Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi. Tuhan sangat ingin kita umat-Nya menikmati segala berkat rohani dan jasmani dari pada-Nya. Namun Tuhan adalah Pribadi yang konsekuen dengan hukum-hukum-Nya. Jadi, betul Tuhan mengasihi kita, namun sikap salah yang mungkin masih dihidupi oleh orang percaya jangan sampai justru menghalangi berkat-berkat itu diterima.
Ayat di atas tentang berkat bagi suku Naftali dan suku-suku Israel lainnya adalah nubuatan yang diucapkan Musa. Artinya, berkat-berkat tersebut bisa diterima, namun bisa juga tidak diterima oleh suku Naftali dan suku-suku lainnya. Perjalanan menuju kepada penggenapan nubuatan masih memerlukan waktu. Artinya apabila suku Naftali memutuskan untuk tidak mau menyeberang, maka segala nubuatan tentang berkat Tuhan atasnya pasti tidak akan digenapi. Atau apabila mereka menyeberang, namun tidak mau merebut wilayah-wilayah yang sudah ditetapkan, nubuatan juga tidak akan tergenapi. Jadi, dari sini kita dapat memahami bahwa apabila Tuhan menjanjikan sesuatu atas kita umat-Nya, maka kita harus sungguh-sungguh memerhatikan langkah demi langkah kita selanjutnya.