
Sign up to save your podcasts
Or


“Tajuk Rasil”
Selasa, 10 Jumadil Akhir 1444 H/ 3 Januari 2023
Ibroh dari Sejarah Jatuhnya Andalusia
Tahun ini genap 531 tahun peradaban Islam hilang dari Andalusia, Spanyol. Tepatnya tanggal 2 Januari 1492, Khalifah Islam terakhir di Andalusia secara resmi menyerahkan kunci Granada benteng terakhir Islam di Andalusia. Kunci diserahkan kepada Ferdinand dan Isabela, penguasa Kerajaan Katholik dari Spanyol utara. Pemimpin Muslim terakhir di Andalusia Spanyol Abdillah Muhammad bin Al Ahmar, keluar dari istana kerajaan deng
“Tajuk Rasil”
Kamis, 5 Jumadil Akhir 1444 H/ 29 Desember 2022
KPU Harus Independen
Bukan tanpa alasan akhir-akhir ini Komisi Pemilihan Umum mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat dan politikus. sebut saja diantaranya apa yang disampaikan mantan wakil ketua umum partai Gerindra beberapa pekan lalu mengenai KPU. Arief Puyouno mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) ketakutan untuk transparan membuka sistim informasi partai politik (SIPOL). dan ini menunjukkan ada tekanan yang kuat dan menakutkan bagi KPU.Tekanan dan ketakutan ini akan membahayakan proses Pemilu dan akan mengancam stabilitas negara dan proses politik dimasa depan. Saatnya Proses Pemilu dihentikan sampai terbentuk KPU yang independen dan kredibel.
Belum lagi kaitannya dengan KPU ini, sem…
“Tajuk Rasil”
Rabu, 4 Jumadil Akhir 1444 H/ 28 Desember 2022
Peringatan Penting Ulama India
Oleh: Dr. Adian Husaini, Ketua Umum Dewan Da’wah Islam Indonesia
Ulama besar India, Syeikh Abul Hasan Ali an-Nadwi, pernah menyampaikan peringatan penting kepada umat Islam sedunia. Bahwa, sejak zaman Rasulullah ﷺ, umat Islam belum pernah mengalami ujian iman yang lebih berat, ketimbang yang dihadapi di zaman modern ini.
Syeikh an-Nadwi menulis: “di saat sekarang ini selama beberapa waktu dunia Islam telah dihadapkan pada ancaman kemurtadan yang menyelimuti bayang-bayang di atasnya dari ujung ke ujung…Inilah kemurtadan yang telah melanda Muslim Timur pada masa dominasi politik Barat, dan telah menimbulkan tantangan yang paling serius terhadap Islam sejak masa Rasu…
“Tajuk Rasil”
Selasa, 3 Jumadil Akhir 1444 H/ 27 Desember 2022
Berpulangnya Babe Ridwan Saidi
Innalillahi wainnailaihi raajiun. Budayawan Betawi Babe Ridwan Saidi menghembuskan nafas terakhirnya Ahad kemarin, setelah sempat mengalami masa kritis saat mendapatkan perawatan di RSPI Bintaro karena penyakit yang dideritanya. Sepeninggalnya Babe Ridwan Saidi ke pangkuan Allah SWT, turut membuat banyak orang dibuat penasaran dengan perjalanan hidup dan latar belakang sosoknya. Profil Ridwan Saidi banyak dicari para pengguna internet. Maka itu, cukup penting jika kita ulas sosok yang dikenal juga sebagai politikus dan penulis kritis ini.
Profil Ridwan Saidi sang budayawan, memang sangat kental dengan gaya Betawi nya. Adalah Rakhmad Zailani Kiki, peneliti Islam …
“Tajuk Rasil”
Senin, 2 Jumadil Akhir 1444 H/ 26 Desember 2022
Safari Anies Menuju Hati Rakyat
Oleh: Ady Amar, Kolumnis
Kehadiran Anies Baswedan dalam balutan safari menemui rakyat di berbagai daerah, yang memang menanti kedatangannya, pecah. Tidak ada yang bisa memastikan jumlah yang hadir, karena tidak ada piranti untuk menghitungnya. Tidak ada tiket dijual di sana, tidak pula amplop disiapkan sebagai pengganti transportasi mereka yang hadir.
Mereka datang suka-suka, tidak ada penggalangan massa bayaran seperti biasa dilakukan mereka yang sebenarnya tidak punya massa riil, tapi memaksa sampai mesti menipu diri sendiri. Boleh juga jika itu disebut halu fatamorgana. Ditambah bisik-bisik sekeliling yang memang bekerja untuk itu, meyakinkan sosok yang digosoknya seolah ia salah satu kandidat capres yang memang disuka rakyat.
Safari Anies pastilah memantik kecemburuan pihak-pihak yang sebenarnya tak siap berkontestasi secara fair, dan dengan segala cara ingin menghentikannya. Maka peraturan dibuat guna menghentikan langkah Anies. Peraturan yang dibuat, meski absurd tak masuk akal sekalipun tak jadi masalah. Terpenting tak ada lagi safari, tak boleh lagi massa berkumpul mengelu-elukan Anies presiden.
“Tajuk Rasil”
Jumat, 29 Jumadil Awwal 1444 H/ 23 Desember 2022
Hamka Tentang Toleransi Beragama
Artikel Republika.co.id
Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka, bisa menjadi teladan dalam kisah toleransi beragama. Dalam rubrik khasnya, Dari Hati ke Hati di Majalah Panji Masyarakat, Hamka banyak memberikan catatan seputar kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Salah satu peristiwa yang mendapat catatan serius darinya adalah pengalaman KH S S Djam'an, seorang ulama Jakarta yang ditangkap aparat karena tuduhan telah menyebarkan propaganda anti-Pancasila. Kisahnya bermula saat Kyai Djam'an memimpin pengajian dengan mengupas tafsir Surah al-Kahfi ayat ke-4 dan 5 yang menyebutkan ancaman neraka bagi orang orang yang berkata bahwa Allah mempu nyai anak.
Tidak berapa lama setelah pengajian usai, rumahnya dikepung oleh segenap pemuda Kristen. Seorang pendeta berkunjung, kemudian mereka pun berdialog. Kyai Djam’an bersikeras bahwa memang yang disampaikannya itu adalah hal pokok dalam ajaran Islam. Dialog yang tenang dan diakhiri dengan bersalam-salaman itu kemudian justru berlanjut dengan pemanggilan Sang Kyai ke kantor polisi.
Dalam kasus serupa lainnya, Hamka pun menceritakan tentang pengaduan seorang mubaligh yang menjelaskan makna Surah al-Ikhlash dalam sebuah perayaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di sebuah SMA di Tanjung Priok. Karena ada bagian dalam surah itu yang memastikan bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, maka guru guru Kristen di sekolah itu protes dan keberatan dengan penyampaian tabligh akbar tersebut.
Pada 30 November 1967, Pemerintah RI menggagas diadakannya Musyawarah Antar Agama. Dalam musyawarah itu, para pemuka agama-agama yang diakui secara resmi di Indonesia hadir. Pemerintah sendiri telah menyampaikan dua poin usulan kepada forum musyawarah tersebut. Pertama, agar dibentuk sebuah Badan Kontak Antar Agama. Kedua, agar diadakan suatu piagam yang ditandatangani bersama yang menyatakan bahwa pemeluk suatu agama jangan dijadikan sasaran propaganda oleh agama yang lain.
Poin usulan pertama telah diterima secara bulat. Hanya saja, usulan yang kedua justru ditolak mentah-mentah. Tambunan SH yang beragama Kristen menyampaikan, pendirian umat Kristiani bahwa menyebarkan Perkabaran Injil kepada orang yang belum Kristen adalah 'Titah Ilahi' yang wajib dijunjung tinggi. Pendapat ini mendapat sanggahan tegas dari Moh Natsir yang menekankan bahwa jika pendirian semacam itu hendak dipertahankan maka kekacauan akan timbul dan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan terpecah belah. Meski demikian, pihak Kristen tidak menarik kembali pendapatnya.
“Tajuk Rasil”
Jumat, 22 Jumadil Awwal 1444 H/ 16 Desember 2022
Bersholawatlah
Dalam sebuah riwayat, dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiallhu’anhu: “Suatu hari aku mengikuti Nabi Muhammad ﷺ. Kulihat beliau memasuki kebun kurma. Tiba tiba beliau bersujud. Aku pun menunggu sujudnya yang lama sehingga aku khawatir beliau telah meninggal. Maka, aku datang menatapnya lekat-lekat. Beliau langsung mengangkat kepala. “Ada apa, Abdurrahman?”
“Wahai Rasulullah, kau letakkan kepalamu disini lama sekali, aku khawatir engkau telah meninggal. Bahkan aku berkata dalam hati, Aku tidak akan berjumpa lagi dengan Rasulullah.”
“Tajuk Rasil”
Kamis, 21 Jumadil Awwal 1444 H/ 15 Desember 2022
Arab, Cina, dan Perubahan Geopolitik
Oleh: Smith Alhadar, Penasihat The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES)
Pada 7-9 Desember lalu, ada peristiwa politik tak biasa yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi. Tak kurang dari 20 pemimpin Arab berkumpul dengan pemimpin Cina untuk menghadiri tiga konferensi tingkat tinggi sekaligus. Yakni, KTT Cina-Saudi, KTT Cina-Arab Teluk, dan KTT Cina-Arab. Dalam konteks persaingan Amerika Serikat-Cina, kehadiran Presiden Cina Xi Jinping di Riyadh untuk memperluas dan memperdalam hubungan Cina-Arab di segala bidang, dapat dilihat sebagai tindakan menantang Amerika Serikat.
“Tajuk Rasil”
Rabu, 20 Jumadil Awwal 1444 H/ 14 Desember 2022
Perbaiki Niat Berdemokrasi Penguasa
Jika kita berbicara Indonesia maka dapat dikatakan ‘tak kan habis’ untuk terus dibahas. Dari potensi yang melimpah di negeri ini, baik dalam sektor riil maupun sektor Sumber Daya Manusianya. Indonesia yang memiliki corak kepribadian yang berbeda dari negara lain. Penduduknya dengan sikap dan sifat lemah lembut ramah terhadap orang lain, seolah sudah menjadi corak tersendiri. Indonesia yang memiliki beragam budaya dan bahasa, yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
“Tajuk Rasil”
Selasa, 19 Jumadil Awal 1444 H/ 13 Desember 2022
Maroko, Sepak Bola, dan Politik
Oleh: Dina Sulaiman, Analis Geopolitik Timur Tengah
Ada yang bilang jangan campurkan sepak bola dan politik karena tak ada korelasinya, kausalitas antara pilihan politik dengan menang atau kalah di sepak bola. Saya pengamat geopolitik, bukan sepak bola. Namun yang penting buat saya, di Piala Dunia Qatar tahun ini Timnas Maroko yang lolos ke semifinal telah membuat pernyataan politik. Menyatakan pembelaan pada Palestina, ini adalah pernyataan politik.
From the publisher's feed