"Istirahatlah kata-kata" merupakan puisi yang disuarakan oleh aktivis HAM bernama Wiji Thukul. Suatu kritik sosial yang digaungkan atas ketiadaan harapan akan kaum-kaum tertindas. Kata-kata dari pinggir ini ternyata sudah lahir ribuan tahun lamanya, bahkan sejak zaman PL, dan kata-kata itu disuarakan oleh seorang sederhana bernama Amos. Kata-kata minoritas yang semakin senyap, tetapi tidak pernah mati. Diberkatilah kata-kata.