Suatu hari, aku ingin menjadi rumah pada seseorang yang jiwanya hampa. Mengisi perlahan ruang kosong yang selama ini Ia pertanyakan "adakah rumah?" menjadi arah pulang untuk Ia yang sudah lama tersesat pada jalan pergi. Jika saat itu tiba, anda tidak perlu khawatir dan ragu apakah saya akan menjadi rumah yang tepat atau tidak. Karena jauh sebelum kita bertemu saya sudah menata ruang untuk anda tempati senyaman dan selama mungkin. Tidak perlu sungkan bersamaku, anda bisa menjadi apa saja. Menjadi monster yang menyeramkan lalu raganya akan kurengkuh hangat dan amarah di dadanya akan mereda. Anda juga bisa menjadi anak kecil yang tangisnya membelalak lalu yang matanya akan aku tatap sedalam mungkin sembari mengusap dengan lembut dan berkata "nggakpapah, nangis ajah, aku tungguin selama apapun itu."