
Sign up to save your podcasts
Or


Atas izin Allah, pada akhirnya saya harus berhenti juga dari Musik.
Beberapa Hujjah, yang mengokohkan saya untuk berhenti dari musik:
1. Al Qur'an Surat Luqman : 6
2. Hadits Riwayat Bukhari No.5590
3. Hadits Riwayat Nukhari No.2051 & Muslim No.1599
4. Hadits Riwayat Ahmad No. 20739
Fase ini fase terlama, nyaris 10 tahun saya mengajar di sana, dan harus berhenti lebih awal pada akhirnya.
Perjalanan berikutnya, saya berlabuh di Sekolah Tinggi Musik Bandung, untuk melanjutkan Studi S1, dengan berakhir di Skripsi "Sejarah Perkembangan Musik di Kota Bandung".
Mendalami Blues, membentuk Traffic Jam On Sunday yang kemudian berubah nama menjadi Uncle Traff, aktif di Komunitas Blues di Kota Bandung.
Melamar menjadi Guru di SMP Taruna Bakti Bandung, dan diterima. Mulai mengajar di 4 Januari 2010.
...berlanjut ke Bab & Episode berikutnya.
Bab ke-III ini bercerita mengenai bagaimana saya mulai hingga mengakhiri kuliah dengan singkat. Dengan berbagai pengalaman di dalamnya. Band-band yang saya pernah ada di dalamnya:
1. Yusuf Bin Sanusi
2. Planetsial
3. Laki
Hingga saya memutuskan untuk melanjutkan Kuliah S1 Seni Musik (pada episode berikutnya, in syaa Allah)
Fase mengenal musik dari era SMP hingga akhir masa SMA, dan keputusan untuk melanjutkan kuliah Musik.
(1) Belajar gitar secara lebih serius
Band:
1. Dewa Daru
2. Pasys Power
Perjalanan, perkenalan diri dengan Musik.
(2) Kelas 6 SD, mulai melirik dan tertarik untuk belajar instrumen Gitar.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Episode ini akan memaparkan perjalanan hidup saya mengenal musik, mendalaminya, menjadikannya profesi, hingga pada titik balik saya harus meninggalkannya. Sesuatu yang cukup berat untuk dilakukan, mengingat musik sudah bukan sekedar hobi, melainkan profesi, sumber pengasilan utama saya, hingga Juli 2019.
Ini dibuat, tidak bermaksud untuk riya, ujub, dan menyombongkan diri atas hijrah saya ini, karena itu adalah kesia-siaan. Melainkan dibuat dengan tujuan untuk berbagi pengalaman, barangkali ada diantara kawan yang memiliki kegalauan yang sama seperti apa yang pernah saya rasakan.
Sekaligus juga sebagai bentuk pembersihan diri saya, yang mana dahulu saya mengajak manusia untuk mencintai, menggandrungi, dan mempelajari musik. Saat ini saya "bayar" dengan mengajak manusia, untuk meninggalkannya (musik).
Barangkali ada perbedaan pendapat & keyakinan di dalam hal ini, tidak mengapa. Hal ini dikembalikan pada keyakinan kita masing-masing. Karena apa yang kita yakini & wujudkan dalam amalan, akan kita pertanggungjawabkan kelak. Insyaa Allah.
Semoga kita semua diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, diberikan Hidayatul Irsyad serta Hidayatut Taufiq. Aamiin.
Rully Setia Ramdani
3 Ramadhan 1441 H / 26 April 2020
From the publisher's feed