Truth Daily Enlightenment

Roh, Roh Perbudakan, Dan Roh Kita


Listen Later

Penjelasan dalam sub bab ini sebenarnya hanya menegaskan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu mengenai roh dan roh perbudakan. Ini jenis roh yang ketiga dan sekaligus keempat.  Mengapa dua jenis roh dibahas bersama? Sebab kedua roh ini saling bertentangan. Kata “roh” menunjuk spirit atau gairah yang dimiliki orang percaya setelah mengalami proses keselamatan, sedangkan “roh perbudakan” adalah spirit atau gairah dunia hasil pengaruh dunia, yang bertentangan dengan gairah roh. Roh perbudakan adalah gairah hidup yang terikat oleh percintaan dunia. Selanjutnya Roma 8:14, teks tersebut menyatakan: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Dipimpin di sini artinya dalam tuntunan atau dalam kehendak Allah Bapa (Theos).
Orang-orang yang dipimpin Roh Allah memiliki roh (gairah) yang benar atau kudus, yang diajarkan atau dilahirkan dalam kehidupan orang percaya tersebut. Roh itu memberikan keberanian menghadapi hidup, sebab dapat menghayati kehidupan sebagai anak Allah. Kalau seseorang menghayati hidup sebagai anak Allah, maka tidak ada sesuatu yang perlu ditakutkan. Itulah sebabnya Paulus mengatakan: Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Gairah (dari roh) tersebut juga menempatkan orang percaya layak disebut sebagai anak-anak Allah, sehingga dapat memanggil Allah sebagai Bapa. Dalam hal ini orang yang memiliki panggilan dengan benar kepada Allah sebagai Bapa, pasti terbebas dari perasaan takut menghadapi segala sesuatu, bahkan tidak takut menghadapi kematian dan pengadilan Allah.
Roh (spirit yang dilahirkan dari proses kehidupan yang dipimpin Roh Allah) bersaksi bersama-sama dengan roh kita (roh manusia). Hanya, kalau roh itu (bukan roh kita, tetapi spirit yang dihasilkan oleh pimpinan Roh Kudus) dilahirkan, maka dapat menyaksikan bahwa kita adalah anak Allah. Dalam hal ini pengakuan sebagai anak Allah bukanlah hasil teologi yang disuntikkan di dalam nalar, tetapi sebuah pergumulan yang dialami seseorang dalam penurutan kepada pimpinan Roh Kudus, sehingga melahirkan roh (spirit atau gairah) yang memberi kesaksian bahwa kita adalah anak Allah.
Harus selalu diingat bahwa roh di sini (hasil dari pimpinan Roh Kudus) bukan menunjuk kepada suatu pribadi, tetapi spirit atau gairah dan kesadaran; di dalamnya terdapat kemampuan yang menempatkan roh manusia menjadi suci dan sempurna atau unggul. Roh ini mewarnai atau menyatu dengan roh kita (roh manusia). Sebagai akibat atau buahnya, di sini terjadi pembaharuan roh seperti yang dimaksud Paulus dalam Efesus 4:23. Dalam 1 Tesalonika 5:23 Paulus juga menyatakan bahwa roh manusia harus dikuduskan yang sama artinya dengan disempurnakan
Orang percaya harus membiasakan diri merasakan apa yang dialami, bukan membiasakan diri merasakan apa yang diyakini. Merasakan apa yang berasal dari keyakinan, bisa merupakan fantasi, tetapi merasakan apa yang dialami merupakan pengalaman secara konkret mengubah kehidupan seseorang sehingga memiliki roh yang seunsur dengan Roh Kudus. Pada umumnya orang Kristen membiasakan diri merasakan apa yang diyakini, sehingga imannya hanya ada di wilayah pikiran atau nalar. Semua hanya dipecahkan dalam keyakinan pikiran. Di sini Tuhan menjadi hanya seperti fantasi. Mereka berurusan dengan Tuhan di dalam pikiran mereka dan memaknai setiap kejadian hidup sesuai dengan filosofi mereka. Mereka tidak sungguh-sungguh berurusan dengan Allah yang hidup dan nyata. Tentu saja orang Kristen seperti ini tidak memiliki roh dalam arti gairah, spirit dan hasrat yang dilahirkan dalam perjalanan konkret hidup dalam pimpinan Roh Kudus, sebab semua hanya dipecahkan dengan doktrin dan kajian teologi. Mereka belum hidup menurut roh dengan benar. Tidak heran kalau mereka masih saja menjadi orang Kristen yang tidak berbeda dengan orang non Kristen
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings