Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Tuhan mengatakan bahwa ada rasa takut menguasai tidak sedikit hati anak-anak Tuhan. Tentu rasa takut yang dimaksud bukan rasa takut "level wajar" yang memang ada di setiap diri manusia. Namun level takut yang melebihi di atasnya. Itulah sebabnya Tuhan menegaskan, bahwa jangan sampai Ia menjadi lebih kecil dibandingkan dengan rasa takut yang anak-anak Tuhan alami.
Rasa takut yang dialami masing-masing pribadi tentu berbeda-beda. Ada yang disebabkan oleh masalah finansial, pekerjaan, kekuatiran akan masa depan, hal pasangan hidup, hubungan keluarga, keluhan sakit penyakit dan lain sebagainya. Dengan membiarkan adanya rasa takut yang menguasai hati saja sudah merupakan bukti bahwa Tuhan dibiarkan menjadi kecil. Seolah-olah Tuhan tidak berkuasa untuk melakukan apa-apa atas apa yang sedang dirasakan itu.
Rasa takut memang dapat menyebabkan "ukuran Tuhan" menjadi mengecil. Sehingga perkataan-Nya, janji-Nya, kuasa-Nya akan dianggap seolah-olah tidak berarti apa-apa. Artinya, sementara firman Tuhan disampaikan, di saat yang sama orang yang mendengarkan firman masih tetap membiarkan kekuatiran menguasai. Rasa takut juga akan membuat "ukuran" pendapat manusia menjadi lebih besar, dibandingkan pendapat Tuhan. Rasa takut cenderung akan membuat seseorang mengambil keputusan yang mudah dan nyaman buat dirinya sendiri, daripada mengambil keputusan yang benar. Seperti contohnya Daud. Di tengah situasi yang ia hadapi, tiba-tiba ia memutuskan untuk menjadi pura-pura gila saja. Artinya, rasa takut yang dibiarkan tanpa dikendalikan akan membuat banyak keputusan-keputusan yang salah dilahirkan.