Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
"Percaya Akan Rancangan Tuhan"
bukan sekedar terucap dalam kata.
kesatuan pikiran, perasaan dan perbuatan.
Percaya adalah ya dan kujalani sepenuhNya....
semua akan baik baik saja...
Bagaimana saat duka menyapa?
Saat gundah dan galau tiada berujung?
Ya dan sepenuhnya kah kita percaya padaNya?...
Sebuah puisi indah yg sudah diterjemahkan, sangat memberi pengajaran bagiku...
Suatu malam aku bermimpi.
Aku berjalan ditepi pantai dengan Tuhan.
Dibentangan langit gelap tampak kilasan- kilasan adegan hidupku.
Ditiap adegan, aku melihat 2 pasang jejak kaki di pasir.
Satu pasang jejak kakiku,
yang lain jejak kaki Tuhan.
Ketika adegan terakhir terlintas didepanku...
Aku menengok kembali pada jejak kaki di pasir.
Di situ hanya ada satu pasang jejak ...
bahwa itu adalah bagian yang tersulit dan paling menyedihkan dalam hidupku.
Hal ini menganggu perasaanku, maka aku bertanya kepada Tuhan tentang keherananku itu...
Tuhan, Engkau berkata ketika aku berketetapan mengikuti Engkau...
Engkau akan berjalan dan berbicara denganku sepanjang jalan...
ternyata pada masa yang paling sulit dalam hidupku, hanya ada satu pasang jejak.
Aku tidak mengerti, mengapa?
Justru saat aku sangat membutuhkanMu...
Tuhan berbisik "Anakku yg kukasih Aku mencintai kamu dan takkan meninggalkan mu"
Pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun.
Ketika kamu melihat hanya ada satu pasang jejak...
adalah ketika Aku mengendong kamu.
Sering kita merasa saat ada dalam kesulitan kita berusaha sendiri, sangat sulit merasakan kehadiranNya yg menopang...
baru saat semua telah berlalu dan kita tetap dalam keadaan baik - baik saja...
Kita bisa berucap: "Kau sungguh baik dan rancanganMu indah bagiku"...
Tak apalah... yang terpenting terus miliki pengharapan
" Tuhan...tolong aku... teriakku.
Aku ini, tenanglah, jangan takut"...
Penyertaan Tuhan senantiasa, Ia ada...
Menopang, menguatkan, merengkuh dan menyelamatkan kita.
Disegalam musim hidup kita.