Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Di tengah kondisi dunia yang seperti itulah Tuhan mau kita tetap menunjukkan jati diri kita sebagai orang-orang percaya yang tetap terhubung dengan Tuhan. Orang-orang yang bisa bergandeng tangan satu dengan yang lain untuk bersatu hati dengan Tuhan di dalam jemaat dan keluarga. Lewat pesan-Nya ini, Tuhan hanya menekankan, apabila kita terhubung baik dengan Tuhan, maka kita akan menjadi luar biasa. Ada kuasa (dunamos) yang Ia alirkan. Sebaliknya, ketika tidak terhubung secara baik dengan Tuhan, maka kita hanya akan menjadi orang percaya yang biasa sama sekali.
Kata ‘berbuah’ (Yun. Karpos) dalam kalimat “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak” (ayat 5) bukan sekedar bicara satu buah mangga atau jeruk, melainkan bicara soal hasil panen buah-bahan di musim menuai, advantage, profit, buah keturunan secara berlimpah-limpah. Luar biasa bukan? Sebaliknya, ketika orang percaya tidak terhubung dengan sang “Pokok anggur” atau”tidak tinggal di dalam Aku,” maka dikatakan bahwa ia tidak dapat berbuat apa-apa (GW version: you cannot produce anything), tidak punya kemampuan untuk melakukan apa-apa, tidak punya kekuatan, tidak capable, atau impotent.