
Sign up to save your podcasts
Or


Saat ini, pengesahan RUU Cipta kerja pada 5 Oktober lalu telah menimbulkan gejolak politik dan demonstrasi di berbagai tempat. Berpikir secara rasional, bertolak dari demonstrasi besar September tahun lalu dan riak-riak penolakan RUU Cipta kerja sedari awal, menjadi pertanyaan besar mengapa kesalahan minim partisipasi dan transparansi tetap dilakukan dalam proses pengesahan RUU Cipta kerja? Terlebih lagi, dengan situasi pandemi Covid-19 yang memburuk saat ini, demonstrasi di berbagai daerah jelas akan memperburuk situasi. Lantas, dengan adanya potensi besar demonstrasi, mengapa kesalahan tahun lalu tetap berulang?
By Pinter Politik5
11 ratings
Saat ini, pengesahan RUU Cipta kerja pada 5 Oktober lalu telah menimbulkan gejolak politik dan demonstrasi di berbagai tempat. Berpikir secara rasional, bertolak dari demonstrasi besar September tahun lalu dan riak-riak penolakan RUU Cipta kerja sedari awal, menjadi pertanyaan besar mengapa kesalahan minim partisipasi dan transparansi tetap dilakukan dalam proses pengesahan RUU Cipta kerja? Terlebih lagi, dengan situasi pandemi Covid-19 yang memburuk saat ini, demonstrasi di berbagai daerah jelas akan memperburuk situasi. Lantas, dengan adanya potensi besar demonstrasi, mengapa kesalahan tahun lalu tetap berulang?