Fluent Fiction - Indonesian:
Rediscovering Roots: A Journey Through Kampung Naga Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-29-23-34-02-id
Story Transcript:
Id: Di pucuk musim hujan, Kampung Naga terbangun dengan gemuruh halus hujan yang membasahi atap rumah-rumah kayu yang berjajar rapi.
En: At the peak of the rainy season, Kampung Naga awoke to the soft rumble of rain soaking the neatly lined wooden rooftops.
Id: Desa ini terletak di lembah hijau, dikelilingi oleh sawah yang bertingkat dan hutan lebat.
En: This village is nestled in a green valley, surrounded by terraced rice fields and dense forests.
Id: Udara pagi membawa aroma tanah basah yang segar, menenangkan setiap jiwa yang hadir.
En: The morning air carries the fresh scent of wet earth, soothing every present soul.
Id: Hari itu, rombongan siswa SMA dari Bandung tiba di desa tersebut.
En: That day, a group of high school students from Bandung arrived at the village.
Id: Ini adalah hari penuh penantian bagi Rendra.
En: It was a day long awaited by Rendra.
Id: Waktu yang tepat baginya untuk menggali lebih dalam akar budayanya yang selama ini terasa samar.
En: It was the perfect time for him to delve deeper into his cultural roots, which had always felt vague.
Id: Di sela-sela gurauan teman-temannya dan sinar layar ponsel yang tak henti-hentinya berpendar, Rendra merasa berbeda.
En: Amid his friends' jokes and the constant flickering of phone screens, Rendra felt different.
Id: "Teman-teman, lihatlah desa ini.
En: "Friends, look at this village.
Id: Indah sekali.
En: It's so beautiful.
Id: Ada yang mau menemani keliling?
En: Is there anyone who wants to accompany me for a tour?"
Id: " tanya Rendra, berharap ada yang tertarik sama sepertinya.
En: asked Rendra, hoping someone was as interested as he was.
Id: Namun, Ayu dan Budi, dua teman dekatnya, justru asyik membandingkan foto-foto mereka di Instagram dengan pemandangan yang mereka lihat.
En: However, Ayu and Budi, his two close friends, were busy comparing their Instagram photos with the views they saw.
Id: Dengan senyuman lembut, Rendra mengangsurkan langkah menjauhi keramaian.
En: With a gentle smile, Rendra stepped away from the crowd.
Id: Dorongan dalam dirinya terlalu kuat untuk diabaikan.
En: The urge within him was too strong to ignore.
Id: Di tengah perjalanan, Rendra bertemu dengan seorang tetua desa, Pak Darto.
En: Along the way, Rendra met an elder of the village, Pak Darto.
Id: Dengan senyum ramah, Pak Darto mengajaknya duduk di bale-bale dekat sungai kecil yang menambah keindahan desa.
En: With a friendly smile, Pak Darto invited him to sit on a bale-bale by the small river adding to the village's beauty.
Id: "Pak Darto, bolehkah saya bertanya tentang adat dan kebiasaan di Kampung Naga ini?
En: "Pak Darto, may I ask about the customs and habits here in Kampung Naga?"
Id: " ucap Rendra dengan penuh harap.
En: said Rendra with hope.
Id: Pak Darto mengangguk, lalu mulai bercerita tentang keseharian masyarakat Kampung Naga, yang hidup selaras dengan alam.
En: Pak Darto nodded and then began to recount the daily life of the Kampung Naga community, living in harmony with nature.
Id: Ia menjelaskan tentang gotong royong dalam bercocok tanam, serta pentingnya menjaga harmoni dengan leluhur dan lingkungan.
En: He explained the cooperation in farming and the importance of maintaining harmony with ancestors and the environment.
Id: Setiap kalimat yang meluncur dari Pak Darto bagaikan jembatan yang menghubungkan Rendra dengan akar budayanya.
En: Every sentence from Pak Darto was like a bridge connecting Rendra with his cultural roots.
Id: "Banyak yang berpikir kalau kembali ke asal itu hanya tentang masa lalu.
En: "Many think returning to origins is just about the past.
Id: Padahal, mewarisi cerita dan hidup dalam nilai-nilai itulah makna sesungguhnya," jelas Pak Darto sambil menatap sungai yang mengalir tenang.
En: In fact, inheriting stories and living those values is the true meaning," Pak Darto explained, while gazing at the calmly flowing river.
Id: Hati Rendra kini terasa ringan.
En: Rendra's heart now felt light.
Id: Keterhubungannya dengan tanah leluhur yang sempat pudar kini seakan terjahit kembali.
En: His connection to his ancestral land, which had faded, seemed to be stitched back together.
Id: Setelah itu, Rendra kembali bergabung dengan teman-temannya.
En: After that, Rendra rejoined his friends.
Id: Tanpa keraguan, ia berbagi cerita tentang percakapannya dengan Pak Darto.
En: Without hesitation, he shared the story of his conversation with Pak Darto.
Id: Ia berbicara dengan antusiasme yang membuat Ayu dan Budi terdiam sejenak, lalu mulai bertanya lebih banyak.
En: He spoke with an enthusiasm that left Ayu and Budi silent for a moment, and then they began to ask more questions.
Id: Hari berlalu, dan ketika bus membawa mereka kembali ke kota, Rendra duduk sambil memandang sawah yang mulai tenggelam dalam kabut.
En: The day passed, and as the bus took them back to the city, Rendra sat watching the rice fields slowly disappear into the mist.
Id: Ia merasa lebih utuh, lebih kuat.
En: He felt more complete, stronger.
Id: Meski banyak yang mengabaikan pesan dari perjalanannya, tetapi kini ia berdiri dengan kepala tegak, bangga akan akar budayanya.
En: Although many ignored the message from his journey, he now stood with his head held high, proud of his cultural roots.
Id: Rendra telah menemukan jati dirinya, dan dengan hati yang terbuka, ia tahu ke mana harus melangkah.
En: Rendra had found his true identity, and with an open heart, he knew where to step next.
Id: Begitulah Kampung Naga mengajarkannya arti sejati dari pulang.
En: That is how Kampung Naga taught him the true meaning of returning home.
Vocabulary Words:
- peak: pucuk
- rumble: gemuruh
- soaking: membasahi
- nestled: terletak
- valley: lembah
- terraced: bertingkat
- dense: lebat
- scent: aroma
- soothing: menenangkan
- cultural roots: akar budaya
- vague: samar
- urged: dorongan
- elder: tetua
- customs: adat
- harmony: harmoni
- environment: lingkungan
- bridge: jembatan
- faded: pudar
- stitch: terjahit
- hesitation: keraguan
- enthusiasm: antusiasme
- ignorance: mengabaikan
- identity: jati diri
- ancestral: leluhur
- inhabiting: bercocok tanam
- values: nilai-nilai
- calmly: tenang
- gaze: menatap
- complete: utuh
- proud: bangga