
Sign up to save your podcasts
Or


Bismillah,
Bismillah,
....
Ketika seorang hamba diuji dengan suatu cobaan, ia akan dibantu dengan prajurit-prajurit, senjata-senjata dan benteng-benteng pertahanan. Dikatakan kepadanya, "Bunuh dan perangilah musuh-mu. Ambillah dari prajurit ini sesuka hatimu; pakailah senjata-senjata ini sesuka hatimu; benteng-benteng pertahanan ini, berlindunglah darinya dengan benteng pertahanan apa pun yang engkau inginkan lalu hubungkanlah dengan kematian, karena urusan ini sangat dekat sementara tenggang waktu penghubungan sangatlah sebentar. Keadaanmu seakan-akan seperti seseorang bersama seorang raja yang agung, sementara utusan-utusannya telah diutus menemuimu lalu mereka memindahkanmu ke negerinya. Engkau telah beristirahat dari jihad ini dan engkau telah dipisahkan dari musuhmu. Engkau diberi kebebasan di negeri yang penuh kemuliaan dan engkau bisa berbuat sesuka hatimu di sana. Musuhmu telah dipenjara di dalam penjara yang begitu ketat penjagaannya, sementara engkau melihatnya dalam penjara yang hampir-hampir saja hendak meninggalkanmu, tetapi ia telah dimasukkan ke dalam penjara dan telah ditutup pintu-pintunya, lalu ia putus asa untuk keluar. Engkau sesuai dengan apa yang diinginkan jiwamu dan disenangi matamu sebagai balasan atas kesabaranmu pada tenggang waktu yang relatif singkat itu, dan engkau senantiasa berada di perbatasan untuk ribath (berjaga-jaga).” Tidaklah yang demikian itu melainkan hanya sekejap waktu dan kemudian berlalu, dan seakan-akan kesulitan itu tidak pernah ada. Apabila jiwa menjadi lemah dari memperhatikan singkatnya waktu dan begitu cepatnya ia berlalu, hendaklah ia mentadabburi firman-firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:
===
Ikuti Kajian Serial Wabilush Shayyib via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
Bismillah,
===
Ikutilah Kajian bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah, insyaa Allah
Bismillah,
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda,
وعنه أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : لا يَمْنَعْ جارٌ جارَهُ أَنْ يغْرِزَ خَشَبَةً في جِدارِهِ » ثُمَّ يَقُولُ أَبو هريرة : مَالي أَرَاكُمْ عنْهَا معْرِضِينَ ، واللَّهِ لأرمينَّ بها بيْنَ أَكْتَافِكُمْ . متفقٌ عليه. رُوى « خَشَبهُ » بالإِضَافَةِ والجمْعِ ، ورُوِي « خَشبَةً » بالتَّنْوِينَ عَلَى الإِفْرَادِ . وقوله: مالي أَرَاكُمْ عنْهَا مُعْرِضِينَ : يعني عنْ هذِهِ السُّنَّةِ .
"Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya menancapkan satu batang kayu di temboknya." Kemudian Abu Hurairah berkata, "Mengapa aku melihat kalian berpaling dari Sunnah ini? Demi Allah, aku akan melemparkan Sunnah ini di antara pundak-pundak kalian.' (Muttafaq ‘alaih)
===
Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
Bismillah,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا نِسَاءَ المُسلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جارَةٌ لجارتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ » متفقٌ عليه
"Wahai wanita-wanita Muslimah! Janganlah sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh pemberiannya kepada tetangganya, meskipun hanya berupa kikil kambing." (Muttafaq ‘alaih)
===
Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
Bismillah,
Bismillah,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا نِسَاءَ المُسلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جارَةٌ لجارتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ » متفقٌ عليه
"Wahai wanita-wanita Muslimah! Janganlah sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh pemberiannya kepada tetangganya, meskipun hanya berupa kikil kambing." (Muttafaq ‘alaih)
===
Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
Bismillah,
Bismillah,
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « واللَّهِ لا يُؤْمِنُ ، واللَّهِ لا يُؤْمِنُ ، » قِيلَ : منْ يا رسولَ اللَّهِ ؟ قال : « الَّذي : لا يأْمنُ جارُهُ بَوَائِقَهُ،» متفق عليه.
"Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman." Ditanyakan, "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan kejahatannya." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « لا يَدْخُلُ الجنَّة مَنْ لا يأْمنُ جارُهُ بوَائِقهُ » . « الْبَوائِقُ » الْغَوَائِل وَالشُّرُّورُ .
"Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan kejahatannya."
===
Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
Bismillah,
From the publisher's feed

7 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners