Truth Daily Enlightenment

Pola Jemaat Membangun Diri


Listen Later

Umat Perjanjian Baru adalah umat yang akan mewarisi Kerajaan Surga, yang pikirannya harus tertuju kepada perkara-perkara yang “di atas” bukan yang di bumi. Panggilan umat Tuhan hanya satu, yaitu mengumpulkan harta di surga bukan di bumi. Pemenuhan kebutuhan jasmani harus diajarkan sebagai hal yang tidak rumit. Solusinya harus ditemukan sendiri dalam kehidupan dengan kerja keras dan sikap bertanggung jawab (Tuhan pasti berkati), bukan dengan doa dan mukjizat Tuhan. Doa adalah dialog, bukan sekadar permintaan. Doa dan pelayanan pelayan Tuhan tidak ada artinya kalau jemaat tidak bertobat, kerja keras dan bertanggung jawab hidup. Apa yang ditabur masing-masing pribadi akan dituainya. Di sini yang sangat penting adalah jemaat diajar bagaimana menabur dengan baik. Bukan menabur uang, tetapi menabur dalam roh, yaitu perbuatan sesuai dengan Roh Kudus (Gal. 6:8). Prinsip tabur tuai ini tidak boleh diisi dengan isi yang berbeda dengan konteks Alkitab, atau apa yang dimaksud oleh Alkitab. Pengajaran yang mengajarkan bahwa jemaat kalau memberi mendapat imbalan, bahkan berkali lipat, merupakan ajaran yang tidak membangun sikap hati yang benar di hadapan Tuhan.
Gereja tidak boleh merangsang jemaat untuk memperoleh sebanyak-banyaknya dari apa yang disediakan dunia ini dan memberi kesan bahwa ingin kaya itu diperbolehkan. Kenyataan ini tidak dapat dibantah dengan bukti nyata seperti yang kita saksikan di banyak gereja. Mereka mengajarkan doa Yabes agar Tuhan meluaskan tanah dan memberkati umat dengan berkat yang berlimpah. Doa Yabes akan sangat efektif pada zamannya, yaitu jaman Perjanjian lama di mana pola pikir bangsa Israel atau umat Perjanjian Lama terfokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Yang dipahami oleh mereka adalah mengenai berkat adalah tanah di dunia yang berlimpah susu dan madu. Tetapi anak-anak Allah dipanggil untuk mewarisi langit baru dan bumi yang baru. Oleh sebab itu doa yang diajarkan adalah Doa Bapa Kami: Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Mat. 6:11). Di sini kita menemukan prinsip bahwa “makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”.
Jemaat harus puas berkenaan dengan kebutuhan jasmani, tetapi selalu haus dan lapar akan kebenaran. Tanpa merasa puas dan cukup dengan apa yang ada, maka jemaat tidak akan mencari Tuhan dengan benar. Ingat! Ibadah harus disertai rasa cukup (1Tim. 6:6). Mengikut Tuhan Yesus harus berani seperti Tuhan Yesus, yaitu tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Luk. 9:58). Ini bukan berarti membuat orang percaya menjadi miskin. Justru ketika seseorang tidak melekatkan hatinya kepada kekayaan dunia ini, maka Tuhan dapat memercayakan hal-hal yang besar dari Dia untuk kemuliaan-Nya. Orang percaya yang memiliki sikap hati yang benar pasti rajin bekerja, jujur, dan produktif, sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain atau tidak menjadi benalu bagi sesamanya, tetapi menjadi berkat bagi banyak orang.
Dengan kehausan dan kelaparan akan kebenaran, jemaat terpacu atau terdorong untuk bertumbuh dalam mengenal kebenaran dan mengenakan kebenaran sebagai bagian dari proses “kloning”. Proses kloning di sini adalah pelatihan yang Tuhan lakukan agar anak-anak-Nya bisa berkata: hidupku bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:19-20). Inilah sebenarnya tujuan inti pelayanan, setiap individu dikuasai oleh Kristus, sehingga kehidupan Kristus nyata dalam hidup mereka. Dengan demikian gereja memproduksi manusia-manusia seperti Kristus. Dalam hal ini keberhasilan gereja adalah melahirkan orang-orang yang berkarakter Kristus.
Gereja menjadi “Sekolah Alkitab” yang mendidik jemaat menjadi pelayan-pelayan Tuhan, hasil dari pendewasaan dan peragaan pribadi Kristus. Seluruh kegiatan gereja harus memiliki jiwa ini, inilah esensi pelayanan. Untuk menyelenggarakan hal ini hamba atau pelayan Tuhan harus masuk proses kloning terlebih dahulu, dengan demikian  seorang pelayan Tuhan bisa berdampak atau mengimpartasi “jiwa atau semangat hamba Kristus” kepa...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings