Setelah Virus Louissa ditetapkan sebagai pandemic global, Martino dan Steven membawa keluarga mereka mengungsi. Calvin, sahabat lama mereka, mengundang mereka untuk tinggal bersama di rumahnya selama wabah belum hilang. Rumah Calvin sangat besar. Dulunya, hunian itu merupakan tempat retret bagi calon Pastor. Jadilah ketiga sahabat itu berkumpul lagi bersama keluarga mereka.
Martino, Calvin, dan Steven tetap bahagia walau situasi di luar mencekam. Begitu pun anak-anak mereka yang telah bersahabat sejak kecil, merasa bahagia karena dapat berkumpul bersama.