
Sign up to save your podcasts
Or


Materi yang dibahas pada episode ini adalah serial bahasan tafsir tiga surah pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) yang disarikan dari kitab tafsir Al-Jalalain. Sebagaimana kita ketahui bersama, tafsir Al-Jalalain adalah kitab (buku) fenomenal dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang ilmu Tafsir. Kelugasan bahasa dan metode penyampaiannya yang sederhana tidak menghalangi keterpopuleran buku ini di tengah-tengah karya para ulama yang mendalam dan luas keilmuannya. Tafsir ini diakui oleh kalangan ulama sebagai tafsir yang sangat banyak memberikan manfaat.
Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Materi yang dibahas pada episode ini adalah serial bahasan tafsir tiga surah pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) yang disarikan dari kitab tafsir Al-Jalalain. Sebagaimana kita ketahui bersama, tafsir Al-Jalalain adalah kitab (buku) fenomenal dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang ilmu Tafsir. Kelugasan bahasa dan metode penyampaiannya yang sederhana tidak menghalangi keterpopuleran buku ini di tengah-tengah karya para ulama yang mendalam dan luas keilmuannya. Tafsir ini diakui oleh kalangan ulama sebagai tafsir yang sangat banyak memberikan manfaat.
Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Materi yang dibahas pada episode ini adalah serial bahasan tafsir tiga surah pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) yang disarikan dari kitab tafsir Al-Jalalain. Sebagaimana kita ketahui bersama, tafsir Al-Jalalain adalah kitab (buku) fenomenal dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang ilmu Tafsir. Kelugasan bahasa dan metode penyampaiannya yang sederhana tidak menghalangi keterpopuleran buku ini di tengah-tengah karya para ulama yang mendalam dan luas keilmuannya. Tafsir ini diakui oleh kalangan ulama sebagai tafsir yang sangat banyak memberikan manfaat.
Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Materi yang dibahas pada episode ini adalah serial bahasan tafsir tiga surah pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) yang disarikan dari kitab tafsir Al-Jalalain. Sebagaimana kita ketahui bersama, tafsir Al-Jalalain adalah kitab (buku) fenomenal dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang ilmu Tafsir. Kelugasan bahasa dan metode penyampaiannya yang sederhana tidak menghalangi keterpopuleran buku ini di tengah-tengah karya para ulama yang mendalam dan luas keilmuannya. Tafsir ini diakui oleh kalangan ulama sebagai tafsir yang sangat banyak memberikan manfaat.
Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Materi yang dibahas pada episode ini adalah serial bahasan tafsir tiga surah pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) yang disarikan dari kitab tafsir Al-Jalalain. Sebagaimana kita ketahui bersama, tafsir Al-Jalalain adalah kitab (buku) fenomenal dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang ilmu Tafsir. Kelugasan bahasa dan metode penyampaiannya yang sederhana tidak menghalangi keterpopuleran buku ini di tengah-tengah karya para ulama yang mendalam dan luas keilmuannya. Tafsir ini diakui oleh kalangan ulama sebagai tafsir yang sangat banyak memberikan manfaat.
Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Materi yang dibahas pada episode ini adalah serial bahasan tafsir tiga surah pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) yang disarikan dari kitab tafsir Al-Jalalain. Sebagaimana kita ketahui bersama, tafsir Al-Jalalain adalah kitab (buku) fenomenal dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang ilmu Tafsir. Kelugasan bahasa dan metode penyampaiannya yang sederhana tidak menghalangi keterpopuleran buku ini di tengah-tengah karya para ulama yang mendalam dan luas keilmuannya. Tafsir ini diakui oleh kalangan ulama sebagai tafsir yang sangat banyak memberikan manfaat.
Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Allah Ta’ala berfirman, “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].” (QS. Al Baqarah: 200-201).
Dari ayat ini kebanyakan ulama salaf menganjurkan membaca doa yang lazim kita kenal dengan doa sapu jagat di hari-hari #tasyrik. Doa sapu jagat ini terkumpul di dalamnya seluruh kebaikan, bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam paling sering membaca doa ini. Anas bin Malik mengatakan, “Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar.” (HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690).
Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah. Kebaikan di akhirat adalah surga.” Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan rezeki yang tayib. Sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga”.
Dan doa juga termasuk zikir, bahkan doa termasuk zikir yang paling utama.
Diriwayatkan dari Al Jashshosh, dari Kinanah Al Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al Asy’ariy berkata ketika berkhotbah di hari An Nahr (Iduladha), “Tiga hari setelah hari An Nahr (yaitu hari-hari tasyrik), itulah yang disebut oleh Allah dengan ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). Doa pada hari tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdoa dengan berharap pada-Nya.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, 505-506).
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Versi penuh takbir hari Id ini diolah oleh tim Podcasts Rumaysho.com. Suara dalam audio ini berasal dari Tareq Muhammad.
Dalam matan Al Ghoyah wat Taqrib disebutkan, “Berkaitan dengan Iduladha, setiap selesai shalat lima waktu, mulai dari waktu Subuh hari Arafah hingga waktu Asar di hari tasyrik (13 Dzulhijjah) diperintahkan untuk bertakbir*.” (At Tadzhib fii Adillati Matan Al Ghoyah wat Taqrib, hal. 82).
*Takbir yang dimaksudkan di sini tidak perlu dikomandoi dan diperintahkan untuk dikeraskan, kecuali bagi perempuan. Tidak mesti takbirnya langsung setelah salam, boleh setelah zikir sesudah shalat dibaca.
Pembahasan lebih detail mengenai hal ini, bisa dilihat di website kami berikut:
https://rumaysho.com/8979-takbir-hari-arafah-shubuh.html
Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk memperbanyak kebaikan. Aamiin :)
Episode kali ini adalah wawancara Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc. bersama Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta dalam kunjungannya ke Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta pada hari Sabtu, 25 Juli 2020.
Pada episode kali ini, beliau memaparkan perjalanan hidupnya dalam menempuh studi dan memotivasi adik-adik untuk semangat dalam mengenyam pendidikan tinggi.
Yuk simak cerita beliau yang penuh inspirasi. Semoga bermanfaat :)
From the publisher's feed