Proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau disebut giant sea wall di pesisir utara Jawa akan dikombinasikan dengan tanggul alami seperti hutan mangrove. Hal ini di sempaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pendekatan ini dianggap lebih efektif dan efisien untuk melindungi masyarakat pesisir Pantura Jawa dari ancaman penurunan permukaan tanah dan banjir rob. Selain itu Menko PMK Pratikno menjelaskan, tanggul buatan akan dibangun di area yang kondisi geografisnya sudah sangat buruk dengan di beberapa titik yang belum terlalu parah // mitigasi cukup dilakukan dengan penguatan tanggul pantai atau penanaman mangrove. Proyek strategis ini direncanakan membentang sepanjang 500 kilometer, dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan estimasi anggaran sebesar Rp 1.300 triliun. Yang akan didanai dari dalam negeri dan investasi asing.
Apakah Pembangunan Giant Sea Wall ini efektif untuk menanggulangi Banjir Rob di Pesisi Utara Pulau Jawa ?
Narasumber : Pakar Oseanografi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si.