'Akar Kemerdekaan'
Penjajah hengkang dari bumi Pertiwi.
Senjata bubuk mesiu telah mereka bawa pergi.
Jejak kaki mereka dengan lamban menghilang,
Berlayar bersama kapal dan mulai beranjak terbawa angin.
Darat mulai berkobar, Saat itu seorang pemuda mengatakan bahwa kemerdekaan telah berhasil diraih.
Jauh dari hari kemerdekaan itu,
Sebelumnya,,
Banyak jiwa terantai nafsu, semangatnya berkobar memberi pertanda perjuangan tanpa batas.
Seorang pemuda gerilyawan turut aksi dalam perjuangan. Ia, diantara banyak sekaaali pejuang di masa itu, telah menyimpan ujung akar kemerdekaan dalam perjuangan.
Ia meyakini, bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa berurat dan berakar pada perjuangan Islam.
Ingatkah dengan perang Sabil rakyat Aceh?
Bagaimana dengan keberanian mereka?
Hingga Belanda mulai getirrr, dan uang mereka terkuras menipis.
Perjuangan luar biasa menampakkan cermin dua kaca. Satu sisi memantulkan perjuangan atas nama keadilan horizontal. Dan satu sisi memantulkan perjuangan vertikal, atas nama Islam.
Kau tau? Hal yang sama juga tercermin di wajah Diponegoro.
Lalu, sudah adakah sepotong bagian yang kau ambil saat ini?
Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan, dan telah membagikan bumi diantara manusia, begitupun dia memberi lautan sebagai milik bersama. Tidak pernah kami mendengar bahwa pelayaran di lautan dilarang bagi seseorang. Jika engkau melakukan larangan itu, berarti engkau seolah olah mengambil roti dari mulut orang lain.
(Sewang, Ahmad M. 2005. Islamisasi kerjasama Gowa abad XVI sampai abad XVII Jakarta. Yayasan obor Indonesia)