Truth Daily Enlightenment

Praktik Perdukunan Di Dalam Gereja


Listen Later

Kalau dikatakan bahwa ada praktik perdukunan di dalam banyak gereja, maksudnya bukan menuduh gereja-gereja itu menggunakan kuasa kegelapan atau Setan, seperti praktik-praktik perdukunan di luar gereja. Praktik perdukunan di dalam gereja maksudnya gereja menggelar praktik pelayanan yang mekanismenya seperti yang terjadi dalam praktik perdukunan di luar gereja. Bedanya kalau mereka menggunakan kuasa kegelapan, tetapi di gereja menggunakan kuasa Tuhan.  Gereja-gereja yang mempraktikkan hal tersebut menampilkan sosok Yesus yang peduli dengan persoalan-persoalan jemaat. Khususnya masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani. Dengan berbekal kuasa nama Yesus, pendeta-pendeta tersebut menjanjikan penyelesaian masalah yang dihadapi jemaat, dari masalah ekonomi, bisnis, kesehatan, jodoh, keinginan memiliki keturunan, dan lain sebagainya.
Praktik gereja-gereja tersebut sama dengan praktik perdukunan. Bila seseorang datang ke dukun hendak mendapat berkah (jodoh, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya), pasien tidak perlu mengenal sang dukun atau kuasa kegelapan yang menunggangginya. Yang penting mereka membawa “ayam hitam dan kembang tujuh rupa”. Setelah sesajen terpenuhi, maka cukuplah itu untuk mendapatkan berkah. Dukun juga tidak perlu mencampuri kehidupan keseharian pasien. Sang dukun akan bertanya: “Apa yang kamu inginkan?” atau “apa yang saya bisa lakukan untuk anda?”, kemudian pasien akan mengungkapkan masalah yang dihadapi. Pasien datang ke dukun hanya membawa masalah yang menyangkut kebutuhan jasmani.
Gereja yang melakukan praktik perdukunan memperkenalkan Yesus sebagai sosok yang dapat diajak peduli dengan persoalan pemenuhan kebutuhan jasmani. Praktik ini melahirkan Yesus yang lain. Yesus yang lain atau Yesus fantasi ini dijadikan komoditi oleh orang-orang yang mengaku “hamba Tuhan”. Tanpa disadari mereka juga mengesankan bahwa Yesus dapat dipengaruhi oleh sosok-sosok “hamba Tuhan” yang mengaku dekat dengan Tuhan dan memiliki karunia serta tempat yang istimewa dari Tuhan.
Harus ditegaskan bahwa Yesus yang sejati tidak bisa disogok dengan pujian, tarian, dan sorak sorai. Dewasa ini, tanpa sadar banyak orang Kristen menghadap Tuhan dengan “ayam hitam itu” dalam bentuk nyanyian, tarian, dan sorak sorai. Pola seperti ini sekarang ini menjamur, ditambah dengan tampilnya “tokoh-tokoh” yang mengaku dapat mewakili Tuhan untuk memberikan berkat, paling tidak menjadikan mereka mediator yang akan mendapat kemudahan dalam menerima berkat Tuhan.
Seharusnya yang digumuli dalam kehidupan jemaat dan gereja adalah kebenaran yang diajarkan Tuhan Yesus untuk dikenakan dalam kehidupan ini. Kebenaran-kebenaran tersebut harus dipahami dengan benar, agar orang percaya mengerti maksud keselamatan diberikan kepada umat pilihan. Keselamatan diberikan agar manusia menemukan maksud dirinya diciptakan oleh Tuhan, atau dikembalikan ke rancangan semula. Kalau seseorang datang ke dukun membawa persoalannya, yang biasanya hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi orang percaya datang kepada Tuhan untuk bertanya: Untuk apa Engkau menciptakan aku? Dan bagaimana seharusnya aku hidup di hadapan-Mu?
Jadi, seharusnya orang datang ke gereja bukan karena masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi untuk menemukan kebenaran-Nya, menjadi manusia sesuai dengan maksud tujuan dirinya diciptakan oleh Tuhan. Hanya orang Kristen baru yang masih memiliki pikiran orang yang tidak mengenal Allah, datang ke gereja hanya karena membutuhkan pertolongan menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan jasmani. Tapi setelah mereka menjadi dewasa, mereka harus mengerti maksud keselamatan dalam Yesus Kristus.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings