Truth Daily Enlightenment

PROSES BERTAHAP


Listen Later

Kalau seseorang berpandangan bahwa Allah secara sepihak menentukan keselamatan seseorang di luar kesadaran, maka ada kecenderungan orang tersebut tidak memahami kenyataan bahwa Allah bekerja melalui proses yang bertahap dengan melibatkan masing-masing individu. Ketika Allah menciptakan manusia, tidak dikatakan bahwa manusia adalah manusia yang sempurna. Sebab kalau manusia berkeadaan sempurna, berarti manusia tidak bisa berbuat dosa, dan tidak perlu proses pertumbuhan atau perubahan lagi. Itulah sebabnya—walaupun Allah merancang manusia untuk dapat berkeadaan segambar dan serupa dengan Dia (Kej. 1:26)—namun faktanya dalam Kejadian 1:27, Allah menciptakan manusia hanya menurut gambar-Nya. Adapun “rupa” manusia harus diperjuangkan oleh manusia itu sendiri. Dari kenyataan bahwa bumi berkeadaan harus dikembangkan (Kej. 1:28-29)—dan dalam penciptaan, Allah menciptakan dengan proses tahapan-tahapan—maka manusia secara individu juga harus mengembangkan diri sedemikian rupa secara bertahap pula, khususnya potensi moralnya.
Potensi moral artinya bahwa manusia dapat mengembangkan diri dan dapat memiliki moral yang semakin sempurna seperti Allah, Penciptanya. Melalui perjalanan waktu, manusia dapat menjadi dewasa dan lebih bijaksana. Seandainya manusia dapat melampaui cobaan di Taman Eden, manusia menjadi serupa dengan Allah Bapa, maksudnya dalam segala sesuatu yang manusia kehendaki dan lakukan selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Mestinya, melalui proses bertahap Adam mengalami progresivitas. Mestinya, melalui berjalannya waktu, Adam dapat menjadi sempurna. Tetapi ternyata Adam gagal. Kejatuhan Adam tidak dirancang oleh Allah. Sejatinya, Allah menghendaki manusia dapat menjadi teman atau sahabat, sekutu-Nya di keabadian yang selalu melakukan kehendak-Nya.
Melalui keselamatan dalam Yesus Kristus, orang percaya dapat mengalami proses pendewasaan menuju kesempurnaan seperti Bapa, atau keserupaan dengan Kristus. Itulah sebabnya, orang percaya harus dimuridkan (Mat. 28:18-20). Pemuridan adalah perjalanan panjang dalam kehidupan orang percaya untuk belajar mengenakan kehidupan Yesus di dalam dirinya. Ini adalah pergumulan untuk dapat menjadi manusia yang sesuai dengan rancangan Allah semula. Hal tersebut sama dengan proses transformasi yang dikemukakan Paulus dalam Roma 12:2, yaitu proses perubahan secara mendasar dalam kehidupan orang percaya. Perubahan itu bukan hanya membuat seseorang menjadi baik secara moral agama, melainkan juga mengalami perubahan kodrat. Mereka yang dipilih menjadi umat Allah artinya diberi kesempatan mendengar Injil, harus memasuki proses keselamatan dengan meninggalkan percintaan dunia dan keterikatannya dengan dosa.
Menimbang kemuliaan yang tiada tara yang akan diterima orang percaya, pantaslah kalau orang percaya dituntut untuk melepaskan beban dan dosa (Ibr. 12:1). Orang percaya harus fokus kepada perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Mat. 6:19-22; Kol. 3:1-4). Pantaslah Tuhan menyatakan bahwa kalau seseorang masih terikat dengan harta dunia, ia tidak akan mengerti Firman Tuhan (Luk. 16:11). Pantaslah juga kalau Tuhan menyatakan bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yak. 4:4). Manusia yang memberi diri untuk diselamatkan adalah manusia yang berani melepaskan diri dari segala milik, agar dapat dimuridkan atau didewasakan, supaya bisa mengalami perubahan kodrat. Manusia yang tidak bisa diubah seperti yang Allah kehendaki adalah manusia yang tidak selamat (Mat. 18:3). Orang percaya tidak boleh mengingini dunia ini. Kalau kita bekerja mencari nafkah, sebab kita sedang mewujudkan rencana Allah dalam hidup kita secara pribadi dan orang lain yang memberi diri diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Pandangan bahwa Allah secara sepihak menentukan keselamatan seseorang di luar kesadaran orang tersebut menciptakan kecenderungan tidak memahami kenyataan betapa beratnya mencapai target keselamatan yang Allah kehendaki,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings