KANJENG SUNAN KALIJAGA
:Kidung Rumekso Ing Wengi.
Kidung ini adalah bagian dari ikhtiar dan sekaligus doa yang diharapkan agar terhindar dari bala, baik yang bisa dilihat dengan mata telanjang atau tidak, termasuk virus. Tentu selebihnya segala ketentuan ada pada Sang Maha Kuasa.
Bagi orang Jawa, tembang atau kidung dapat menjadi sarana refleksi hidup yang dapat digunakan sebagai sarana apa pun, termasuk doa dan pengharapan kepada Sang Khaliq.
"Rumekso Ing Wengi" juga mengingatkan manusia untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Maha Melindungi sehingga terhindar dari segala marahabaya.
Kidung ini termasuk Sekar Macapat Dhandang Gula.
RUMEKSA ING WENGI
Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jin setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirna
Artinya : Ada sebuah kidung doa permohonan di tengah ratri/ malam sunyi
Agar menjadikan kuat selamat sehat terbebas dari semua penyakit
Terbebas dari segala marabahaya
Jin dan setan pun tidak mau mendekat
Segala jenis sihir tidak berani
Apalagi perbuatan jahat, guna-guna tersingkir
Api menjadi air
Pencuri pun menjauh
Segala bahaya akan sirna
Kemudian saya menghubungkan kidung ini dengan puisi saya sebagai pengantar suluk wiwitan, berharap menjadi doa bersama terkhusus bagi pembaca dan umumnya bagi yang mendengarkan pembacaan puisinya.
PASEBANJATINING JIWA JIWA
: Rujak Puja Cinta
(Gambuh R Basedo)
Pasebanjatining Jiwa-Jiwa adalah sebuah cengkerama wening kalbu dalam penyadaran totalitas atas cinta dan penghambaan kepada Sang Maha Cinta.
Sedang rujak puja cinta adalah perbedaan warna dan segala rasa yang sesungguhnya keindahan memang harus ada. Yang terpenting muaranya menjadi takjub tafakur, melihat nyata Kebesaran Sang Maha Kuasa.
Selamat menyimak hingga akhir agar tidak gagal memaknai.
Salam sastra
Salam puisi
Puisi melembutkan hati
Salam budaya
Semoga bermanfaat
Aamiin
PASEBANJATINING JIWA JIWA
Puisi :Gambuh R Basedo
Pengiring vocal : Masdianingrum
Pembaca puisi:
Kunti : Rissa Churria
Sembadra :
Masdianingrum
Lala Asmaraluca
Rini Intama
Dresanala :
Nurhayati
Arysa Lucky Pratama
Lintang Suminar
Supraba :
Arysa Lucky Pratama
Dyah Nkusuma
Fie R
Srikandi :
Lely Rosyidah
Ekawati
Ika Wedhar