Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Dikhianati Seorang Teman
Diambil dari: Mazmur 41:10
“Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan roti bersama-sama dengan aku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.”
Wonder Kids, Saat jam makan siang di sekolah, kita biasanya duduk bersama siapa? Biasanya bersama teman-teman dekat kita. Makan bersama adalah waktu yang menyenangkan—kita bercanda, berbagi cerita, dan menikmati makanan bersama. Kita jarang makan dengan orang yang tidak kita sukai atau tidak kita percaya. Karena itu, dikhianati oleh teman sendiri adalah hal yang sangat menyakitkan.
Raja Daud pernah mengalaminya. Ketika ia menulis Mazmur 41, ia sedang mengalami masa sulit. Ia merasa musuh-musuhnya senang melihat kesusahannya. Bahkan orang yang dekat dengannya, yang pernah makan bersama dia, ternyata mengkhianatinya. Meski begitu, Daud tetap percaya bahwa Tuhan akan memelihara dirinya.
Yesus juga mengalami hal yang sama. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Yesus sedang makan dengan para murid-Nya. Di saat yang sangat berat itu, Yesus tahu salah satu murid terdekat—Yudas—akan mengkhianati Dia. Yesus bahkan mengutip Mazmur 41 untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi sudah dinubuatkan sejak dulu. Pengkhianatan oleh Yudas adalah “sidik jari” keenam yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias.Yesus memahami rasa sakit ditinggalkan, dikhianati, dan dilukai oleh orang yang dekat.
Itu sebabnya ketika kamu dikhianati atau dikecewakan teman, Yesus mengerti perasaanmu.Dia pernah mengalaminya, dan Dia ada untuk menolongmu.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jika kamu pernah terluka karena teman, ceritakan kepada Tuhan. Katakan:“Tuhan, Engkau tahu rasanya disakiti. Tolong sembuhkan hatiku dan ajari aku menjadi teman yang setia.”
Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengerti rasaku ketika aku disakiti oleh orang yang dekat denganku. Tolong aku belajar setia dalam persahabatan dan mengampuni seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: Yesus memahami rasa sakitmu, dan Dia selalu setia—bahkan ketika manusia mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.