Ceramah Agama Islam oleh: Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.
Ringkasan Kajian Sikap Ahlus Sunnah Kepada Pemimpin Kaum Muslimin
Kita sebagai seorang muslim harus betul-betul yakin bahwa Islam agama yang sempurna. Tidak ada satu kebaikan kecuali Islam telah menyuruh kepadanya, dan tidak ada keburukan kecuali Islam telah memperingatkan dari padanya.
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Artinya: “.…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….“[Al-Maa-idah: 3]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Ini adalah nikmat Allah Azza wa Jalla yang terbesar terhadap umat Islam. Yaitu Allah Azza wa Jalla menyempurnakan bagi mereka agama mereka. Sehingga kaum muslimin tidak butuh ajaran apapun kecuali ajaran Islam dan tidak butuh kepada Nabi kecuali Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا
“Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil …” [Al-An’aam: 115]
Bahkan orang Yahudi dizaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tahu Islam adalah agama yang sempurna. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan segala yang dibutuhkan oleh umat.
Kalau dalam masalah buang hajat saja Islam menjelaskan dengan sedetail-detailnya tentang adab-adabnya, apalagi yang berkaitan dengan masalah yang sangat besar. Yang mencakup kemaslahatan kaum muslimin. Yaitu diantaranya yang dibahas dalam audio mp3 ini tentang bagaiaman sikap bijak Alhlus Sunnah terhadap pemimpin kaum muslimin.
Maka sungguh Islam, Al-qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian pula para sahabat telah menjelaskan kepada kita bagaimana sikap seorang rakyat muslim terhadap pemimpinnya yang muslim baik berupa khalifah, atau raja atau presiden yang muslim.
Banyak kitab-kitab para ulama yang berkaitan dengan aqidah, hampir semua membahas hal ini. Tidak ada satu kitab pun, kecuali betul-betul mengkaji masalah ini. Karena ini masalah yang luar biasa, kalau keliru fatal akibatnya. Pertumpahan darah, kudeta, kekacauan dimana-mana, seperti yang kita lihat diakhir-akhir ini dibeberapa negeri terutama di Timur Tengah.
Setidaknya ada 8 poin sikap Alhus Sunnah Terhadap Pemimpin Kaum Muslimin.
1. Membaiat Pemimpin Kaum Muslimin
Ketika ada seorang yang telah diangkat atau dipilih sebagai pemimpin kaum muslimin. Entah bentuknya khalifah, raja atau presidan maka kewajiban kita membaitnya. Yaitu mengakui kepemimpinannya sebagai pemimpin kaum muslimin.
Hal yang perlu diperhatikan juga, dalam sejarah Islam yang berhak dibaiat hanya pemimpin muslim yang menguasai wilayah kaum muslimin. Baiat tidak ada bagi pemimpin organisasi, atau pemimpin pengajian atau seorang alim. Contoh Imam Syafi’i, tidak dibaiat oleh murid-muridnya, Imam Malik, pun Imam Abu Hanifah. Demikian pula dizaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dibaiat hanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, Abu Bakar Assidiq diangkat menjadi pemimpin, baru para sahabat membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu.
2. Menghormati Pemimpin
Pemimpin mempunyai kedudukan yang tinggi dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penguasa adalah naungan Allah di bumi. Barangsiapa yang memuliakannya maka Allah akan memuliakan orang itu, dan barangsiapa yang menghinakannya, maka Allah akan menghinakan orang tersebut.” (HR. Ahmad 5/42, At-Tirmidzi: 2225, As-Shahihah 5/376)
3. Mendengar dan Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin
Mendengar dan taat ini tentunya hanya kepada hal-hal yang ma’r[...]