Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Tuhan menghendaki kita umat-Nya belajar dari Nehemia dalam membangun kembali bagian-bagian yang rusak, bagian-bagian telah menjadi reruntuhan atau porak poranda lalu melibatkan orang-orang yang menangkap hal yang sama untuk terlibat di dalamnya, untuk kemudian bersama-sama membangunnya kembali. Lalu bangunlah semua itu menggunakan bahan-bahan yang dari Tuhan.
Dalam proses pembangunan tembok Yerusalem, kita akan banyak menemukan "bahan-bahan" yang berasal dari Tuhan yang Nehemia gunakan dalam membangun kembali tembok yang telah rubuh. Temukan nilai-nilai apa saja yang dilakukan Nehemia dari sejak ia mendengar kabar tentang kondisi tembok, pada waktu ia di perjalanan, pada waktu ia melibatkan orang-orang untuk bersama-sama membangun, ketika ditentang oleh Sanbalat dan kawan-kawan, ketika coba ditipu, difitnah, diserang secara fisik, sampai jadinya kembali tembok tersebut.
Apabila Nehemia melakukannya dengan menggunakan bahan-bahan yang dari Tuhan, maka kitapun mestinya bisa. Nehemia bukan hanya berhadapan dengan musuh dalam pengertian si roh jahat dari kerajaan gelap, namun juga berhadapan dengan musuh-musuh dalam bentuk manusia yang mati-matian menentangnya, seperti Sanbalat, Tobia, Gesyem, dan orang-orang Arab. Mungkin pembangunan yang harus kita lakukan tidak separah apa yang dihadapi Nehemia, namun mari gunakan langkah-langkah yang Nehemia gunakan, yaitu melibatkan kuasa Tuhan!