
Sign up to save your podcasts
Or


"Intervensi Amerika Serikat terhadap Venezuela di bawah Trump menjadi contoh paling jelas dari kembalinya praktik imperialisme langsung. Penangkapan Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dan pernyataan Trump tentang pengelolaan transisi Venezuela memicu kecaman luas."
🎧 Dengarkan selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi kali ini :
"Donald Trump dan Merosotnya Peradaban Amerika"
"Kebebasan berpendapat adalah amanat konstitusi yang tidak boleh ditawar. Kritik, sepahit apa pun, adalah cermin bagi penguasa untuk berbenah. Maka, jangan biarkan suara kritis mati di ujung intimidasi."
🎧 Dengarkan selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi kali ini :
"Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik"
"Ketika Amerika Serikat menangkap Nicolás Maduro, presiden negara berdaulat Venezuela, dunia kembali diingatkan pada ingatan panjang kekerasan Amerika Serikat."
🎧 Dengarkan selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi kali ini :
"Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika"
"Sayap bersenjata kelompok perlawanan Hamas kembali menggunakan nama samaran Abu Ubaidah untuk juru bicara pengganti Abu Ubaidah sebelumnya yang syahid dibunuh Zionis Israel. Mengapa nama sahabat Nabi Muhammad ﷺ itu dipilih sebagai sandi untuk juru bicara kelompok perlawanan Palestina?"
🎧 Dengarkan selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi kali ini :
"Riwayat Abu Ubaidah, Pembebas Syam yang Jadi Sandi Juru Bicara Al-Qassam"
"Pertanyaannya bukan lagi apakah 2026 akan baik atau buruk, melainkan apakah kita bersedia menjadi warga yang lebih bertanggung jawab, pemimpin yang lebih berintegritas, dan komunitas yang saling menguatkan."
🎧 Dengarkan selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi kali ini :
"Tahun Baru Lagi"
Oleh: Abdul Kohar, Dewan Redaksi Media Grup
"Suatu hari di musim panas 1996. Yusha Evans, seorang misionaris muda kedatangan seorang teman bernama Benjamin. Ia tak pernah menyangka, kehadiran temannya itu bakal menggoyahkan imannya."
🎧 Dengarkan selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi kali ini :
"Syekh Yusha Evans, Kisah Misionaris Memeluk Islam"
“Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk kembali ke jalan konstitusi. Demokrasi ekonomi bukan sekadar idealisme, tapi juga kebutuhan nyata. Ia menawarkan sistem yang tidak hanya adil, tetapi juga berkelanjutan. Ia tidak menolak pasar, tapi mengaturnya agar bekerja bagi kemanusiaan. Ia tidak menentang investasi, tapi memastikan agar investasi tidak mengorbankan kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.”
Simak selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi hari ini:
"Kapitalisme dan Demokrasi Kita"
“Kasus Tom Lembong dan Hasto dinilai publik sebagai bentuk balas dendam Jokowi. Tom Lembong adalah eks menteri perdagangan dan orang yang menyiapkan teks pidato presiden Jokowi. Di pilpres 2024, Tom Lembong balik arah dan mendukung Anies Baswedan. Anies adalah "musuh" dan tokoh yang paling "dikuyo-kuyo" dimasa kekuasaan Jokowi. Sementara Hasto adalah sekjen PDIP yang paling bersemangat menyerang Jokowi. Bahkan menyiapkan sejumlah dokumen dan video terkait dosa Jokowi. Meski sampai sekarang tak pernah dia bisa buktikan.”
Simak selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi hari ini:
"Dendam Jokowi Dihadang Prabowo"
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ :
“Wahai Rasulullah, aku merasa shalatku sering tidak khusyuk. Kadang aku mengingat urusan dunia, kadang pikiranku melayang entah ke mana. Aku takut shalatku tidak diterima oleh Allah. Apakah dengan shalat seperti itu, aku tetap mendapatkan pahala?”
Simak renunganya dalam Tajuk Rasil edisi hari ini:
"Tentang Shalat yang Khusyu"
"Presiden Prabowo Subianto belakangan kerap mengumandangkan fenomena keserakahan atau serakahnomics yang dilakukan sejumlah pengusaha untuk mendulang keuntungan secara haram, seperti mengoplos beras. Akibatnya, katanya, rakyat mengalami kerugian setiap tahunnya sekitar Rp100 triliun.”
Simak selengkapnya dalam Tajuk Rasil edisi hari ini:
"Gurita Serakahnomics"
From the publisher's feed