
Sign up to save your podcasts
Or


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Bagaimana Kita Tidak Diselamatkan
Diambil dari: Roma 10:13
“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”
Wonder Kids, kemarin kita belajar bahwa neraka itu nyata. Orang Saduki salah karena mereka tidak percaya kepada kehidupan setelah kematian. Lalu muncul pertanyaan penting: kalau surga dan neraka itu nyata, bagaimana kita bisa diselamatkan?
Ada orang berpikir bahwa Tuhan akan menimbang perbuatan kita seperti memakai timbangan. Kalau perbuatan baik lebih banyak daripada perbuatan jahat, kita masuk surga. Kedengarannya masuk akal, tetapi Alkitab tidak mengajarkan seperti itu.
Masalahnya, standar Tuhan bukan “cukup baik.” Standar Tuhan adalah sempurna. Roma 3:10 berkata, “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” Semua manusia sudah berdosa. Jadi, seandainya keselamatan bergantung pada seberapa baik kita, tidak ada seorang pun yang akan berhasil.
Ada juga yang berkata, “Semua agama kan menuju Tuhan. Jalannya berbeda-beda, tetapi akhirnya sama.” Namun, Yesus sendiri berkata dalam Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Jadi kita tidak diselamatkan karena rajin berbuat baik, karena berasal dari keluarga Kristen, karena sering ke gereja, atau karena merasa diri lebih baik daripada orang lain. Kita diselamatkan hanya karena anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus.
Yesus melakukan apa yang tidak sanggup kita lakukan. Ia hidup tanpa dosa, lalu mati di kayu salib menanggung hukuman dosa kita. Ia bangkit mengalahkan kematian. Karena itu, setiap orang yang bertobat, percaya kepada Yesus, dan berseru kepada-Nya menerima keselamatan.
Wonder Kids, perbuatan baik tetap penting. Tetapi kita berbuat baik bukan supaya diselamatkan, melainkan karena kita sudah diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan, apakah kamu selama ini percaya kepada Yesus atau hanya merasa dirimu cukup baik? Datanglah kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, aku tahu aku tidak dapat menyelamatkan diriku sendiri. Terima kasih karena Engkau mati dan bangkit bagiku. Tolong aku percaya kepada-Mu dan hidup sebagai anak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: kita tidak diselamatkan karena kebaikan kita, tetapi hanya karena anugerah Allah melalui Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Yesus dan Neraka
Diambil dari: Matius 10:28
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”
Wonder Kids, kebanyakan orang lebih suka membicarakan kasih Yesus, pertolongan-Nya, dan surga. Memang semua itu penting. Tetapi Yesus juga berbicara tentang neraka. Mengapa? Karena Yesus mengasihi kita dan tidak mau kita menganggap dosa sebagai sesuatu yang ringan.
Dalam Injil, Yesus menjelaskan bahwa neraka adalah tempat hukuman bagi orang-orang yang menolak Tuhan. Ia memakai gambaran seperti api, kegelapan, tangisan, dan kertakan gigi untuk menunjukkan bahwa hukuman dosa itu sungguh serius.
Apakah itu berarti Yesus senang menghukum manusia? Tentu tidak. Justru karena Tuhan itu kudus dan adil, Ia tidak bisa mengatakan bahwa dosa tidak masalah. Kalau kejahatan, kebencian, kekerasan, dan pemberontakan kepada Tuhan dibiarkan begitu saja, itu bukan keadilan.
Tetapi kabar baiknya adalah Yesus tidak hanya memperingatkan kita tentang hukuman. Ia sendiri datang untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Di kayu salib, Yesus menanggung hukuman yang seharusnya kita terima. Karena itu, setiap orang yang bertobat dan percaya kepada-Nya menerima pengampunan dan hidup kekal.
Wonder Kids, tujuan kita bukan hidup takut terus-menerus memikirkan neraka. Tujuan kita adalah menyadari betapa seriusnya dosa dan betapa besarnya kasih Tuhan. Kalau kita sudah percaya kepada Yesus, kita dapat hidup dengan syukur dan sukacita, bukan dengan ketakutan.
Dan karena kita tahu bahwa keselamatan itu penting, kita juga tidak boleh cuek terhadap orang lain. Kita bisa berdoa untuk teman-teman kita dan dengan kasih menceritakan kabar baik tentang Yesus kepada mereka.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Doakan satu orang yang belum mengenal Yesus dan mintalah Tuhan memberimu kesempatan menunjukkan kasih-Nya kepadanya.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memperingatkanku tentang dosa dan datang untuk menyelamatkanku. Tolong aku hidup dekat kepada-Mu dan mengasihi orang lain dengan memberitakan kabar baik-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: Yesus berbicara tentang neraka bukan karena Ia kejam, tetapi karena dosa itu serius dan Ia datang untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Surga atau Langit dan Bumi yang Baru?
Diambil dari: 2 Petrus 3:13
“Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”
Wonder Kids, orang Saduki tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat berbeda. Yesus berkata bahwa surga adalah tempat kediaman Allah yang kudus dan para malaikat-Nya.
Kadang-kadang kita membayangkan surga seperti kartun: orang duduk di atas awan, memakai sayap, lalu memainkan kecapi sepanjang hari. Tetapi Alkitab memberikan gambaran yang jauh lebih indah.
Firman Tuhan berkata bahwa sesudah penghakiman terakhir, Allah akan menjadikan langit yang baru dan bumi yang baru. Wahyu 21 menggambarkan sebuah kehidupan yang dipulihkan: tidak ada lagi kematian, tangisan, kesakitan, atau dosa. Allah akan tinggal bersama umat-Nya, dan semuanya akan dibuat baru.
Jadi, kehidupan kekal bukan berarti kita selamanya menjadi roh yang melayang-layang tanpa tubuh. Ingatlah apa yang terjadi kepada Yesus. Setelah mati, Yesus bangkit dengan tubuh yang baru. Murid-murid dapat melihat dan menyentuh-Nya. Dengan cara yang serupa, Alkitab mengajarkan bahwa suatu hari nanti Tuhan juga akan membangkitkan tubuh orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Artinya, rencana keselamatan Tuhan bukan hanya membawa jiwa kita pergi dari dunia. Tuhan sedang memulihkan seluruh ciptaan. Apa yang rusak oleh dosa akan diperbarui. Kita akan hidup bersama Tuhan dalam dunia yang sempurna, seperti tujuan-Nya sejak awal ketika menciptakan Adam dan Hawa—bahkan lebih indah, karena dosa tidak akan pernah merusaknya lagi.
Wonder Kids, ini memberi kita pengharapan besar. Kehidupan kita sekarang bukan akhir dari semuanya. Ada masa depan yang sungguh indah bersama Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat melihat sesuatu yang indah di dunia—langit, pohon, bunga, atau laut—ingatlah bahwa Tuhan suatu hari nanti akan memperbarui seluruh ciptaan.
Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menjanjikan langit yang baru dan bumi yang baru. Tolong aku hidup setia kepada-Mu sambil menantikan hari ketika aku akan bersama-Mu selamanya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: pengharapan kita bukan sekadar “pergi ke surga,” tetapi hidup bersama Tuhan dalam ciptaan yang diperbarui dan sempurna. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Orang Saduki: Penolak Kebangkitan yang Pertama
Diambil dari: Matius 22:23
“Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.”
Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus ada kelompok pemimpin agama Yahudi yang disebut orang Saduki. Mereka adalah kelompok yang cukup berpengaruh dan banyak di antara mereka berasal dari kalangan imam. Tetapi ada satu hal penting yang mereka tolak: mereka tidak percaya bahwa orang mati akan dibangkitkan.
Orang Saduki percaya bahwa setelah seseorang meninggal, semuanya selesai. Karena itu, ketika mendengar Yesus berbicara tentang kebangkitan, mereka mencoba menjebak-Nya dengan sebuah pertanyaan.
Mereka menceritakan tentang seorang perempuan yang menikah dengan seorang laki-laki, tetapi suaminya meninggal tanpa mempunyai anak. Menurut hukum pada zaman itu, saudara laki-laki suaminya kemudian menikahi perempuan tersebut. Tetapi saudara itu juga meninggal. Hal yang sama terus terjadi sampai tujuh bersaudara semuanya pernah menjadi suaminya.
Lalu mereka bertanya kepada Yesus, “Pada waktu kebangkitan, perempuan itu akan menjadi istri siapa?”
Pertanyaan itu sebenarnya bukan karena mereka benar-benar ingin belajar. Mereka sedang mencoba membuat ajaran tentang kebangkitan terlihat tidak masuk akal.
Tetapi Yesus menjawab bahwa mereka salah karena tidak mengerti Kitab Suci dan kuasa Allah. Kehidupan setelah kebangkitan tidak sama persis dengan kehidupan kita sekarang. Tuhan mampu membangkitkan orang mati dan memberikan kehidupan yang baru sesuai dengan rencana-Nya.
Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa mempunyai pertanyaan tentang Tuhan yang terasa sulit. Bertanya itu tidak salah. Yang penting adalah sikap hati kita. Jangan bertanya hanya untuk mencari kesalahan, tetapi bertanyalah karena sungguh ingin mengenal kebenaran.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu memiliki pertanyaan tentang kebangkitan atau kehidupan setelah kematian, tuliskan dan tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.
Mari kita berdoa: Tuhan, tolong aku percaya kepada kuasa-Mu dan firman-Mu. Ketika aku memiliki pertanyaan, berikan aku hati yang mau belajar dan menerima kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Apa Arti Kebangkitan Yesus?
Diambil dari: 1 Tesalonika 4:13 “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.”
Wonder Kids, ketika seseorang yang kita kasihi meninggal, hati kita pasti sedih. Kita merasa kehilangan. Kita menangis. Bahkan orang dewasa pun bisa sangat berduka. Kesedihan itu wajar. Tuhan tidak melarang kita bersedih.
Yesus sendiri pernah menangis ketika Lazarus, sahabat-Nya, meninggal. Jadi, menjadi sedih bukan berarti kita tidak beriman. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kesedihan itu tidak kosong. Di dalam kesedihan, kita tetap memiliki pengharapan.
Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang percaya yang meninggal itu seperti sedang “tidur.” Tentu ini bukan berarti tubuhnya benar-benar tidur seperti waktu malam hari. Paulus memakai gambaran itu untuk menolong kita mengerti bahwa kematian bukan akhir bagi orang yang ada di dalam Kristus. Mengapa? Karena Yesus sudah mati dan sudah bangkit!
Kebangkitan Yesus berarti kematian sudah dikalahkan. Yesus tidak tinggal di dalam kubur. Ia bangkit dengan kemenangan. Dan karena Yesus bangkit, semua orang yang percaya kepada-Nya juga akan dibangkitkan dan hidup bersama Dia selama-lamanya.
Itulah sebabnya orang Kristen berduka dengan cara yang berbeda. Kita tetap menangis, tetapi kita tidak putus asa. Kita tetap sedih, tetapi kita tidak kehilangan harapan. Kalau orang yang meninggal itu percaya kepada Yesus, kita tahu bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu kembali di dalam kemuliaan bersama Tuhan.
Wonder Kids, mungkin sekarang kamu belum terlalu sering memikirkan soal kematian. Tetapi sejak kecil kita perlu belajar satu hal penting: harapan sejati tidak ditemukan dalam kesehatan, uang, atau umur panjang. Harapan sejati hanya ada di dalam Yesus yang sudah bangkit.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: kalau kamu tahu ada teman atau keluarga yang sedang berduka, doakan mereka dan hiburlah mereka dengan kasih.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah bangkit dan memberi kami pengharapan. Saat kami sedih atau kehilangan orang yang kami kasihi, tolong kami ingat bahwa Engkau berkuasa atas kematian. Ajari kami berharap kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: kebangkitan Yesus berarti orang yang percaya kepada-Nya memiliki pengharapan yang hidup, bahkan ketika menghadapi kematian. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Yesus vs. Alien dan Bigfoot?
Diambil dari: Kisah Para Rasul 14:31
“Mereka percaya kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
Wonder Kids, beberapa orang berkata, “Kalau orang bisa percaya pada alien atau Bigfoot tanpa bukti yang sangat kuat, mengapa mereka merasa aneh ketika orang Kristen percaya kepada Yesus?”
Memang, ada banyak orang yang percaya pada hal-hal yang belum dapat dibuktikan dengan jelas. Sebuah survei di Amerika pernah menunjukkan cukup banyak orang percaya bahwa alien mungkin ada. Ada juga yang percaya pada makhluk seperti Bigfoot, walaupun bukti yang ada sangat terbatas.
Nah, lalu bagaimana dengan Yesus? Apakah percaya kepada Yesus juga sama seperti percaya kepada sesuatu yang tidak punya bukti?
Tidak. Kita memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa Yesus benar-benar hidup. Kita mempunyai catatan sejarah, kesaksian para saksi mata, tulisan para rasul, kubur yang kosong, dan perubahan hidup orang-orang yang bertemu dengan Yesus yang bangkit. Jadi iman Kristen bukan sekadar, “Aku merasa ini benar, jadi aku percaya.”
Tentu, kita tidak bisa melihat Yesus dengan mata kita sekarang seperti para murid dahulu. Tetapi kita bisa memeriksa kesaksian yang sudah diberikan kepada kita. Dan semakin kita melihat bukti-buktinya, semakin masuk akal untuk percaya bahwa Yesus sungguh hidup, mati di kayu salib, dan bangkit kembali.
Wonder Kids, iman tidak berarti percaya tanpa berpikir. Iman berarti mempercayakan diri kepada Yesus karena kita punya alasan yang cukup untuk mengenal siapa Dia.
Jadi, ketika temanmu bertanya, “Mengapa kamu percaya kepada Yesus?” jangan hanya menjawab, “Pokoknya percaya.” Ceritakan bahwa iman kita berdiri di atas kesaksian yang dapat dipercaya tentang Yesus.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh hidup, lalu ceritakan kepada seseorang.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami alasan untuk percaya kepada-Mu. Tolong aku semakin mengenal kebenaran dan berani menjelaskan imanku dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: percaya kepada Yesus bukan seperti percaya pada cerita tanpa bukti—iman kita berdiri di atas kesaksian yang dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Apakah Murid-Murid Hanya Berhalusinasi?
Diambil dari: Kisah Para Rasul 2:32
“Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”
Wonder Kids, ada orang yang mencoba mencari penjelasan lain tentang penampakan Yesus setelah kebangkitan. Mereka berkata, “Mungkin para murid sungguh merasa melihat Yesus, tetapi sebenarnya mereka hanya berhalusinasi.”
Halusinasi adalah ketika seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Namun, seorang psikolog bernama Dr. Gary Collins menjelaskan bahwa halusinasi biasanya merupakan pengalaman pribadi. Satu orang mungkin mengalami halusinasi tertentu, tetapi orang lain tidak otomatis melihat hal yang sama. Apalagi dalam kisah kebangkitan, Yesus menampakkan diri kepada banyak orang, bahkan kepada kelompok besar.
Selain itu, para murid bukan orang-orang yang sedang sangat berharap Yesus akan muncul. Setelah penyaliban, mereka justru takut, bingung, kecewa, dan bersembunyi. Tomas bahkan menolak percaya sebelum melihat sendiri. Yakobus, saudara Yesus, sebelumnya juga tidak percaya kepada-Nya. Mereka bukan orang yang sedang menunggu-nunggu sesuatu lalu membayangkannya terjadi.
Yesus juga tidak hanya menampakkan diri satu kali. Selama sekitar empat puluh hari, Ia berkali-kali bertemu dengan para pengikut-Nya. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, makan bersama-Nya, dan mendengar pengajaran-Nya.
Kalau semua itu hanya halusinasi, kita harus menjelaskan mengapa banyak orang yang berbeda mengalami hal yang sama berulang kali. Penjelasan itu justru menjadi semakin sulit.
Wonder Kids, kita memang perlu memeriksa berbagai penjelasan dengan hati-hati. Iman Kristen tidak meminta kita menutup mata terhadap pertanyaan. Tetapi setelah melihat bukti-buktinya, penjelasan terbaik tetaplah bahwa Yesus sungguh bangkit dan para murid benar-benar bertemu dengan-Nya.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mempunyai pertanyaan tentang kebangkitan Yesus, tuliskan dan carilah jawabannya melalui Alkitab bersama orang yang dapat menolongmu.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena kebangkitan-Mu sungguh nyata. Tolong aku tidak mudah bingung, tetapi belajar memeriksa kebenaran dan semakin percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: para murid bukan hanya merasa melihat Yesus—mereka sungguh menjadi saksi bahwa Dia telah bangkit dan hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Akhir Injil Markus yang Hilang?
Diambil dari: Markus 16:7
“Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”
Wonder Kids, ada satu hal menarik ketika kita membaca Injil Markus. Beberapa Alkitab memberi catatan bahwa bagian Markus 16:9–20 tidak ditemukan dalam beberapa naskah Alkitab yang paling tua. Lalu ada orang yang bertanya, “Apakah ini berarti cerita kebangkitan Yesus ditambahkan belakangan?”
Jawabannya: tidak.
Kalaupun Injil Markus pada awalnya berakhir di Markus 16:8, berita tentang kebangkitan Yesus sudah ada sebelum ayat-ayat setelahnya. Markus 16 menceritakan bahwa para perempuan datang ke kubur, menemukan batu sudah terguling, dan mendengar berita, “Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.” Mereka juga diperintahkan untuk memberitahu para murid bahwa Yesus akan menemui mereka di Galilea.
Jadi, kebangkitan Yesus bukan bergantung pada Markus 16:9–20. Bahkan tanpa bagian itu, Markus sudah dengan jelas menyatakan bahwa kubur kosong dan Yesus telah bangkit.
Selain itu, kita masih mempunyai Injil Matius, Lukas, Yohanes, surat-surat Paulus, dan kitab Kisah Para Rasul yang semuanya memberikan kesaksian tentang Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada banyak orang.
Wonder Kids, hal ini juga mengajarkan bahwa kita tidak perlu takut ketika menemukan catatan atau pertanyaan sulit tentang Alkitab. Justru kita boleh memeriksanya dengan teliti. Firman Tuhan tidak menjadi lemah hanya karena kita mengajukan pertanyaan. Kebenaran tentang Yesus tetap berdiri kuat.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau menemukan bagian Alkitab yang membingungkan, jangan langsung panik. Tuliskan pertanyaanmu dan tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.
Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu dapat dipercaya. Tolong aku tidak takut bertanya, tetapi mau belajar dengan sungguh-sungguh dan semakin yakin bahwa Yesus telah bangkit. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: bagaimana pun Injil Markus berakhir, kabar utamanya tetap jelas—kubur Yesus kosong dan Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Dikuatkan oleh Kisah Para Rasul
Diambil dari: Kisah Para Rasul 3:15
“Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.”
Wonder Kids, kalau kita ingin tahu apakah kebangkitan Yesus benar-benar dipercaya oleh orang Kristen mula-mula, kita bisa melihat kitab Kisah Para Rasul. Di sana kita menemukan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita tambahan yang baru muncul belakangan. Justru sejak awal, itulah berita utama yang terus diberitakan para rasul.
Petrus berkali-kali berkata bahwa Yesus telah dibangkitkan oleh Allah. Ia juga menegaskan, “Kami adalah saksi.” Artinya, para rasul tidak sedang mengulang cerita yang mereka dengar dari orang lain. Mereka sendiri pernah melihat Yesus yang bangkit.
Kisah Para Rasul juga mencatat bahwa Yesus menampakkan diri kepada banyak orang. Setelah bangkit, Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya, mengajar mereka, lalu naik ke surga. Bahkan Saulus, yang sebelumnya menganiaya orang Kristen, kemudian bertemu dengan Yesus yang hidup dan akhirnya menjadi Paulus, pemberita Injil yang sangat berani.
Yang menarik, para rasul tetap memberitakan kebangkitan Yesus walaupun mereka mendapat ancaman, dipukul, dipenjara, bahkan dibunuh. Mereka tidak mendapat keuntungan karena menyampaikan berita itu. Justru mereka harus membayar harga yang mahal.
Mengapa mereka tetap bertahan? Karena mereka yakin apa yang mereka lihat itu benar. Mereka tahu Yesus sungguh mati, tetapi juga sungguh bangkit.
Wonder Kids, iman Kristen bukan hanya dibangun dari satu cerita atau satu saksi. Ada banyak kesaksian yang saling menguatkan. Itu sebabnya kita tidak perlu malu percaya kepada Yesus.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada seseorang satu alasan mengapa kamu percaya Yesus sungguh bangkit.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi banyak saksi tentang kebangkitan-Mu. Tolong aku semakin yakin dan berani menceritakan bahwa Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: para rasul berani menjadi saksi karena mereka tahu satu hal dengan pasti—Yesus sungguh bangkit.
Wonder Kids, ingatlah: nama-nama yang dicatat mungkin berbeda, tetapi kabar besarnya tetap sama—kubur Yesus kosong karena Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Saksi Kebangkitan: Penampakan Terakhir
Diambil dari Lukas 24:51
“Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.”
Wonder Kids, selama empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus berkali-kali menampakkan diri kepada para murid. Ada yang melihat-Nya sendiri, ada yang bersama kelompok besar. Kisah Para Rasul 1:3 mengatakan bahwa Yesus menunjukkan banyak tanda yang meyakinkan bahwa Ia benar-benar hidup dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Setelah itu, tibalah waktunya Yesus kembali ke Surga. Sebelum pergi, Yesus memberikan tugas kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil. Namun, para murid masih mempunyai pertanyaan. Mereka bertanya, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”
Yesus tidak memberikan tanggal atau waktu. Ia berkata bahwa hal itu adalah urusan Bapa. Sebaliknya, Yesus mengatakan sesuatu yang lebih penting: mereka akan menerima kuasa ketika Roh Kudus turun atas mereka. Kemudian mereka harus menjadi saksi tentang Yesus di Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi.
Sesudah berkata demikian, Yesus terangkat ke surga sementara para murid melihat-Nya. Awan menutupi-Nya dari pandangan mereka.
Wah, kedatangan dan kepergian Yesus sangat berbeda. Ketika lahir di Betlehem, Yesus datang sebagai bayi kecil dalam kesederhanaan. Tetapi ketika kembali ke surga, Ia terangkat dalam kemuliaan. Yesus yang pernah dihina dan disalibkan sekarang kembali kepada Bapa sebagai Raja yang menang.
Namun, sebelum pergi, Yesus meninggalkan sebuah tugas. Para murid tidak boleh hanya berdiri menatap ke langit. Mereka harus pergi dan menjadi saksi-Nya. Tugas itu juga diberikan kepada kita hari ini. Kita dipanggil untuk menceritakan tentang Yesus melalui perkataan dan kehidupan kita.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan satu hal tentang Yesus kepada seorang teman atau anggota keluargamu.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau hidup dan sekarang bertakhta dalam kemuliaan. Tolong aku menjadi saksi-Mu dan berani menceritakan kabar baik tentang Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: Yesus sudah kembali ke surga, tetapi tugas kita masih berjalan—jadilah saksi-Nya di mana pun kamu berada. Tuhan Yesus memberkati.
From the publisher's feed