Bring back the 90’s mungkin menjadi kalimat yang sangat tepat untuk mewakili episode kali ini.
Aan Handiyanto atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan Aan, adalah sosok yang sangat
identik dengan skena musik kota Bandung di era 90-an. Bersama band Oi! Music yang ia
Berawal dari menjadi salah satu crew band punk n skin asal kota Bandung yaitu Runtah, Aan
semakin terpacu untuk menjadikan Skinhead sebagai way of life. Informasi memang menjadi
sesuatu yang sangat sulit didapatkan pada saat itu, bertukar informasi, rilisan fisik dan etos do it
your self menjadi suatu kemandirian dari orang-orang yang berkecimpung dalam skena musik.
Selain daripada itu Aan juga memiliki campaign yang selalu ia galang yaitu “Hate The Hate”.
Aan sendiri membenci sesuatu yang berbau kebencian, campaign ini pun sangat relevan dan
berkesinambungan dengan realita yang ada hingga saat ini. Sepak bola menjadi sesuatu yang
menjadi pemicu dari perpecahan dalam dunia musik hingga saat ini.
Kali ini Rambo dan Phey menyuguhkan perbincangan yang sangat menarik mulai dari apa itu
skinhead, campaign hate the hate dan sudut pandang Aan dalam menafsirkan perpecahan dalam
dunia sepak bola dijelaskan secara gamblang disini Apa saja yang Aan, Phey
dan Rambo perbincangkan dalam episode Prung Station kali ini? Jangan sampai terlewat info
yang kami sajikan saat ini dan tonton sampe beres!
---
Send in a voice message: https://anchor.fm/prungstation/message