Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project

By Muhajir ProjectEducation
Download on the App Store

Radio Muhajir Project episodes

  • BATAS TITIK MAKSIMAL (1 menitan)

    Bismillah,

    BATAS TITIK MAKSIMAL (1 menitan)
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek diambil dari Khutbah Jumat
    “Perbaikilah Amalmu”
    https://youtu.be/ZuNAR5V6HMo?si=TgIoZQftDAESQZhL

    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1211. "SETIA KEPADA KELUARGA NABI ﷺ YANG BERIMAN"
    Bismillah,
    1211. SETIA KEPADA KELUARGA NABI ﷺ YANG BERIMAN
    Riyaadhush Shaalihiin
    BAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka
    Hadits ke-350 |
    Dari Yazid bin Hayyan,
    انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم .
    "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
    25 min
  • Kajian Wanita 152. "BERBAHAGIALAH KALIAN!" | Kitab Al-Wabilush Shayyib
    Bismillah,
    152. BERBAHAGIALAH KALIAN!
    Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
    Pasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrik
    Ketika syirik merupakan catatan yang paling agung di sisi Allah di antara tiga catatan tersebut, maka Allah rnengharamkan Surga bagi pelakunya. Tidak akan masuk Surga seorang yang melakukan Surga hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, bertutur kata baik, melaksanakan amanah, menyambung silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua. Siapa saja di antara hamba yang menjadikan kunci yang benar berupa tauhid di dunia ini, kemudian menyusun pada kunci tersebut seperti melaksanakan perintah, maka ia akan datang pada hari Kiamat kelak menuju pintu Surga dan hadir bersamanya kunci Surga itu, yang tidak akan dibuka kecuali dengan kunci itu. Namun siapa yang belum memiliki kunci, maka tidak akan dibukakan baginya pintu Surga. Begitu pula orang yang datang dengan kunci yang tidak memiliki gigi, tidak akan mungkin baginya untuk membuka pintu Surga dengan kunci seperti itu. Adapun gigi-gigi dari kunci tersebut adalah shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kecuali ia mempunyai dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang belum hilang darinya bekas dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan itu di dunia ini dengan taubat dan istighfar, maka sesungguhnya ia dilarang untuk masuk ke dalam Surga sampai ia bersih dari dosa-dosanya. Apabila belum dibersihkan dengan musibah-musibah dan kesulitan-kesulitan yang menimpanya, niscaya ia harus masuk ke dalam neraka terlebih dahulu agar dikeluarkan keburukan yang ada padanya dan bersih dari kotorannya kemudian dikeluarkan dari neraka lalu masuk ke dalam Surga; karena sesungguhnya Surga itu adalah negeri orang-orang baik, tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang baik.
    Alllah Subhanahu wa Ta’ala berfiirman,
    ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
    (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl: 32)
    Juga firman Allah Ta'ala
    وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ
    Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (QS. Az-Zumar: 73)
    Allah, menyebutkan kata ath-tha ib (kebaikan/kebahagiaan) persis setelah (kalimat) masuknya (penghuni Surga) ke dalam Surga dengan menggunakan huruf fa' yang menjelaskan bahwa kebaikan itu merupakan sebab masuk ke dalam Surga. Maksudnya, disebabkan oleh kebaikan kalian, maka dikatakan kepada kalian, "Masuklah kalian ke dalam Surga!"
    55 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1210. MULIAKAN AHLUL BAIT = MULIAKAN RASULULLAH ﷺ
    Bismillah,
    1210. MULIAKAN AHLUL BAIT = MULIAKAN RASULULLAH ﷺ
    Riyaadhush Shaalihiin
    BAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka
    Hadits ke-350 |
    Dari Yazid bin Hayyan,
    انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم .
    "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
    20 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1209. "KELUARGA PALING MULIA"
    Bismillah,
    1209. KELUARGA PALING MULIA
    Riyaadhush Shaalihiin
    BAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka
    Hadits ke-350 | Hadits Yazid bin Hayyan
    Dari Yazid bin Hayyan,
    انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم .
    "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
    22 min
  • 152. KESETIAAN BUKAN FANATIK | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim

    Bismillah,

    152. KESETIAAN BUKAN FANATIK
    Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
    (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
    Karya Ibnul Jama'ah
    Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
    9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
    Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
    Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
    Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Tadzkiratus Saami' Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim bersama,
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah,
    152. KESETIAAN BUKAN FANATIK
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/GtXy1c7SNgc?si=Fxv8m5WvYuaNnkDW

    1 hr 3 min
  • JANGAN SAMPAI MENYESAL (1 menitan)
    Bismillah,
    JANGAN SAMPAI MENYESAL (1 menitan)
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Mutiara hikmah dari kajian kitab Riyadhush Shalihiin:
    801. “Tingginya Bahasa Rasulullah ﷺ”
    https://www.youtube.com/live/mp3-JPFWQM4?si=RMAUw9f_75QVfshC
    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1208. "SULIT JODOH AKIBAT DOSA ORANG TUA KAH?"

    Bismillah,

    1208. SULIT JODOH AKIBAT DOSA ORANG TUA KAH?
    Riyaadhush Shaalihiin
    BAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka
    Tanya Jawab

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1208. SULIT JODOH AKIBAT DOSA ORANG TUA KAH?
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/ej_n-sbhaMg?si=6K4uxbcLcqRgqklS

    35 min
  • KETIKA ISTRI KEPOIN HP SUAMI (1 menitan)

    Bismillah,

    KETIKA ISTRI KEPOIN HP SUAMI (1 menitan)
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim
    150. “Fokus Pada Aib Sendiri = Konsep Kesuksesan”
    https://www.youtube.com/live/Ff8FNFWZJtA?si=AM81AgMWqeZf-TQh

    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1207. "SUDAH TERLAMBATKAH SAYA BERHIJRAH?"
    Bismillah,
    1207. SUDAH TERLAMBATKAH SAYA BERHIJRAH?
    Riyaadhush Shaalihiin
    BAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka
    Hadits ke-350 | Hadits Yazid bin Hayyan
    Dari Yazid bin Hayyan,
    انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم .
    "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
    28 min

About Radio Muhajir Project

From the publisher's feed

Kumpulan Kajian-Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه الله تعالى

More shows like Radio Muhajir Project

Radio Rodja 756 AM by Radio Rodja 756AM

Radio Rodja 756 AM

7 Listeners

MPAQ by MPAQ

MPAQ

1 Listeners

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA by Akhirat Selamanya

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA

0 Listeners

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي by Sheikh Maher Al-Muaiqly

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي

25 Listeners