
Sign up to save your podcasts
Or


Mengalami valentine kelabu bukan pilihan kami, kami justru menjadi penyebab cerita seseorang menjadi kelabu.
Bukan karena kami jumawa akhirnya menceritakan ini, tapi justru kami nggak ingin ada orang lain yang menjadi pelaku lagi seperti kami.
Ingat, cukup kami saja yang bodoh, kalian jangan!
Sebagian orang bilang “ah males pedekatenya”. Seberapa penting sih pedekate buat kamu? Pssst, jangan percaya sama yang bilang enggak pernah PDKT di sini ya!
Perjumpaan itu membahagiakan, menyedihkan, atau malah menyebalkan? Bagaimana pula jika perjumpaan menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan?
Keinginan terasa begitu banyak tapi kadang belum tentu memang kita perlukan. Karena jangan-jangan bahkan kita belum yakin akan apa yang kita inginkan?
Kalau yang bodoh itu terjadi karena perencanaan yang kurang matang, kapan waktu terakhirmu membuat rencana?
Bener enggak sih keputusan jadi berat karena imbuhannya? Kalau gitu, perlu enggak sih menyesal karena keputusan?
Enggak ada asap tanpa api. Termasuk urusan kebodohan. Dari mana sih awal kebodohan kita?
Pernah enggak sih berpikir kenapa harus ada hari lahir? Kenapa juga kita munculnya di tanggal itu, jam segitu? Bisa enggak sih kita milih hari lahir? Kalau gitu, hari lahir apa (dan siapa) yang paling berkesan buat kamu?
Sebuah awal mula untuk mengenal kami dalam waktu 30 hari. Karena kami akan berbagi cerita melalui pengalaman kebodohan kami di masa lalu. Ingat cukup kami saja yang bodoh, kalian jangan.
From the publisher's feed