Kiprah mahasiswa kritis dekade 80-an dan 90-an, mesti diakui, berperan penting dalam membidani lahirnya gelombang perlawanan mahasiswa tahun 1998. Tumbangnya kekuasaan Orde Baru pada Mei 1998 tidak bisa dilepaskan dari kiprah kelompok minoritas dari lingkungan kampus ini, yang peduli politik dalam iklim alergi politik, yang berani melawan rezim represif saat kebanyakan orang dicengkeram rasa takut pada dekade 80-an dan 90-an.
Minoritas mahasiswa inilah sesungguhnya “anak-anak ajaib dalam politik” pada Reformasi ’98. Minoritas mahasiswa ini adalah juga “anak-anak ajaib dalam politik” pada jaman Orba, khususnya pada dua dasawarsa terakhir kekuasaan Orba.