Fluent Fiction - Indonesian:
Rekindling Bonds Under Borobudur's Enigmatic Drizzle Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-02-13-08-38-20-id
Story Transcript:
Id: Hujan rintik-rintik turun di Borobudur.
En: The drizzle fell over Borobudur.
Id: Suasana terasa tenang dan mistis.
En: The atmosphere felt calm and mystical.
Id: Kabut tipis menyelimuti candi, memberikan keajaiban tersendiri.
En: A thin mist enveloped the temple, giving it a magical quality.
Id: Di antara suara rintik hujan, tiga sosok sedang berjalan pelan.
En: Amidst the sound of raindrops, three figures were walking slowly.
Id: Rizki berhenti sejenak, menatap relief candi yang bercerita tentang masa lalu.
En: Rizki paused for a moment, gazing at the temple reliefs that told tales of the past.
Id: Ia selalu suka berkunjung ke Borobudur, tempat yang penuh kenangan.
En: He always enjoyed visiting Borobudur, a place full of memories.
Id: Tapi hari ini, kenangan itu lebih kuat dari biasanya.
En: But today, those memories were stronger than usual.
Id: Ada sesuatu yang mengusik hatinya.
En: Something was unsettling his heart.
Id: Sesuatu yang belum selesai.
En: Something unresolved.
Id: Di sebelahnya, Naila melangkah dengan semangat.
En: Beside him, Naila walked energetically.
Id: “Ayo, Rizki!
En: "Come on, Rizki!"
Id: ” serunya ceria.
En: she exclaimed cheerfully.
Id: “Dimas menunggu kita di sana.
En: "Dimas is waiting for us up there.
Id: Kita bisa lihat pemandangan dari atas!
En: We can see the view from the top!"
Id: ”Rizki mendengarkan suara Naila, tetapi hatinya bimbang.
En: Rizki listened to Naila's voice, but his heart was conflicted.
Id: Pertemuan ini tidak terduga.
En: This meeting was unexpected.
Id: Belum lama mereka bertiga berkumpul.
En: It hadn't been long since the three of them gathered.
Id: Waktu seolah membeku, dan Rizki ragu apakah dia siap menghadapi perasaannya sendiri.
En: Time seemed to freeze, and Rizki was unsure if he was ready to face his own feelings.
Id: Ia takut membuka diri dan kembali mengingat luka lama.
En: He was afraid to open up and revisit old wounds.
Id: Di puncak Borobudur, Dimas menunggu dengan sabar.
En: At the top of Borobudur, Dimas waited patiently.
Id: Sosoknya tenang dan bijaksana.
En: His demeanor was calm and wise.
Id: Ia mengerti perasaan Rizki.
En: He understood Rizki's feelings.
Id: Dimas juga merasa hal yang sama, masa lalu yang perlu dihadapi.
En: Dimas felt the same way about the past needing to be confronted.
Id: Akhirnya, Rizki menarik napas dalam-dalam.
En: Finally, Rizki took a deep breath.
Id: Kabut dan hujan memberi kesan damai.
En: The mist and rain gave a peaceful impression.
Id: Sama seperti pikirannya yang kini mulai tenang.
En: Just like his mind, which was now starting to calm down.
Id: “Baiklah, aku ikut.
En: "Alright, I'm in," he said.
Id: ”Mereka bertiga melanjutkan langkah.
En: The three of them continued walking.
Id: Di hamparan hijau yang mengitari candi, mereka berhenti.
En: In the green expanse surrounding the temple, they stopped.
Id: Di bawah perlindungan stupa-stupa megah itu, percakapan pun dimulai.
En: Beneath the protection of the majestic stupas, a conversation began.
Id: Rizki melihat Naila dan Dimas.
En: Rizki looked at Naila and Dimas.
Id: “Aku sering merasa bersalah,” katanya pelan, “atas persahabatan kita yang sempat renggang.
En: "I often feel guilty," he said softly, "about how our friendship once grew distant.
Id: Tapi aku selalu mengingat kenangan indah kita.
En: But I always remember our beautiful memories."
Id: ”Naila tersenyum lembut.
En: Naila smiled gently.
Id: “Rizki, kita semua berubah.
En: "Rizki, we all change.
Id: Tapi persahabatan sejati tak akan hilang begitu saja.
En: But true friendship doesn't just disappear."
Id: ”Dimas menambahkan, “Memang berat mengingat masa lalu, tapi kita di sini sekarang, bersama lagi.
En: Dimas added, "It is indeed hard to remember the past, but we are here now, together again."
Id: ”Keheningan sejenak menyelimuti mereka.
En: A moment of silence enveloped them.
Id: Hanya suara rintik hujan yang menemaninya.
En: Only the sound of raindrops accompanied them.
Id: Namun, keheningan itu menghangatkan.
En: Yet, that silence was warming.
Id: Seperti percakapan hati yang mengalir tanpa kata.
En: Like a heartfelt conversation flowing without words.
Id: Tanpa sadar, Rizki merasa lega.
En: Without realizing it, Rizki felt relieved.
Id: Rasa damai menyelimuti.
En: A sense of peace enveloped him.
Id: Ia menyadari bahwa membuka diri sebenarnya adalah awal dari penyembuhan.
En: He realized that opening up was actually the beginning of healing.
Id: Bahwa ketulusan persahabatan lebih besar dari segala ketakutan.
En: That the sincerity of friendship is greater than any fear.
Id: Hari itu, di bawah naungan Borobudur yang megah, Rizki menemukan kembali ikatan yang sempat hilang.
En: That day, under the grand shelter of Borobudur, Rizki found the bond that was once lost.
Id: Bersama Naila dan Dimas, ia menjalani petualangan baru, menelusuri lorong-lorong masa lalu dengan penuh kehangatan dan penerimaan.
En: Together with Naila and Dimas, he embarked on a new adventure, exploring the corridors of the past with warmth and acceptance.
Id: Ketika matahari mulai terbenam, Rizki menatap teman-temannya.
En: As the sun began to set, Rizki looked at his friends.
Id: “Terima kasih sudah ada untukku,” katanya tulus.
En: "Thank you for being there for me," he said sincerely.
Id: Naila dan Dimas tersenyum serempak.
En: Naila and Dimas smiled in unison.
Id: “Selalu, sahabat.
En: "Always, friend."
Id: ”Mereka pun berbalik, meninggalkan Borobudur dengan langkah yang lebih ringan.
En: They then turned and left Borobudur with lighter steps.
Id: Serta hati yang kini lebih lapang dan penuh rasa syukur.
En: And hearts that were now more open and full of gratitude.
Id: Borobudur bukan lagi sekadar candi.
En: Borobudur was no longer just a temple.
Id: Bagi mereka, tempat itu menjadi simbol perjalanan dan pertemuan kembali.
En: For them, that place had become a symbol of journey and reunion.
Id: Dengan semangat baru, Rizki melangkah menuju hari esok.
En: With new enthusiasm, Rizki stepped into tomorrow.
Id: Hari dimana persahabatan dan keberanian untuk membuka diri adalah hal paling berharga.
En: A day where friendship and the courage to open up are the most valuable things.
Vocabulary Words:
- drizzle: hujan rintik-rintik
- mist: kabut
- enveloped: menyelimuti
- gazing: menatap
- reliefs: relief
- tales: bercerita
- unsettling: mengusik
- energetically: dengan semangat
- conflicted: bimbang
- demeanor: sosok
- wisdom: bijaksana
- unresolved: belum selesai
- pausing: berhenti sejenak
- sincerity: ketulusan
- adventure: petualangan
- revisit: mengingat
- expanse: hamparan
- protection: perlindungan
- majestic: megah
- guilty: bersalah
- distant: renggang
- remember: mengingat
- true friendship: persahabatan sejati
- silence: keheningan
- accompanied: menemaninya
- warming: menghangatkan
- healing: penyembuhan
- bond: ikatan
- threshold: lorong-lorong
- gratitude: rasa syukur