Rangkai Kata Rupawan

Rangkai Kata Rupawan

By Tji FungArtsPerforming Arts
Download on the App Store

Rangkai Kata Rupawan episodes

  • Kunang-Kunang
    Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadang
    di bawah pohon cemara di atas bukit. Ayahnya
    senang sekali menggendongnya menyeberangi sungai,
    menyusuri jalan setapak berkelok-kelok dan menanjak.
    Sampai di puncak, mereka membuat unggun api,
    berdiang, menemani malam, menjaring sepi. Ia sangat
    girang melihat kunang-kunang berpendaran.
    6 min
  • Sungai - Joko Pinurbo 2012
    Ibu membekaliku sebuah sungai
    yang jernih dan berkecipak-kecipak airnya.
    Sungai itu ditanam di telapak tayanganku,
    mimpi Ibu terbawa dalam arusnya.
    Bila aku tidur, sungaiku berkelana
    menyusuri garis-garis nasibku.
    Gemericik di tengah hutan.
    Gemuruh di malam jauh.
    2 min
  • Tahilalat
    Pada usia lima tahun ia menemukan
    tahilalat di alis ibunya,
    terlindung bulu-bulu hitam lembut,
    seperti cinta yang betah berjaga
    di tempat yang tak diketahui mata.
    Kadang tahilalat itu memancarkan cahaya
    selagi si ibu lelap tidurnya.
    Dengan girang ia mengecupnya:
    "Selamat malam, kunang-kunangku."
    Ketika ia beranjak remaja
    dan beban hidup bertambah berat saja,
    tahilalat itu hijrah ke tengkuk ibunya,
    tertutup rambut yang mulai layu,
    seperti doa yang merapalkan diri
    di tempat yang hanya diketahui hati.
    4 min
  • Celana Ibu - Joko Pinurbo 2004
    Maria sangat sedih
    menyaksikan anaknya
    mati di kayu salib tanpa celana
    dan hanya berbalutkan sobekan jubah
    yang berlumuran darah.
    Ketika tiga hari kemudian
    Yesus bangkit dari mati,
    pagi-pagi sekali Maria datang
    ke kubur anaknya itu, membawa
    celana yang dijahitnya sendiri
    dan meminta Yesus mencobanya.
    “Paskah?” tanya Maria.
    “Pas!” jawab Yesus gembira.
    Mengenakan celana buatan ibunya,
    Yesus naik ke surga.
    2 min
  • Surat Kau - Jokpin 2013
    Kau tak ada di kakiku
    ketika aku membutuhkan langkahmu
    untuk merambah rantauku.
    Kau tak ada di tanganku
    ketika aku membutuhkan jarimu
    untuk mengubah gundahku.
    Kau tak ada di sarungku
    ketika aku membutuhkan jingkrungmu
    untuk meringkus dinginku.
    Kau tak ada di bibirku
    ketika aku membutuhkan aminmu
    untuk meringkas inginku.
    Kau tak ada di mataku
    ketika aku membutuhkan pejammu
    untuk merengkuh tidurku.
    mungkin kau sudah menjadi aku
    sehingga tak perlu lagi aku menanyakanmu.
    2 min

About Rangkai Kata Rupawan

From the publisher's feed

Menaruh semua kata-kata kedalam lingkaran dunia yg kecil ini.