Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Setelah melewati masa-masa yang tidak mudah di beberapa tahun terakhir, didapati ternyata semakin banyak jumlah orang-orang yang berjalan dalam “kebutaan”. Bukan semata-mata orang-orang yang buta matanya secara jasmani, namun juga orang-orang yang “tertutup mata rohaninya”, yaitu mereka yang belum mengenal jalan keselamatan. Orang-orang yang mengharapkan keselamatan, namun tidak mengenali bahwa “Sang Jalan keselamatan” ternyata sudah ada di hadapan mereka. Ada istilah “melihat tetapi tidak melihat.” Berapa banyak orang-orang yang berada dalam kategori seperti ini? Masih banyak sekali.
Namun juga, ada kategori lain dari orang-orang yang mata rohaninya perlu dicelikkan, dan kategori ini datang dari kalangan orang-orang percaya sendiri. Apa yang telah terjadi dengan orang-orang percaya? Seperti yang dikatakan di atas, setelah melewati masa-masa yang tidak mudah di beberapa waktu terakhir, tidak sedikit dari orang-orang percaya yang juga perlu “dibukakan kembali matanya.”Jadi artinya, jangankan orang-orang percaya menangkap visi Tuhan untuk mencelikkan mata-mata yang buta, dari kalangan orang percaya sendiri pun tidak sedikit yang perlu dicelikkan lebih dahulu mata rohaninya.
Ingat, kebutaan tidak selalu berarti tidak dapat melihat melalui mata jasmani saja. Seorang percaya bisa dikategorikan “buta secara rohani” atau mengalami spiritual blindness, ketika membiarkan berbagai kekecewaan tumbuh subur dalam hidupnya. Rohani yang lemah mudah membuat seseorang kecewa pada apa dan siapa saja. Orang yang kecewa akan kehilangan ketajaman lagi tentang hal-hal yang dari Tuhan.
Orang yang dikatakan buta rohani adalah orang-orang yang sudah tidak memikirkan siapa pun kecuali dirinya sendiri, tidak peduli tentang keadaan orang lain. Yang ada di dalam pikirannya hanyalah tentang aku dan aku, untukku dan untukku, kepentinganku. Tidak peduli dengan keadaan orang lain, apalagi keselamatan orang lain. Termasuk juga orang-orang yang sudah tidak peduli lagi tentang tujuan Tuhan, tidak terlalu ingin tahu tentang kehendak Tuhan atau visi Tuhan dalam hidupnya. Tidak ada janji atau rencana Tuhan ke depan yang harus dinantikan dengan membangun dan memelihara iman.
Dan termasuk pula orang-orang yang sudah tidak melakukan pengejaran akan Tuhan lagi. Tuhan hadir di tengah umat-Nya lalu mengundang untuk datang mendekat kepada-Nya. Kita tentu pernah mendengar tentang Jesus’s invitations (undangan Yesus kepada umat-Nya). Sayangnya, tidak banyak orang-orang yang memenuhi undangan Yesus. Come and see, come and rest, come and learn, come and dine, dan berbagai undangan dari Yesus lainnya.