kandungan sejarah Nabi Muhammad. Penulis meresapi arti keimanan dengan kedua kitab tersebut. Sehingga setiap kali penulis menulis maupun berpidato kandungan sejarah Nabi Muhammad yang terdapat dalam kedua kitab tersebut selalu memberikan inspirasi baginya setelah Al-Qu'ran. Selanjutnya penulis memperluas pendalaman sejarah Nabi Muhammad dari beberapa buku, baik karangan zaman kuno maupun yang dikarang di abad modern, baik yang berbahasa Arab maupun yang ditulis dalam bahasa asing. Pokoknya penulis selalu berusaha untuk lebih memperluas pengetahuannya tentang sejarah Nabi kemudian menjadikan kandungan sejarah Nabi itu sebagai standard inspirasi bagi semua tulisan dan ceramah penulis. Penulis mengumpulkan beberapa ceramah dan tulisan tentang kehebatan sejarah Nabi Muhammad dalam buku yang bernama “At Thariq Ilal Madinah”. Kitab tersebut telah dicetak ulang sebanyak tiga kali di Madinah, Lucknow dan Damascus.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh
    Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq
    Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || as-Sirah an-Nabawiyyah, Riwayat Hidup Rasulullah SAW || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    19 min
  • Tadarus Buku 75: Krapyak
    Tadarus Buku 75: Krapyak || Ia lahir dengan darah biru, tumbuh dalam asuhan cinta ayah-bunda. Saat masih belia, sang ayah meninggalkannya selamanya. Masa nakal remajanya berakhir ketika ia pergi ke Yogyakarta, tanah rantau pertamanya. Ke Universitas Al-Azhar, Mesir, ia melanjutkan kembaranya.
    Tetapi ia kecewa, Mesir tak kuasa menawarkan dahaga pengetahuannya. Ia lantas berkelana ke Baghdad dan memperoleh gelar akademik di sana. Seperti meneguk air samudra, dahaganya semakin parah. Belanda, Jerman, dan Prancis menjadi tujuan berikutnya. Untuk bertahan hidup di Benua Biru ia menjadi buruh kasar dengan upah secukupnya. Siapa sangka kelak ia menjadi orang nomor satu di Indonesia?
    Peci Miring berkisah tentang kehidupan Gus Dur, salah satu sosok terpenting dalam sejarah Nusantara yang bergelimang kontroversi, sederhana tetapi rumit, banyak dipuji sekaligus dibenci. Novel ini merangkai perca-perca cerita tentang kembara sang guru bangsa sejak kelahirannya hingga terdampar di negeri-negeri asing, mengetuk banyak pintu untuk sampai pada pintu sunyinya sendiri.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Peci Miring Novel Biografi Gus, Aguk Irawan || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    21 min

About Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

From the publisher's feed

Kumpulan rekaman tadarus buku, kajian-kajian keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan serta kisah inspiratif yang diadakan Platform Podcast Taufik Hidayat at-Tanari | Alamat: Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota. Serang - Banten Kode Pos 42126 | Telepon/WhatsApp : 087774515600