Truth Daily Enlightenment

PUTUS HUBUNGAN DENGAN DUNIA


Listen Later

Ketika murid-murid minta diajari berdoa oleh Yesus, Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami. Dalam Doa Bapa Kami termuat kalimat, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat. 6:10). Kalimat ini merupakan panggilan untuk hidup di dalam pemerintahan Allah, yang sama dengan hidup berpusat pada Allah atau menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan. Dalam kalimat tersebut, Yesus mengajarkan bagaimana seseorang memiliki kehidupan yang teosentris; berpusat pada Allah. Oleh sebab itu, hendaknya orang percaya atau umat Perjanjian Baru tidak memandang dan menggunakan Doa Yabes—dan doa tokoh mana pun—sebagai pola doa dan pola kehidupan. Harus disadari bahwa Yesus tidak mengajarkan Doa Yabes atau doa tokoh iman lainnya. Kalau Doa Yabes itu penting, tentulah Yesus mengajarkannya juga kepada murid-murid-Nya. Doa Yabes memang tidak membuat seseorang menjadi murtad atau jahat, tetapi tidak membawa orang percaya kepada standar umat Perjanjian Baru.
 
Orang percaya harus menghayati bahwa mereka adalah bagian dari diri Allah, karena kita adalah anak-anak-Nya. Itulah sebabnya, ketika orang percaya dianiaya oleh Saulus, Yesus berkata kepada Saulus, “Mengapa engkau menganiaya Aku?” Kita adalah bagian dari Allah—dalam pengertian bahwa kita memiliki tempat di hati Allah. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Kita adalah orang-orang yang sudah bebas dari kutuk atau hukuman. Dengan hal ini, berkat yang sesungguhnya bukan lagi bicara mengenai harta materi dunia. Sebab, kalau kita melihat hidup Paulus, dia tidak mempunyai harta sedikit pun, rumah pun dia tidak punya. Dia seperti “gelandangan” karena dia mencontoh Gurunya yang prinsip hidup-Nya adalah: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Mat. 8:20). Bagi orang percaya, kekayaan dunia telah diturunkan dari takhtanya. Orang percaya harus memikirkan perkara-perkara yang di atas saja. Sedangkan Doa Yabes adalah doa yang orientasinya masih pada pemenuhan kebutuhan jasmani.
 
Ketika Doa Yabes diajarkan kepada jemaat, fokus hidup mereka menjadi tidak tertuju kepada Kerajaan Allah, jemaat tidak lagi berpusat atau tidak ber-“episentrum kepada Allah.” Doa Yabes berorientasi pada kehidupan di bumi ini. Padahal, Yesus mengajarkan kita untuk mencari Kerajaan Allah, mengumpulkan harta di surga, dan memindahkan hati ke surga (Mat. 6:21). Paulus, oleh ilham Roh mengatakan agar orang percaya memikirkan perkara-perkara yang di atas dan mencari perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Oleh sebab itu, orang percaya harus berani meninggalkan kesenangan dunia atau percintaan dunia. Seseorang yang mencintai dunia akan menjadikan dirinya musuh Allah. Orang percaya harus berani “putus hubungan” dengan dunia. Kita harus berani “dhel,” yang artinya memotong atau memenggal sesuatu dengan cepat tanpa ragu-ragu. Pemenggalan tersebut membuat dua bagian yang terpenggal tidak lagi terhubung sama sekali.
 Untuk melakukan tindakan “dhel,” diperlukan keberanian. Keberanian kehilangan segala sesuatu ini disaksikan oleh Paulus dalam hidupnya melalui tulisannya di Filipi 3:7-8 sebagai berikut: Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. Dalam Doa Bapa Kami, kalimat “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga,” adalah kalimat doa yang membawa kita kepada kehidupan yang teosentris. Kita harus memerhatikan kata “Kerajaan-Mu,” berarti bukan kerajaan kita sendiri. Demikian pula kalimat “jadilah kehendak-Mu,” bukan “jadilah kehendakku.” Ini adalah ciri-ciri dari orang yang berpusat pada Allah.
 
Di jagat raya ini, ada Entitas yang dahsyat, yang memenuhi jagat raya, yaitu Allah Bapa.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings