Masker, kata Lis Safitri di buku Faith & Pandemic, sering digunakan sebagai mini niqab oleh Muslimah yang ingin bercadar tetapi khawatir ditolak secara sosial. Sebagaimana kita ketahui, tren niqab (cadar) relatif menguat dalam 10 tahunan terakhir, dalam satu dan lain hal beriringan dengan apa yang disebut sebagai “hijab syar’i”, dan kerap dilihat sebagai indikasi ultra-konservatisme Islam yang karenanya, kadang disimplifikasi sebagai “pintu masuk radikalisme”. Muslimah yang bercadar, dengan demikian, kerap mengalami stigmatisasi sebagai terduga Muslim radikal atau bahkan teroris. Itu sebabnya ketika anjuran bermasker muncul, kontra narasi mengemuka: dulu cadar dilarang, sekarang pada pakai masker! Ikuti kajian keislaman di Podcastren: Facebook: bit.ly/kajianpodcastren Spotify: bit.ly/dengerinpodcastren Instagram: https://www.instagram.com/podcastren/ #podcastren #faithandpandemic #niqab