Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi. Ungkapan apa yang selama ini keluar dari mulut kita hari-hari ini? Karena apa yang keluar dari mulut kita adalah berasal dari ungkapan hati kita. Ungkapan dari hati itu ternyata bermacam-macam. Pertama, ada ungkapan perkataan yang berisi hal-hal negatif, seperti keluh kesah, rasa kecewa, rasa sedih, atau rasa lelah seseorang terhadap apa yang dialami dan terhadap banyak hal lain. Lalu yang kedua, ada ungkapan mulut yang isinya bernada biasa-biasa saja. Tidak negatif, namun juga bukan suatu ungkapan rasa kagum kepada Tuhan, hanya datar-datar saja. Tidak ada sesuatu luapan apa-apa yang menyatakan tentang suatu karya Tuhan dalam hidup.
Atau yang ketiga, ungkapan rasa kagum akan Tuhan yang dialami dalam hidup ini, yang orang lain perlu mengetahuinya juga, termasuk pasangan kita perlu dengar ini, anggota keluarga lain mesti tahu. Sesuatu tentang Tuhan yang tidak bisa kita pendam dan cepat-cepat ingin segera membagikannya kepada orang lain. Orang percaya seperti ini biasanya juga akan membuat dirinya ingin terlibat melakukan sesuatu buat Tuhan. Apa yang orang-orang sedang lakukan bagi Tuhan atau apa yang gereja sedang lakukan untuk Tuhan rasanya ingin sekali ambil bagian untuk turut juga melakukannya. Nah ini yg disebut sebagai lidah seperti pena seorang penulis yang mahir.